Penapisan Aksesi-Aksesi Jarak Pagar Toleran Kekeringan Secara Cepat di Laboratorium Menggunakan PEG

Artikel Jarak Pagar Berita Perkebunan

Kesesuaian karakteristik bahan tanaman jarak pagar dengan lahan yang tersedia untuk pengembangan jarak pagar sangat menentukan keberhasilan budidaya jarak pagar (Cholid et al., 2006). Lahan yang tersedia untuk pengembangan jarak pagar umumnya berupa lahan marginal dengan kelas kurang sesuai karena keterbatasan ketersediaan air.

Pengembangan jarak pagar pada skala luas memerlukan bahan tanaman yang mampu beradaptasi pada kondisi ketersediaan air terbatas sesuai dengan karakteristik lahan yang tersedia untuk pengembangan jarak pagar.

Puslitbang Perkebunan telah melakukan eksplorasi tanaman jarak pagar yang tersebar di Indonesia, dan diperoleh 425 aksesi. Beberapa aksesi jarak pagar hasil eksplorasi diindikasikan memiliki sifat toleran kondisi kekurangan air, sehingga perlu dilakukan penapisan untuk mendapatkan bahan tanaman yang toleran terhadap cekaman kekeringan.

Dalam rangka mengembangkan bahan tanaman toleran kekeringan, sangat penting untuk mengembangkan metode penapisan yang efisien, sehingga memungkinkan dilakukan penapisan cekaman kekeringan pada populasi tanaman yang besar dalam ruang terbatas.

Berbagai cara telah dikembangkan untuk menilai ketahan-an aksesi plasma nutfah untuk ketahanannya terhadap keke-ringan, salah satunya adalah menggunakan poli etilena glikol (PEG). PEG mampu menghambat ketersediaan air atau menyebabkan penurunan potensial air, yang pada prakteknya dapat digunakan untuk memodifikasi potensial air tanah yang tersedia bagi tanaman sebagai simulator cekaman kekeringan.

Dalam kegiatan penapisan ini digunakan bahan tanaman berupa stek pucuk (micro cutting). Penggunakan bahan tanaman uji berupa stek pucuk melalui perbanyakan secara vegetatif diharapkan diperoleh bahan tanaman uji yang seragam, sedangkan bahan tanaman asal biji memiliki keragaman genetik karena tanaman jarak pagar umumnya menyerbuk silang.

Kegiatan ini diawali dengan pemilihan pohon induk dari aksesi-aksesi yang akan diuji dikebun koleksi. Pohon induk ini kemudian dipangkas, dan disem-prot dengan zat perangsang pertunasan untuk memacu pertumbuhan tunas, sehingga tunas pucuk akan terbentuk lebih banyak dalam waktu lebih cepat. Stek pucuk yang digunakan dengan panjang 10-12 cm dan diameter batang 0,75-1 cm, kemudian disemaikan pada bak plastik ukuran 40 cm x 60 cm dengan media arang sekam.

Setelah bibit berumur 30 hari, segera dipindahkan pada pot plastik berukuran 8 cm x 12 cm yang diisi dengan media pasir steril. Dalam percobaan ini menggunakan media larutan hara Yoshida et al. (1976) dengan pH 6,0 yang dimodifikasi dengan konsentrasi PEG 6000 sesuai perlakuan. Hasil penapisan terhadap cekaman kekeringan menggunakan metode aplikasi PEG disajikan dalam Gambar 1.

 

Gambar 1. Penapisan aksesi jarak pagar terhadap cekaman kekeringan menggunakan  metode aplikasi PEG di laboratorium Balittas, Malang

Hasil penelitian penapisan aksesi jarak pagar terhadap cekaman kekeringan menggunakan PEG menunjukkan bahwa PEG mampu menghambat ketersediaan air atau menyebabkan penurunan potensial air, dan dapat digunakan untuk memodifikasi potensial air tanah yang tersedia bagi tanaman sebagai simulator cekaman kekeringan.

Semakin meningkat konsentrasi PEG semakin besar tingkat peng-hambatan terhadap pertumbuh-an tajuk, jumlah daun segar dan panjang akar (Mohammad Cholid, Hariyadi dan Bambang Sapta Purwoko/Peneliti Balittas dan IPB).

Sumber : Infotek Perkebunan Volume 4, Nomor 9, Desember 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *