Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Antara Puslitbangbun dan Dua Fakultas di Unpad, Langsung Ditindaklanjuti

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Pertumbuhan riset Indonesia dalam kurun waktu empat tahun terakhir berkembang pesat. Padahal, berdasarkan data Kemenristekdikti 2017, anggaran riset Indonesia baru 0,25 persen dari total GDP (Gross Domestic Product) yang jika dirupiahkan besarnya Rp. 30,8 triliun. Angka tersebut berada di bawah Thailand (0,6%), Malaysia (1,6%), dan Singapura (2,2%).

Setidaknya ada empat indikator yang menunjukkan hasil cemerlang di bidang riset tersebut, yakni indikator publikasi internasional, jumlah paten dan hak cipta, prototype laboratorium maupun industri, serta jumlah startup company (perusahaan rintisan).

Di lain pihak, komoditas unggulan perkebunan nasional seperti kopi, kakao, dan teh, telah menjadi trend gaya hidup (lifestyle) yang erat dengan kehidupan masyarakat tanpa mengenal batas usia dan gender. Untuk terus mendorong kualitas komoditas agar mampu memenuhi permintaan pasar, pemerintah mendorong penuh pengembangan riset dari sisi hulu dan hilir untuk menghasilkan kualitas komoditas berkualitas tinggi dan dapat bersaing di pasar global.

Menyikapi hal tersebut Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) mendapatkan mandat dalam menghasilkan inovasi teknologi perkebunan unggul dan untuk didesiminasikan seluas-luasnya ke pengguna. Selain melakukan riset mandiri, perlu dilakukan pengembangan riset dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Perguruan Tinggi (PT). Upaya tersebut dalam rangka transformasi teknologi perkebunan dan dalam upaya menghasilkan teknologi unggul.

Dalam upaya perluasan implementasi kegiatan riset dan upaya diseminasi teknologi, Puslitbangbun telah melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan dua Fakultas di Universitas Padjajaran (UNPAD) yaitu Fakultas Teknik Industri Pertanian (FTIP) dan Fakultas Pertanian (FAPERTA) sebagai tindak lanjut MoU antara UNPAD dengan Badan Peneltian dan Pengembangan Pertanian pada 22 Oktober 2019 bertempat Fakultas Pertanian Unpad.

Penandatangan dilakukan langsung oleh Dekat FTIP dan FAPERTA yaitu Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Dr. Eddy Suryadi, Ir., MT dan Dekan Fakultas pertanian Dr. Sudarjat, Ir., MS, sementara dari Puslitbangbun di wakili oleh Ir. Jelfina C Alouw, M.Sc., Ph.D selaku Kepala bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian yang didampingin oleh Kepala Sub Bidang Kerja Sama Dr. Saefudin.

Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama kedua fakultas tersebut dengan Puslitbangbun adalah dalam hal: (1) Penelitian dan pengembangan bidang perkebunan, (2) Pendampingan dan penerapan hasil inovasi teknologi perkebunan, (3) Pelatihan dan pembimbingan mahasiswa (PKL, Skripsi, Tesis dan Disertasi), (4) Diseminasi inovasi teknologi perkebunan, (5) Pemberdayaan masyarakat dibidang perkebunan.

Dalam sambutannya, Dekan FTIP, FAPERTA dan Kepala Bidang KSPHP menyambut dengan baik atas penandatanganan PKS tersebut, dan diharapkan ke depanya kerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas riset dan pengabdian terhadap masyarakat semakin luas jangkauanya serta semakin dirasakan manfaatnya.


Setelah dilakukan penadantangan PKS, kegiatan dilanjutkan oleh Kuliah Umum di hadapan Staf Pengajar, Mahasiswa Program Doktoral dan Magister oleh Ir. Jelfina C Alouw, M.Sc., Ph.D dengan tema “ Teknologi Inovatif Mendukung Kebangkitan Perkebunan Indonesia”. Kerja Sama yang telah ditandatangani langsung ditindaklanjuti dengan pemberian materi kuliah dan diharapkan segera ditindaklanjuti pula dalam bentuk Kerangka Acuan Kerja (KAK) sesuai dengan ruang lingkup yang telah di sepakati dengan melibatkan Balai-Balai Penelitian terkait di lingkup Puslitbangbun. Jayalah Perkebunan Indonesia (Sae/23/10/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *