Pemanfaatan Jamur Patogen untuk Pengendalian Hama Perusak Akar Tebu

Inovasi Tebu Inovasi Teknologi

INFO TEKNOLOGI – Uret (Lepidiota stigma F.) merupakan hama yang menyebabkan kerugian besar bagi petani karena keberadaannya menyebabkan kerusakan pada tanaman tebu. Uret ini merupakan serangga hama yang termasuk ordo Coleoptera dan famili Scarabaeidae.

Keberadaan dan kerusakan uret semakin meluas dengan semakin berkembangnya sistem ratoon (sistem ratoon yaitu memanen tebu dan dibiarkan batangnya tumbuh kembali untuk dapat di panen kedua atau ketiga kali pada musim berikutnya). Sistem ratoon ini juga banyak diterapkan di Jawa Timur sehingga menunjang keberadaan hama ini, daerah di Jawa Timur dengan serangan tinggi uret ini antara lain di daerah Situbondo, Kediri, Tulungagung, dan Bondowoso.

Pemakaian Jamur Metarhizium anisopliae untuk tanam Tebu menunjukkan bahwa jamur tersebut mampu melindungi tanaman Tebu dari serangan uret hama perusak akar. Bahkan dengan penggunaan jamur tersebut dapat meningkatkan hasil panen mencapai lebih dari 300 persen. Jika sebelumnya hanya mencapai 33 ton per hektar, panen, dengan penggunaan Jamur Metarhizium anisopliae untuk tanam Tebu bisa menghasilkan 135 ton per hektar.

Dengan adanya sistem ini, maka petani dapat melakukan sistem ratoon karena populasi uret dapat ditekan sehingga sistem ratoon dapat dilakukan pada tanaman tebu. Sistem ratoon ini menguntungkan karena tidak perlu adanya penyediaan bibit baru dan menekan ongkos tanam, sehingga penggunaan jamur ini sangat menguntungkan. Selain mengguntungkan, penggunaan jamur ini tidak memiliki dampak negatif. Jamur ini tidak menular kepada manusia dan bersifat spesifik menyerang hama uret.

Selain itu, jamur ini memiliki keunggulan dapat berkembang dan bertahan didalam tanah jika bertemu dengan target sasaran. Sebelum menyampaikan materinya Bapak Tri Harjaka,SP.,MP. bersama dengan tim uret Balittas yaitu Prof. Dr. Subiyakto, Heri Prabowo,S.Si. dan Drs Dwi Adi Sunarto, MP. berkunjung ke lokasi penelitian uret di Banyuputih, Asembagus, Situbondo. Di lahan penelitian ini dilakukan kolaborasi penelitian bersama dengan menerapkan teknologi pengendalian uret milik UGM dan Balittas.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *