Pencanangan Model P2T3 oleh Menteri Pertanian

Artikel Tebu Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Gelar teknologi pendukung pencapaian swasembada gula  dan pencanangan Model Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (MP2T3) telah dilakukan oleh Menteri Pertanian, Dr. Suswono tanggal 29 Juni 2013 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.  Acara dihadiri oleh  Gubernur Jawa Tengah diwakili Kepala Biro Produksi, Bupati Kabupaten Pati, Kepala Badan Litbang Pertanian, para pejabat eselon I lingkup Kementerian Pertanian, para pimpinan pabrik gula, para direktur lingkup Ditjen Perkebunan, para pejabat eselon II lingkup Badan Litbang Pertanian, para kepala dinas, peneliti, petani dan undangan lainnya.

Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka  memperingati hari krida pertanian dan program pencapaian swasembada gula pada tahun 2014,  Badan Litbang Pertanian melakukan program pengembangan Model Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (MP2T3) di 11 provinsi dan 23 Kabupaten.

Acara didahului dengan panen tebu G2 hasil kultur jaringan di Kebun Percobaan (KP) Muktiharjo, yaitu salah satu kebun percobaan dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Puslitbang Perkebunan. Panen dilakukan secara bersama oleh Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Kabupaten Pati, dan Kepala Badan Litbang Pertanian. Secara simbolis hasil panen kemudian diserahkan kepada beberapa  kepala BPTP.   Panen tersebut menandai kesiapan Badan Litbang Pertanian dalam mendukung swasembada gula tahun 2014, khususnya dalam penyiapan benih tebu hasil kultur jaringan.  Berdasarkan potensi produksi bibit tebu G2 hasil kultur jaringan beberapa varietas tebu tahun 2013 yang tersebar di beberapa lokasi yaitu KP. Ngemplak-Pati, KP. Sumberejo-Bojonegoro, KP. Karangploso-Malang, KP. Sukamulya-Sukabumi, Balingtan-Jakenan, KP. Muktiharjo-Pati, Klari-Karawang, KP. Cibinong-Bogor,   dapat dihasilkan kurang lebih 18.840.000 bibit.

Menteri Pertanian dengan Bupati Pati melakukan panen tebu G2 hasil kultur jaringan di KP. Muktiharjo (kiri). Penyerahan bibit tebu dari Menteri Pertanian kepada Para Kepala BPTP (kanan).

Dari lokasi panen di KP. Muktiharjo, selanjutnya Bapak Menteri Pertanian beserta rombongan langsung menuju lahan petani di Desa Tambaharjo untuk melakukan pencanangan MP2T3.  Acara diawali dengan penanaman bibit tebu sistem juring ganda pada lahan bongkar ratoon, masing-masing dilakukan oleh Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Kabupaten Pati, dan Kepala Badan Litbang Pertanian. Selepas penanaman, acara dilanjutkan dengan sambutan selamat datang dari Bupati Kabupaten Pati, sambutan kepala Badan Litbang Pertanian, sambutan Gubernur Jawa Tengah, arahan Menteri Pertanian, temuwicara antara Menteri Pertanian dengan petani, dan diakhiri dengan kunjungan ke stan pameran inovasi teknologi pendukung swasembada gula.

Menteri Pertanian dan Kepala Badan Litbang Pertanian sedang melakukan penanaman bibit tebu sistem juring ganda (kiri). Kepala Biro Produksi Jawa Tengah (Ibu Penny)  sedang melakukan penanaman bibit tebu sistem juring ganda (kanan).

“Kabupaten Pati siap mendukung swasembada gula, dan dari 21 kecamatan yang ada, hampir seluruh desanya memiliki pertanaman tebu”. Demikian disampaikan oleh Bupati Kabupaten Pati (H. Haryanto).  “Di samping itu,  Kabupaten Pati juga memiliki 2 Pabrik Gula yang siap menampung hasi panen petani. Secara umum, diharapkan ketahanan pangan dapat meningkat di Kabupetan Pati dan dapat menunjang ketahanan pangan secara nasional” lanjutnya.  Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Biro Produksi Pemda Jawa Tengah (Ibu Penny) dalam sambutannya atas nama Gubernur Jawa Tengah. Pemda Jawa Tengah dan jajarannya senantiasa mendukung program peningkatan produktivitas tanaman perkebunan dan semusim, serta upaya-upaya untuk revitalisasi pabrik gula yang tidak sehat.  Tidak hanya di Pati, pengembangan inovasi teknologi pertebuan dapat dikembangkan di kabupaten lain di Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian (Dr. Haryono) dalam sambutannya mengatakan bahwa Model Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas tebu dan rendemen gula nasional yang diharapkan berdampak terhadap peningkatan produksi gula nasional secara nyata untuk mencapai swasembada gula nasional tahun 2014. Rata-rata produktivitas tebu nasional hanya 72 ton/ha dengan rendemen 7,69%, sementara potensi produksi tebu dapat mencapai 120 ton/ha dengan rendemen gula di atas 9%.

Dukungan inovasi teknologi dan inovasi kelembagaan dalam model pengembangan tebu terpadu dilakukan dengan mengintegrasikan antara lain penggunaan bahan tanaman unggul hasil kultur jaringan, sistem tanam juring ganda, penetapan dosis pupuk berdasar uji hara tanah dan tanaman, penggunaan pupuk organik serta penguatan kelembagaan yang sudah ada di seluruh wilayah pengembangan tebu.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Model percepatan penerapan teknologi tebu terpadu (MP2T3) sebagai langkah untuk meningkatkan produktivitas tebu dan rendemen gula, akan dilaksanakan di  11 provinsi dan 23 Kabupaten.  Tujuannya adalah untuk mempercepat penyampaian inovasi teknologi di 11 provinsi sentra produksi tebu melalui pengembangan model pendampingan dan penerapan inovasi teknologi budidaya tebu, guna meningkatkan produktivitas tebu dan rendemen gula yang diharapkan dapat secara nyata mendukung pencapaian swasembada gula nasional 2014.

Sasaran pokok dari kegiatan P2T3 ini antara lain adalah (1) peningkatan kesadaran petani untuk menggunakan varietas unggul tebu yang tepat, (2) penerapan inovasi teknologi budidaya dan pasca panen yang optimal untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen, dan (3) penguatan kelembagaan petani.

Selanjutnya, dari kegiatan ini, diharapkan bahwa keberhasilan P2T3 dapat dicerminkan melalui (1) meningkatnya penggunaan varietas unggul, (2) bertambahnya petani tebu yang memahami dan menerapkan teknologi budidaya tebu, (3) meningkatnya komponen teknologi budidaya dan pascapanen tebu yang diterapkan oleh petani, (4) meningkatnya produktivitas dan rendemen tebu di tingkat petani, (5) berkembangnya kelembagaan petani, dan (6) meningkatnya pendapatan petani.

Menteri Pertanian (Dr. Suswono) dalam sambutannya mengatakan bahwa  Program MP2T3  merupakan kegiatan sangat penting dan strategis untuk mempercepat adopsi teknologi produksi gula, khususnya dalam mendukung swasembada gula tahun 2014.  Sebelumnya,  pemerintah telah mencanangkan program swasembada gula yang diharapkan dapat dicapai tahun 2014 dengan kebutuhan gula 5,7 juta ton, terdiri atas gula Kristal putih (konsumsi) 2,96 juta ton dan gula Kristal rafinasi (industri) 2,74 juta ton. Pencanangan tersebut berdasarkan asumsi adanya penambahan lahan tebu sekitar 350 ribu ha, revitalisasi pabrik gula, dan pembangunan 10-25 pabrik gula baru.

Bulan September 2012, pemerintah merevisi target produksi gula terutama gula konsumsi. Revisi tersebut didasari oleh hambatan penambahan lahan tebu sekitar 350 ribu ha, tidak mulusnya rencana revitalisasi pabrik gula dan pembangunan 10-25 pabrik gula baru. Oleh Karena itu diperlukan revisi target produksi bahwa pada tahun 2013 menjadi 2,82 juta ton dari sebelumnya 4,9 juta ton, dan pada tahun 2014 menjadi 3,1 juta ton gula dari sebelumnya 5,7 juta ton. Kebutuhan gula 3,1 juta ton pada tahun 2014 tersebut berdasarkan asumsi penduduk Indonesia sekitar 240 juta dan konsumsi gula sekitar 12 kg/kapita/tahun. Untuk kebutuhan gula industri dicukupi dari impor.

Untuk mencapai target produksi gula pada tahun 2014 yaitu 3,1juta ton diperlukan kerja keras. Pemerintah telah menyusun strategi pencapaian swasembada gula melalui peningkatan produktivitas (penataan varietas, bibit unggul, bongkar/rawat ratoon, pemupukan, dan pengairan),  perluasan areal, revitalisasi dan pembangunan industri gula berbasis tebu (rehabilitasi/peningkatan kapasitas giling, optimalisasi hari giling, pemanfaatan idle capacity, pembangunan pabrik baru), kelembagaan (penguatan kelembagaan litbang-petani, fasilitas kredit, pembiayaan revitalisasi, dan rekruitmen tenaga pendamping) dan pembiayaan (pemerintah mengalokasikan dana Rp. 741,67 milyar TA 2013), serta dukungan kebijakan pemerintah lainnya (pengaturan tataniaga, paja, infrastruktur).

Arahan Menteri Pertanian dan Pencanangan MP2T3 (kiri). Senyum optimistis dan bahagia atas pencanangan model P2T3 mendukung swasembada gula tahun 2014. Jajaran depan dari kiri ke kanan: Dr. M. Syakir (Kepala Puslitbang Perkebunan), Dr. Haryono (Kepala Badan Litbang Pertanian), Dr. Suswono (Menteri Pertanian), H. Haryanto (Bupati Kabupaten Pati), Ibu Penny (Kepala Biro produksi Pemda Jawa Tengah)

Menteri Pertanian berharap bahwa  dalam pelaksanaan nanti dapat berjalan sesuai dengan rencana. Oleh karena itu pengadaan benih, pupuk, pestisida, alat tebang agar dipersiapkan dengan matang. Hal ini penting  karena suatu inovasi teknologi dapat diadopsi dengan optimal kalau sarana produksi diberikan tepat pada waktunya. Masalah teknis pelaksanaan di lapangan sering tidak sinkron karena kurangnya koordinasi dengan instansi terkait.

Menteri Pertanian juga menyampaikan terimakasih kepada Badan Litbang Pertanian atas dukungan program pencapaian swasembada gula. BadanLitbang secara konkrit membantu upaya pencapaian swasembada gula dengan menyediakan bibit tebu kultur jaringan G2.  Model Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (MP2T3) yang dilaksanakan di 11 provinsi dan 23 kabupaten merupakan model pengkajian dan percontohan untuk memperbaiki aplikasi teknologi di tingkat petani, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tebu.  Sengaja dipilih pencanangan Model Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (MP2T3) dilaksanakan di Kabupaten Pati karena kabupaten ini merupakan salah satu sentra produksi tebu yang cukup potensial.  Model ini diharapkan dapat dilaksanakan secara terkoordinatif antara Badan Litbang Pertanian, Ditjen Perkebunan, Dinas Perkebunan dan Pabrik Gula setempat.

Dalam temu wicara dengan petani, Menteri Pertanian sangat antusias dan aspiratif terhadap apa yang disampaikan oleh petani.  Hal ini karena menurut beliau  apapun yang telah diprogramkan oleh pemerintah tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa ada dukungan penuh dari petani. Menteri berharap bahwa petani tetap bersemangat dalam mengolah lahan pertaniannya dan tidak mudah mengalihkan fungsi lahannya.   Di samping itu,  pemerintah daerah juga diharapkan berupaya mempertahankan lahan pertanian produktif melalui peraturan daerah.  Negara akan tetap memperhatikan petani dan membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi petani.

Acara diakhiri dengan kunjungan Menteri beserta rombongan dan peserta melihat pameran inovasi teknologi pendukung swasembada gula.

Petani meneruskan penanaman bibit tebu  dengan sistem juring ganda (kiri). Kunjungan Menteri Pertanian yang didampingi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Bupati Pati, dan Kepala Puslitbang Perkebunan di stand pameran inovasi teknologi pendukung swasembada gula (kanan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *