Pemantapan Analisis dan Register Resiko

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Bertempat di ruang rapat Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Puslitbangbun, Selasa 12 Februari 2019 dilaksanakan kegiatan sosialisasi analisis resiko dan register TA. 2019 untuk implementasi pengendalian interen Puslitbangbun. Kegiatan dihadiri oleh pejabat struktural Puslitbangbun, Kelompok Peneliti, Balittro dan Balittri. Hadir sebagai narasumber dari Sekretariat Badan Litbang Pertanian Aulia STP.,MM., terkait latar belakang penyusunan analisis resiko, tugas dan fungsi, visi, misi, tujuan, sasaran, dasar hukum serta mekanisme penilaian dan penyusunan analisis resiko.

Amanat Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 dan Perka BPKP th 2016 serta Permentan 23 th 2009 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, SPIP sebagai sarana untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembangunan pertanian dan pencapaian pengelolaan kegiatan yang efektif, efisien, ekonomis dan tertib dalam penyelenggaraan pemerintahan, keandalan laporan keuangan, pengamanan aset dan ketaatan terhadap peraturan perundangan dalam rangka Mewujudkan Good Governance.

Kepala Bidang Program dan Evaluasi (PE) Dr. Rustan Massinai membuka dan sekaligus memberikan arahan. Dalam arahannya Rustan menekankan pentingnya analisis resiko dalam implementasi seluruh kegiatan, baik RPTP, RKTM dan RDHP dalam upaya meningkatkan kinerja suatu lembaga/institusi karena berpengaruh langsung terhadap capaian ouput dan outcome program atau kegiatan. Untuk itu seluruh kegiatan harus menyampaikan analisis resiko sebagai yang dimaksud dalam tujuan SPI yaitu : (1) terwujudnya sistem pengedalian, (2) pelaksanaan keorganisasian yang efisien dan efektif, (3) kehandalan laporan keuangan, (4) pengamanan asset Negara dan (5) ketaatan perundang-undangan, tegas Rustan.

Dari 5 unsur SPI, Analisis resiko merupakan salah satu unsur yang mendapat penilaian terendah dibandingkan nilai unsur SPI lainnya. Analisis resiko pada umumnya sudah tercantum dalam proposal kegiatan Puslitbangbun. Penyusunan Register resiko untuk tahap awal diprioritaskan pada kegiatan pokok untuk menunjang tusi, strategis atau kegiatan dengan resiko tinggi. Langkah Langkah Penilaian Resiko: 1) mendefinisikan kegiatan, proses bisnis dan resiko setiap proses bisnis; 4) Manganalisa, memetakan dan membuat daftar/register resiko.

Pada kesempatan tersebut sekaligus dilakukan simulasi beberapa kegiatan untuk melihat obyektivitas dalam menilai dan mengukur efektivitas dan efisiensi kegiatan. Kabid PE berharap dengan sosialisasi tersebut diharapkan mampu memberikan perubahan kinerja terhadap Lingkup Puslitbang Perkebunan sehingga memberikan dampak langsung terhadap masyarakat terutama di sektor perkebunan. (Sae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *