Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Perluasan Jaringan Kerja Sama Lingkup Puslitbangbun

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

Puslitbangbun harus mampu menciptakan terobosan-terobosan baru dalam menghasilkan teknologi dan varietas unggul baru yang mampu meingkatakan nilai tambah masyarakat  serta mendorong peningkatan devisa negara dari sektor perkebunan. Riset tidak hanya bergulir pada on farm, namun juga harus menyentuh aspek off farm melalui penguatan hilirisasi. Diperlukan sinergisitas, kerja sama  dan koordinasi dalam penelitian dan pengembagan inovasi teknologi perkebunan dengan berbagai stakeholder terkait.

YOGYAKARTA, PUSLITBANGBUN – Pada kesempatan Rapat Koordinasi Lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) di Yogyakarta, 11 Maret 2020 Kepala Puslitbangbun mengadakan penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) bagi pejabat Eselon III dan IV lingkup Puslitbangbun. Selain itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut dari MoU antara Puslitbangbun dengan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta dan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini dilakukan dalam rangka mendukung program strategis Kementerian Pertanian dan percepatan hasil inovasi teknologi perkebunan perlu dilakukan perluasan kerja sama dengan berbagai stakeholder melalui kerja sama. Hal ini disampaikan Kepala Puslitbangbun Ir. Syafaruddin, Ph.D., pada saat memberikan arahan sebelum kegiatan Rakor dilaksanakan.

Perjanjian Kerja Sama memiliki tujuan untuk menghasilkan dan mengembangkan sumberdaya manusia yang unggul, inovasi dan diseminasi teknologi, serta  kegiatan publikasi dan forum keilmuan/teknologi dalam rangka mendukung, mewujudkan kemajuan sektor perkebunan khususnya dan sektor pertanian umumnya.

Selanjutnya Puslitbangbun mengadakan ruang lingkup kerja sama meliputi: (1) Penelitian dan pengembangan bidang perkebunan, (2) Pendampingan dan penerapan hasil inovasi teknologi perkebunan; (3) Pelatihan dan pembimbingan mahasiswa (PKL, Skripsi, Tesis dan Disertasi); (4) Diseminasi inovasi teknologi perkebunan; (5) Pemberdayaan masyarakat di bidang perkebunan; (5) Penyelenggaraan bersama Focus Group Discussion, Lokakarya, Seminar dan Simposium; dan (6) Publikasi bersama hasil-hasil penelitian, pemikiran, serta best-practice teknologi dan/atau kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Syafaruddin menegaskan, setelah perjanjian kerja sama untuk segera ditindaklanjuti dalam perjanjian Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang melibatkan unit Eselon III di bawah Puslitbangbun dalam bentuk kegiatan nyata sebagaimana termuat pada tujuan dan ruang lingkup kerja sama.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Kerangka Acuan Kerja (KAK) antara Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan Perkumpulan Petani Vanili Indonesia (PPVI) dan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Penandatanganan langsung dilakukan oleh Kepala Balittro Dr. Evi Savitri Iriani, M.Si., dengan disaksikan oleh Plt Kepala Bidang Kerja Sama Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Dr. Rustan Massinai, ST.P., M.Si. (Sae-Eri/11-03-2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *