Pemantapan Kerja Sama Pengembangan Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBEUNAN – Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan tim melakukan kunjungan kerja ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan dalam rangka tindak lanjut kerja sama pengembangan perkebunan. Kepala Bidang KSPHP sekaligus mewakili Kepala Pusat, Ir. Jelfina C Alouw, M.Sc., PhD., menerima kunjungan tersebut sekaligus menyampaikan paparan terkait profil Puslitbang Perkebunan khususnya keberadaan Balai-Balai Penelitian dan berbagai teknologi yang telah dihasilkan. Pertemuan dihadiri oleh peneliti Balai Penelitian Tanaman Palma (Ir. Miftahorrachman, dan Ir. Elsje T. Tenda, MS.), Kepala Staf Subbidang Kerja Sama, Dr. Saefudin, dan Kepala Subbidang PHP Sudarsono, SE.

Dalam sambutan dan paparanya, Jelfina menekankan pentingnya tidak lanjut kerja sama dalam rangka kemajuan sektor perkebunan di Sulawesi Utara dalam upaya penderasan dan transformasi teknologi perkebunan untuk kesejahteraan petani. Untuk itu kerja sama yang telah dilakukan harus terealisasi dalam kegiatan nyata yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang terukur dan terencana dengan baik.

Kadis Perkebunan Sulawesi Utara Refly D. Ngantung, SP mengapresiasi paparan informasi dan fasilitasi kerja sama yang telah dilakukan sejak tahun 2018.  Banyak informasi teknologi dan inovasi perkebunan yang telah dihasilkan Balitbangtan yang sangat bermanfaat untuk dikembangkan di Sulut. Selain aspek on farm yang masih menjadi perhatian penting dalam pengembangan komoditas abaka, kelapa, kopi, cengkeh dan pala, hal lain yang tidak kalah penting adalah penguatan dan pengembangan off farm yang terkait langsung dengan peningkatan nilai tambah produk agar bisa lebih bersaing dalam pasar global, tegas Refly. Aspek non-teknis yang dibahas meliputi pentingnya sarana transportasi dalam perdagangan antar negara untuk produk-produk minyak atsiri dari cengkeh yang dihasilkan dari Sulut, agar nilai tambah ke petani dapat diperoleh secara maksimal.

Kerja sama pada tahun 2019 dititik beratkan pada upaya pelepasan varietas: tanaman  Abaka di Kab. Kepulauan Talaud, tanaman Pala di Siau, Kab. Kepulauan Sintaro dan tanaman Kelapa Apella di perkebunan Kota Bitung serta pengembangan tanaman kopi dan cengkeh. Cengkeh Minahasa saat ini sudah dikenal di mancanegara sebagai varietas unggul yang paling diminati terutama dari citra rasanya yang khas. Upaya untuk melakukan identifikasi dan pengembangan cengkeh seluas 75.000 hektar juga menjadi perhatian pemerintah Sulawesi Utara ke depan dalam rangka mengembalikan kejayaan rempah nasional.

Pada kesempatan diskusi, Kepala Sub Bidang Kerja Sama Dr. Saefudin, menekankan pentingnya mengidentifikasi dan mengkaji kondisi obyektif sektor perkebunan di Sulawesi Utara terutama terkait aspek penguatan sumberdaya petani dan kelembagaan. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka menciptakan dan menghadapi persaingan pasar saat ini dan dimasa mendatang. Selanjutnya, Jelfina  C Alouw menegaskan, agar KAK yang akan dirancang bersama PARA PIHAK dapat memudahkan dalam monitoring dan pengukuran hasilnya sesuai target yang diinginkan bersama.

Semoga kerja sama dan sinergisitas antara Puslitbang Perkebunan dan Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara berjalan dengan baik dalam upaya membangun kemajuan sektor perkebunan di Sulawesi Utara dan Indonesia pada umumnya. (sae27022019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *