Penandatanganan MoU Pengembangan Kopi dan Kelapa di Manado

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Penandatangan MoU antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara telah dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit palma) Manado (16/11/2018). MoU tentang pengembangan komoditas kopi dan kelapa ini bertepatan dengan kegiatan Konferensi Nasional Kelapa (KNK) IX 2018 di Manado, Sulawesi Utara.

Hadir dalam penandatangan MoU tersebut Bupati Buton Sulawesi Tenggara La Bakry dan Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Utara Refly Ngantung serta Kepala Puslitbangbun Dr. Fadjry Djufry yang di saksikan oleh Kepala Balit Palma Dr. Ismail Maskromo dan Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Ir. Safaruddin, Ph.D.. Penandatangan MoU ini disaksikan oleh kepala Badan Litbang Pertanian beserta jajarannya, Direktur Tanaman Semusim dan Penyegar Ir. Irnijati, serta para undangan.

Dalam rintisan kerja sama, telah dilakukan beberapa kali diskusi terutama dengan Bupati Buton dan Kelapa Dinas Pertanian dalam rangka pengembangan komoditas kopi dan kelapa berbasis agrowisata. Bupati Buton berharap sinergitas dalam pembangunan Kabupaten Buton dengan Puslitbangbun dan Balai terkait mampu meningkatkan nilai tambah masyarakat serta mampu menciptakan daya saing terutama dalam tujuan eksport. Pasca MoU, Bupati berharap struktural dan peneliti Puslitbangbun dapat berkunjung langsung ke Buton dalam rangka diskusi lebih lanjut dan obervasi lapang terkait komoditas yang akan dikembangkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Utara Refly Ngantung MoU, yang telah dilakukan merupakan langkah awal dalam rangka meningkatan produktivitas dan pengembangan komoditas kopi di beberapa kabupaten di Sulawesi Utara. MoU akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balittri sebagai unit pelaksana secara teknis. Untuk tahun 2019 Pemerintah Daerah melalui Dinas Perkebunan akan mengalokasikan secara khusus anggaran dalam pengembangan komoditas kopi untuk kegiatan bimbingan teknis, pendampingan dan penelitian.

 

MoU ini merupakan MoU ke delapan dan ke sembilan tahun 2018 setelah sebelumnya MoU dengan tujuh pemda lainnya yaitu Provinsi Banten, Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau, Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur), Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

Dalam arahannya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan berharap, kerja sama tersebut agar segera ditindaklanjuti dan mampu menghasilan output sesuai yang diharapkan. Rencana MoU berikutnya menjelang akhir tahun 2018 adalah dengan Pemerintah Sumatera Selatan dan Kabupaten Siak Sri Indrapura Riau. (sae.18112018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *