Pemanfaatan Biji Kapas Untuk Minyak Makan

Artikel Kapas Inovasi Teknologi Produk Inovasi

INOVASI PERKEBUNAN – Pemanfaatan biji kapas untuk minyak makan dapat memberikan nilai tambah dalam agribisnis kapas yang pada akhirnya akan memberikan peningkatan pendapatan petani, menunjang program ketahanan pangan, serta meningkatkan produksi serat kapas yang selama ini 99% masih harus diimport.

Dengan mengetahui potensi kandungan dan mutu minyak biji kapas dari varietas yang dikembangkan, tehnik atau bahan yang akan digunakan dalam proses ekstraksi dan penjernihan minyak kapas yang memenuhi syarat sebagai minyak makan serta teknik penyimpanan biji kapas untuk mempertahankan mutu dan kandungan minyak biji kapas. Penelitian ini diharapkan dapat menunjang pengembangan minyak biji kapas sebagai minyak makan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1). mengetahui kandungan dan mutu biji kapas varietas unggul nasional dan varietas introduksi, 2). mendapatkan teknik dan bahan fillter penjernihan minyak biji kapas sebagai minyak makan, dan 3). mengetahui pengaruh jenis kemasan dan lama penyimpanan biji kapas terhadap kandungan dan mutu minyak. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Balittas dan KP. Karangploso Malang, Jawa Timur.

Kegiatan penelitian 1 disusun menggunakan rancangan acak kelompok faktorial diulang tiga kali. Faktor 1 : Sembilan varietas kapas yaitu Kanesia 8-15, dan ISA; dan faktor II : Dua jenis biji yaitu biji kabu-kabu dan kernel biji. Faktor pertama yaitu biji kapas dari hasil menanam 9 varietas Kanesia 8 – 15 dan ISA 205. Kegiatan penelitian 2, yaitu proses penjernihan tersebut melalui 4 tahap yaitu deguming, netralisasi, pemucatan, dan penyaringan. Kegiatan penelitian 3 disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan jumlah ulangan sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah berat 100 biji, persentase kandungan minyak dan mutu minyak yang terdiri dari angka asam, angka peroksida, dan kandungan gossypol bebas.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). Diperoleh informasi produktivitas kapas berbiji tertinggi dicapai pada varietas Kanesia 10 yaitu sebesar 1.820 kg per ha. Sebagai bahan baku minyak makan, produksi biji tertinggi per satuan luas dicapai oleh varietas Kanesia 15 yaitu sebesar 1037 kg/ha. Persentase kandungan minyak tertinggi mencapai 25,03% adalah varietas introduksi ISA 205.

Penghasil minyak per satuan luas yang relatif tinggi yaitu berkisar 205 – 231 kg/ha adalah berturut-turut varietas Kanesia 8, Kanesia 13, Kanesia 14, Kanesia 15, dan ISA 205. 2). Diperoleh teknik penjernihan minyak biji kapas relatif sederhana 4 tahap yaitu deguming, netralisasi, pemucatan, dan penyaringan. Perubahan warna dan kejernihan minyak biji kapas terus meningkat seiring dengan tahap proses yang dilalui.

Hasil akhir proses pernjernihan minyak ini berwarna kuning kecoklatan dan jernih. 3). Diperoleh teknik penyimpanan biji kapas yang dapat mempertahankan kandungan dan mutu minyak biji kapas. Pengaruh lama waktu penyimpanan biji kapas kabu-kabu sampai 225 hari atau tidak langsung diproses menjadi minyak makan, relatif kecil menurunkan berat 100 biji dan kandungan minyak serta meningkatkan angka asam. Pengaruh penggunaan berbagai jenis kemasan, relatif tidak berbeda dibanding penyimpanan terbuka. Angka peroksida tidak dipengaruhi oleh waktu penyimpanan dan jenis kemasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *