Penandatanganan MOU Pengembangan Tebu Terpadu

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Tebu

PURBALINGGA, PERKEBUNAN – Penandatanganan MOU dan Rakor/Evaluasi Kegiatan Penelitian kegiatan bersama Pengembangan Tebu Terpadu Ramah Lingkungan yang dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian c.q. Puslitbang Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan c.q.  Direktorat Tanaman Semusim dan Pemerintah Daerah c.q. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga di desa Lambur, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga telah dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2011 di Aula Lantai  2 Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga.

Peserta yang hadir berjumlah 80 orang terdiri dari Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga, Direktur Tanaman Semusim, Ditjenbun, Kepala Puslitbang Perkebunan, Kepala BPTP Jawa Tengah, Kepala BALITTAS Malang, Disbun Jawa Tengah, Muspika, peneliti dan petani. Acara dimulai dengan Pemaparan Kegiatan : (1) Ekstensifikasi Tebu oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga/Ir. Lily Purwati, (2) Tebu-Ternak Terpadu (Direktorat Tananaman Semusim, Ditjenbun), (3) Tebu Terpadu Ramah Lingkungan (Penjab.RPTP Puslitbangbun/Prof.Dr. Deciyanto Soetopo) dan (4) Ketua Kelompok Tani Mugi Lestari (Drs. Budi Yuwono).

Yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah dimana Pemerintah telah mencanangkan program swasembada gula dan daging pada tahun 2014. Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian juga telah meluncurkan program empat sukses pertanian, yang terkait dengan program swasembada, peningkatan nilai tambah dan daya saing dan kesejahteraan petani. Pada saat yang sama, pemerintah juga telah menandatangani program penekanan emisi karbon hingga 26%.

Model pengembangan  tebu terpadu (dengan ternak) yang ramah lingkungan diharapkan mampu mendukung program pemerintah untuk swasembada gula dan daging sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani   dan memberi sumbangan positif bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui pemanfaatan limbah tebu dan limbah ternak. Model pengembangan ini juga dapat diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar asal fosil dengan memanfaatkan biogas limbah ternak,   dan memanfaatkan limbah ternak lainnya untuk menghasilkan produk bahan pertanian yang ramah lingkungan (seperti pupuk hayati) untuk meningkatkan produktivitas tebu.

Untuk pengembangan Model Tebu Terpadu Ramah Lingkungan, maka Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga selaku PIHAK PERTAMA mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga, dan Direktorat Tanaman Semusim mewakili Direktorat Jenderal Perkebunan selaku PIHAK KEDUA serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, mewakili Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian selaku PIHAK KETIGA telah sepakat menyinergikan kekuatan melalui suatu kerja sama saling menguntungkan yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MOU) yang ditandatangani untuk jangka waktu 2 (dua) tahun.

Tujuan jangka pendek adalah Mendukung program ekstensifikasi tebu Pemda Kab. Purbalingga dan program tebu-ternak Direktorat Jenderal Perkebunan, dengan:

  1. Memberikan dukungan kegiatan ekstensifikasi pengembangan tebu dengan kegiatan intensifikasi, untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu rakyat
  2. Mendukung peningkatan nilai tambah pengembangan tebu dengan melakukan dukungan teknis terhadap kegiatan integrasi tebu dengan ternak, untuk menghasilkan tebu, pembiakan sapi, pupuk hayati dan bahan bakar terbarukan
  3. Menunjukkan kemampuan usaha tani tebu terpadu dalam mengurangi emisi gas rumah kaca
  4. Menunjukkan produktivitas dan kualitas limbah produk tanaman tebu sebagai pakan ternak.
  5. Menunjukkan pengaruh positif pemberian pakan limbah tebu pada pembiakan sapi.
  6. Menerapkan optimalisasi pemanfaatan limbah ternak dan tanaman tebu berbasis model integrasi yang ramah lingkungan.
  7. Pemasyarakatan pengembangan tebu terpadu ramah lingkungan

Tujuan jangka panjang adalah Pengembangan model ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan meningkatkan nilai ekonomi usahatani tebu melalui integrasi tebu-ternak, dengan pucuk tebu sebagai sumber pakan, sekaligus dapat memberikan kontribusi positif bagi usaha swasembada gula, daging serta peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui penurunan emisi gas rumah kaca.

Adapun ruang lingkup dari kegiatan kerjasama ini, yaitu (a) Ekstensifikasi dan Intensifikasi Tebu Rakyat Kelompok Tani Mugi Lestari, di Desa Lambur Kecamatan Mrebet, Kab. Purbalingga, oleh Pemda Kab. Purbalingga dan Badan Litbang Pertanian, (b) Akselerasi Pengembangan Tebu-Ternak  oleh Direktorat Jenderal Perkebunan, dan (c) Model Pengembangan Tebu Terpadu Ramah Lingkungan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Melibatkan Institusi lingkup Badan Litbang Pertanian: Puslitbangbun, Balingtan, BPTP Jateng dan Balittas, Malang). Kegiatan a), b), dan c) tersebut dilakukan secara simultan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *