Pemantapan Kerjasama dengan Pemda Bangka Barat

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Pada kesempatan sebelumnya tepatnya tanggal 14 Maret 2018 Puslitbang Perkebunan telah menerima kunjungan kerja dari Komisi II DPRD dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat. Dalam kunjungan tersebut kedua belah pihak telah melakukan diskusi dan penyampaian informasi terkait potensi daerah terutama dalam pengembangan tanaman perkebunan khususnya kelapa, teh dan lada yang menjadi sumber pendapatan masyarakat Bangka Barat saat ini dan dimasa mendatang.

Dalam perkembangannya komoditas tersebut mengalami penurunan produksi dan semakin berkurangnya minat masyarakat untuk menggeluti dan mengembangkanya. Untuk itu Pemda Bangka Barat merespon permasalahan tersebut dengan melakukan rintisan kerjasama dengan Puslitbang Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Mengingat sangat potensial peran dan kontribusi sektor perkebunan dalam menyumbang PDRB, maka sektor ini harus digerakkan dan diarahkan ke yang lebih baik, agar kinerjanya semakin produktif. Menyikapi hal tersebut, tim Puslitbang Perkebunan melakukan kunjungan Balasan terhadap Pemda Bangka Barat pada 19 April 2018 dengan agenda memantapkan rencana kerjasama di bidang pengembangan komoditas perkebunan. Turut hadir dalam kunjungan balasan tersebut dari Puslitbang Perkebunan adalah, Dr. Saefudin (Kasubid Kerjasama) Ir. Syafaruddin, PhD (Kepala Balittri) dan Dr. Ismail Maskromo (Kepala Balit Palma). Pada kesempatan pemantapan kerjasama tersebut, Bupati Bangka Barat yang diwakili oleh staf ahli bidang pertanian menyambut dengan sangat antusias kehadiran tim Puslitbang Perkebunan. Pada kesempatan tersebut.

Bupati menyampaikan bahwa kerjasama dengan Puslitbang Perkebunan sangat tepat dan mendesak, mengingat secara keseluruhan kondisi komoditas perkebunan belum mendapatkan penanganan yang maksimal oleh masyarakat. Padahal potensi komoditas perkebunan dan letak geografis Bangka Barat sangat mendukung terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk itu perlu penanganan serius dan berkelanjutan serta memerlukan berbagai saran teknis dan non teknis terutama dari Puslitbang Perkebunan. Turut hadir juga pada kesempatan pertemuan tersebut BAPPEDA, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabid Produksi Pertanian, beberapa kepala desa dan Petani komoditas terkait.

Pada kesempatan tersebut, Puslitbang Perkebunan sekaligus mewakili Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Ir. Syafaruddin, PhD memaparkan program atau kegiatan terkait komoditas mandat masing-masing Balai Penelitian (Balittri, Baliitas, Balittro an Balit Palma) yang akan dikembangkan di Pemda Bangka Barat, baik dari aspek teknis dan non teknis. Dalam pertemuan tersebut telah disimpulkan beberapa hal penting sebagai draf MoU, yaitu (1) MoU di fokuskan pada penyelesaian permasalahan komoditas unggulan Bangka Barat terkaiat penurunan produksi, produktivitas dan menurunya harga jual, (2) masa MoU minimal dilakukan 3 tahun kemudian dalam perjalananya akan dilakukan evaluasi lebih lanjut, (3) bentuk MoU sebaiknya tidak dibatasi oleh komoditas tertentu namun secara luas komoditas perkebunan, (4) terkait pengembangan teh tayu di dataran rendah yang menjadi kekhasan Bangka Barat perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan (5) MoU yang akan dibangun harus mengarah pada penguatan potensi ekonomi masyarakat Bangka Barat yaitu dengan melakukan pemberdayaan petani melaui bimbingan teknis dan pendampingan lainnya. Langkah selanjutnya untuk mematangkan poin-poin kerjasama, Puslitbang Perkebunan dan Pemda Bangka Barat akan melakukan penandatangan MoU di Bangka Barat yang di jadwalkan dalam waktu dekat.

Berita Terkait :

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *