Pemkab. Sarmi, Papua Peduli dengan Pengembangan Kelapa

Artikel Kelapa Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Kabupaten Sarmi Provinsi Papua terkenal dengan Kabupaten Nyiur Melambai dan Seribu Jembatan. Pada hari Kamis (19/10/17) Bupati Sarmi Drs. Eduard Fonataba, MM dan Wakil Bupati Ibu Yosina T. Insyaf, SE, MM menyambut baik tim Penilaian Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan Penetapan Pohon Induk Terpilih (PIT) Kelapa di kantornya. Tim yang terdiri dari peneliti Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) Manado yang diwakili oleh Ir. Jeanette Kumaunang, MSc., dari Ditjenbun, BBP2TP Surabaya, Dinas Perkebunan Provinsi Papua dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sarmi melaporkan kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Anus dan Podena Kecamatan Bonggo Barat pada 17 – 19 Oktober.

Lokasi Anus dan Podena telah dievaluasi dan ditetapkan sebagai Blok Penghasil Tinggi pada tahun 2014 melalui SK Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Sarmi dengan PIT masing-masing 128 dan 129. Pada evaluasi Oktober 2017 berhasil diseleksi 250 PIT Kelapa di Anus dan 300 PIT Kelapa di Podena sehingga berpotensi menghasilkan 53.752 butir benih yang dapat digunakan untuk pengembangan kelapa seluas 345 ha.

Bupati Sarmi mengatakan bahwa program besar pemerintah Kabupaten Sarmi adalah “Seluruh Masyarakat Mampu Menghidupi Sendiri sehingga Menjadi Mandiri dan Bermartabat”. Hal ini telah dibuktikan salah satunya melalui pengembangan kelapa. Sarmi telah memproduksi PHICO (Papua Home Industri Coconut Oil) yang memiliki 3 jenis produk unggulan yaitu 1) Minyak Goreng, 2) Minyak Kelapa Murni dan 3) Sabun Kesehatan Kulit yang merupakan produk lokal pertama Masyarakat Sarmi yang terbuat dari 100% Kelapa Murni. Untuk lebih memperbesar kapasitas produksi diperlukan sumber kelapa yang berkualitas sehingga pada tahun 2018 pemerintah Kabupaten Sarmi akan melakukan pengembangan kelapa seluas 500 ha, sehingga diharapkan dari sumber benih di Kampung Anus dan Podena akan menjadi sumber benih yang bersertifikat menunjang program tersebut.

Harapan pembangunan kelapa di Sarmi yang luas masih perlu dilakukan penambahan BPT dan PIT Kelapa sehingga pada tahun 2018 telah diprogramkan kembali kegiatan Penilaian dan Penetapan BPT dan PIT Kelapa. Harapannya ke depan Sarmi menjadi salah satu Kabupaten pengahasil benih yang berkualitas bukan hanya untuk Sarmi tetapi juga bagi daerah lainnya di Provinsi Papua.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *