Pemanfaatan Kulit Kakao untuk Pakan Ternak

Artikel Kakao Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Sampai saat ini bagian tanaman kakao yang dimanfaatkan petani hanya biji buah kakao, sedangkan bagian yang lainnya seperti kulit buah dibuang sebagai limbah (sampah). Limbah kulit buah kakao tersebut dapat dimanfaatan menjadi pakan ternak. Pakan yang dihasilkan dari hasil pengolahan kulit buah kakao mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan ternak kambing, sapi, babi maupun ayam.

Di Ende, NTT, potensi Limbah kakao pada tahun 2010 sekitar 7.500 ton produk kulit kakao yang selama ini sebagian besar masih terbuang. Pemberdayaan potensi kulit buah kakao di Kabupaten Ende yang cukup besar ini melalui kegiatan pengembangan sistem usahatani integrasi tanaman perkebunan dan ternak. Teknologi tersebut diintroduksi kepada petani di lokasi Nualise melalui proses fermentas limbah buah kakao sehingga nilai gizinya dapat ditingkatkan.

Dalam proses fermentasi diperlukan fermentor yang cocok untuk limbah kulit buah kakao, salah satunya adalah Aspergillus niger. Manfaat fermentasi dengan teknologi ini antara lain : a) meningkatkan kandungan protein; b) menurunkan kandungan serat kasar; c) menurunkan kandungan tannin (zat penghambat pencernaan).

Sebelum digunakan, Aspergillus dilarutkan dengan air steril tanpa kaporit atau air sumur yang bersih. Bisa juga menggunakan air hujan atau air sungai, tapi harus dimasak lebih dahulu, kemudian didinginkan. selanjutnya gula pasir, urea dan NPK  dilarutkan kedalam air steril tersebut.

  1. Tepung kulit buah kakao hasil fermentasi bisa langsung diberikan kepada ternak, atau disimpan.  Penyimpanan harus dengan wadah yang bersih dan kering;
  2. Limbah kakao olahan bisa dijadikan pakan penguat untuk ternak kambing, dapat mempercepat pertumbuhan atau meningkatkan produktivitas  susu.
  3. Pada awal pemberian, biasanya ternak tidak langsung lahap memakannya. Karena itu,berikanlah pada saat ternak lapar dan bila perlu ditambah sedikit garam atau gula untuk merangsang nafsu makan.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada anak kambing PE yang hanya diberikan hijauan saja pertumbuhannya rata-rata 65 g/hari. Dengan penambahan konsentrat kulit buah kakao yang sudah difermentasi dengan dosis 100-200 g/ekor/hari, akan memberikan pertumbuhan 115-120 g/ekor/hari.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *