Pemda Lampung Tengah Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kurma Tropis dengan Puslitbang Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Seiring dengan perkembangan komoditas perkebunan di berbagai wilayah di dunia, permintaan terhadap buah kurma semakin meningkat. Tidak hanya menyehatkan, buah yang identik dengan bulan Ramadhan ini terbukti memiliki nilai ekonomi tinggi. Kurma juga merupakan salah satu tanaman bersejarah sepanjang zaman yang disebutkan dalam Al Qur’an sebagai makanan berkhasiat tinggi. Hal inilah yang memicu kurma untuk dibudidayakan di berbagai wilayah di Asia, termasuk di Indonesia.

Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa beberapa varietas kurma cocok dikembangkan di daerah tropis. Citra rasanya pun tidak jauh berbeda dengan kurma dari Timur Tengah. Tak heran jika komunitas atau petani penggiat kurma mulai muncul dan berkembang pesat di nusantara, salah satunya di Lampung Tengah. Penggiat kurma berkembang secara individu dan komunitas, namun di sisi lain perlu pertimbangan teknis dalam rangka antipasti terhadap serangan hama dan penurunan kualitas hasil.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Lampung Tengah melakukan kunjungan kerja ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) Selasa, 6 April 2021. Balitbangda Lampung Tengah yang diwakili Kepala Sub Bidang Penerapan Teknologi dan Diseminasi Kelitbagan, Andi Antoni S.P., M.M, menyatakan maksudnya untuk berkonsultasi tentang pengembangan kurma di daerahnya, tidak dari aspek hulu, namun juga terkait aspek hilir termasuk pasca panen.

Ia mengungkap, ada cukup banyak petani yang mulai menanam kurma selama beberapa tahun terakhir. Sayangnya, para petani ini belum mendapatkan pembinaan dan arahan tentang budidaya kurma yang baik, pengelolaan pasca panen, serta pemasarannya. Padahal jika bisa berkembang dengan baik, Balitbangda Lampung Tengah berharap daerahnya bisa menjadi pusat pengembangan riset dan agrowisata kurma di Indonesia. Keinginan tersebut, mendapat respons dan dukung penuh dari pimpinan Balitbangda dan bupati.

Sub Koordinator Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Puslitbang Perkebunan, Dr. Saefudin, S.P., M.Si dan Sudarsono, S.E., menyambut baik kedatangan tim Balitbangda Lampung Tengah. Mewakili pimpinan, Saefudin mendukung penuh dan siap bekerja sama sekaligus memberikan pendampingan terkait pengembangan kurma.

Agar pendampingan lebih terarah dan memiliki payung hukum, MoU antara Bupati Lampung Tengah dan Balitbangtan perlu dibuat. Begitu pun dengan perjanjian kerja sama (PKS) antara Balitbangda Lampung Tengah dan Puslitbang Perkebunan. Sementara itu, sebgai langkah teknis kerja dan operasional kerja sama pendampingan akan dituangkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan melibatkan Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) di Manado.Untuk menindaklanjuti diskusi secara teknis, dilakukan pertemuan online yang melibatkan Kabalit Palma dan Tim Teknis lainnya.

Pembuatan MoU, PKS, dan KAK akan dijadwalkan dalam waktu dekat. Kedua belah pihak juga tidak menutup kemungkinan untuk memperluas kerja sama dengan mengembangkan komoditas selain kurma. Jayalah Perkebunan Indonesia. (Nurul, Sae & Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *