Pembukaan Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) III 2013

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) III dengan tema “Perkebunan Sebagai Pilar Strategis Green Economy Nasional” telah dibuka secara resmi oleh Menko Perekonomian Ir. Hatta Radjasa pada tanggal 30 Agustus 2013 di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta. ENIP tersebut digelar selama 3 hari sampai tanggal 1 September 2013.

Sebagai pilar strategis green economy nasional, maka hal khusus yang harus dituju adalah membangun Indonesia, dan secara umum adalah umat sedunia. Di samping itu, tetap harus  memperhatikan aspek  yang berkaitan dengan kultur sosial ekonomi masyarakat, dalam hal ini adalah upaya-upaya menghapuskan kemiskinan.

Menko Perekonomian juga menekankan bagaimana adaptasi terhadap alam lebih dikedepankan, sehingga keserasian dengan perubahan alam  menjadi kata kunci yang harus dipegang.  Oleh karena itu, green economy adalah sebuah jawaban dalam menghadapi pembangunan masa depan yang penuh dinamika dan tantangan. Tema yang diusung dalam ENIP ini, menurut Menko Perekonomian  menjadi sangat relevan dan perlu “diacungkan” jempol kepada jajaran Kementerian Pertanian.

Berbagai antisipasi terhadap perubahan alam perlu dicermati.  Intuisi kita harus terus diasah, dipertajam sehingga mampu menjawab dan menghadapi berbagai perubahan tersebut.  Sebagai contoh, global warming bukanlah sesuatu yang akan datang 10, 20, atau 100 tahun mendatang. Kejadian tersebut sudah di depan mata dan sudah dirasakan. Perubahan iklim dapat berdampak pada berbagai aspek, seperti ketidakstabilan supply dan demand.

“Pendekatan perkebunan secara terpadu menjadi keniscayaan”, demikian Menko Perekonomian menegaskan. Di dalam pendekatan tersebut,maka pendekatan green economy dan value added menjadi bagian yang tidak terpisahkan,bahkan harus bersinergi di dalamnya. Perhatian terhadap sektor hulu sampai ke hilir dalam agro industri terpadu juga menjadi hal yang sangat krusial, tetap menjadi bagian yang harus terus dikembangkan. Namun demikian, tentu saja tidak hanya sekedar untuk meningkatkan value added akan tetapi juga bagaimana meningkatkan daya tahan ekonomi ketika kita mengalami goncangan-goncangan.

“Kita perlu bangga, bahwa ternyata beberapa komoditas perkebunan Indonesia seperti Kelapa sawit, kakao, karet, nilam, dan lada, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara produsen utama dunia” tambah Menko.  Kebanggaan tersebut seharusnya dikembangkan lagi, seperti bagaimana kita mengatasi current account deficit (defisit transaksi berjalan) yaitu defisit yang diakibatkan oleh selisih dari ekspor dan impor, ditambah dengan selisih jasa.

Menko Perekonomian mengucapkan selamat kepada jajaran Kementerian Pertanian,atas penyelenggaraan ekspo ini. Semoga inovasi teknologi perkebunan semakin terus berkembang dan bermanfaat, dan kecintaan masyarakat terhadap produk-produk nasional juga  semakin meningkat. Kecintaan masyarakat terhadap produk nasional seyogyanya harus dibuktikan dengan membeli produk nasional.

Selanjutnya Menko Ekuin dan Wamentan berkesempatan mengunjungi stand pameran yang menampilkan produk inovasi teknologi perkebunan.

Kegiatan ENIP selama tiga hari berupa talk show, dialog nasional, pameran, konsultasi inovasi publik, ekspose indoor inovasi perkebunan, demo interaktif produk dan inovasi perkebunan, wisata edukasi, hiburan, dan door prize.

 

/Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *