Pencapaian Swasembada Gula Nasional Dipengaruhi Banyak Faktor

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – MALANG. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Puslitbang Perkebunan, Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS atas nama Kepala Balitbangtan dalam pembukaan Seminar Nasional Tebu yang berlangsung pada tanggal 22 April 2014 di Aula Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang. Lebih lanjut dikatakan bahwa “di antara faktor tersebut adalah kondisi on-farm tebu dan lingkungannya”.

Dalam kegiatan on-farm, cara budidaya yang diterapkan berpengaruh terhadap produktivitas dan rendemen tebu,  dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap produksi gula. Oleh karena itu, masalah di tingkat on-farm tebu selalu menjadi perhatian dalam industri gula. Penerapan teknologi budidaya tebu yang lebih baik (Better Management Practices) pada pertanaman tebu rakyat dan perkebunan  besar  memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan produktivitas, rendemen dan produksi gula. Teknologi budi daya tebu  tepat guna yang dihasilkan Balitbangtan diperoleh melalui serangkaian kegiatan penelitian dasar, penelitian terapan dan diseminasi hasil penelitian yang berkelanjutan.

Seminar Nasional Tebu yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini mengusung tema “Inovasi Teknologi Budi Daya Tebu Mendukung Swasembada Gula” ditujukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan ketersediaan inovasi teknologi budi daya tebu, serta aspek pendukung lainnya untuk mencapai swasembada gula nasional. Keluaran yang diharapkan dari seminar ini adalah (1) Informasi kebutuhan dan ketersediaan inovasi teknologi budi daya tebu, dan (2) Informasi aspek pendukung produksi gula yang berpengaruh terhadap pencapaian swa-sembada gula nasional.

Seminar Nasional Tebu diikuti oleh sekitar 150 orang peserta,  terdiri dari para ahli, praktisi, stake holder, dan pemerhati agribisnis  tebu yang meliputi peneliti, dosen, penyuluh, dinas, pengusaha, petugas lapang, petani, dan berbagai kalangan yang bergerak dalam agribisnis tebu.  Seminar ini  merupakan salah satu rangkaian acara peringatan ulang tahun ke 40 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Terkait dengan swasembada gula, Dr. M. Syakir, MS dalam pengantar pembukaan seminar juga mengatakan bahwa “Fokus penelitian jangka pendek dan menengah adalah menghasilkan teknologi untuk mempercepat pencapaian swasembada gula. Sementara, taget jangka menengah dan panjang penelitian budidaya dan diversifikasi produk adalah mendukung pertanian bioindustri untuk peningkatan dayasaing global, peningkatan rantai nilai (value chain) dan jaminan kelestarian lingkungan”.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian diharapkan dapat memberi dukungan melalui penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan inovasi teknologi budidaya tebu mendukung peningkatan produktivitas dan rendemen yang berdaya saing dan adaptif perubahan iklim. Lebih lanjut disampaikan bahwa Balitbangtan melakukan penelitian tebu sejak tahun 2011. Hasil-hasil yang telah diperoleh antara lain teknologi pembibitan kultur jaringan, pembibitan budchip, penataan varietas dan waktu tanam, mesin dan peralatan, sistem tanam, pengelolaan hama penyakit terpadu, dan rawat ratoon, serta saran kebijakan perlu disosialisasikan kepada pengguna. Selain itu diperlukan masukan dari para stake-holder agar program penelitian dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

Dalam akhir sambutan, diharapkan bahwa seminar yang mendiskusikan beberapa makalah utama yaitu (1) Kebijakan Perbenihan Tebu oleh Direktorat Tanaman Semusim Direktorat Jenderal Perkebunan, (2) Teknologi Unggulan Budi Daya dan Pascapanen Tebu oleh Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, (3) Hasil dan Program Penelitian Tebu oleh Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, (4) Kebutuhan Teknologi Budi Daya Tebu dan Industri Gula oleh PT Perkebunan Nusantara IX, (5) Peran Kelembagaan Petani Tebu Rakyat dalam Implementasi Budi Daya Tebu oleh Bapak Sumitro Samadikoen, dan (6) Kebutuhan Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Rendemen Tebu oleh Bapak Arum Sabil, diharapkan memberikan hasil rumusan dan menghimpun informasi teknologi yang mampu memacu program pengembangan tebu dalam  rangka pencapaian swasembada gula.

Kepala Puslitbang Perkebunan, Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS  atas nama Kepala Balitbangtan sedang membuka Seminar Nasional Tebu.

Peserta Seminar Nasional Tebu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *