Peluang Pasar Global Desiccated Coconut (DC) dikala Pandemi Belum Berlalu

Artikel Kelapa Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Seminar Online mingguan Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) kali ini berbeda dengan seminar online seri sebelumya. Adalah diputarnya audio visual proses pengolahan Desiccated Coconut atau tepung kelapa di PT. RCI, dimana Kepala Balit Palma Dr.Ir. Ismail Maskromo, MSi. melihat langsung proses pengolahannya. Dalam hal ini dijelaskan oleh Manajer Produksi PT. RCI, bapak Ronny Mandagi memaparkan kapasitas produksi 200-250 ton/hari menghasilkan 1 kontainer sekitar 1100-1200 bags/hari.

Seminar Online mingguan seri ke-11 Balit Palma dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2020 dengan Topik “Peluang Pasar Global Desiccated Coconut di Kala Pandemi Belum Berlalu”. Acara dibuka oleh Host Helmitar Yulia, Amd.TP di lokasi di unit pengolahan DC di PT. Royal Coconut Indonesia (RCI) yang berlokasi di Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Masa pandemi COVID-19 ini perusahaan tidak ada masalah, supply kelapa tetap ada di Sulut, bisa dari Gorontalo juga. Proses pengolahan DC di PT. RCI sebagai berikut: 1) Penurunan Kelapa dari Truck ke Gudang terbuka, tidak terkena panas langsung, 2) Sortasi kelapa berdasarkan kelapa pecah/tidak, besarnya kelapa, untuk produksi memakai ukuran yang pas, 3) Opening kelapa, untuk mengupas batok kelapa target 2400 butir kelapa/hari dibagi 2 shift jam 05.00-13.00 dan 13.00-21.00, 4) Pengupasan kulit ari kelapa dibagian perer agar tepung berwarna putih, air kelapa dikeluarkan, kemudian masuk ke unit produksi 5) Pencucian (washing) daging kelapa setelah disortir dari kotoran paring, 6) Penggilingan dengan Grinder akan menjadi seperti bentuk ampas yang masih basah, 7) Masuk ke Blansher fungsi mematikan bakteri/kuman yang di kelapa giling basah, 8) Pengeringan di dryer (30 menit) mesin croptor, 9) Pengambilan sampel laboratorium untuk uji pertumbuhan jamur, coliform yang merusak kualitas tepung, warna, dsb, tiap bags tidak terlewatkan untuk menjaga kualitas ekspor, dijelaskan oleh Ibu Dewi Kepala Laboratorium 10) Packing tergantung permintaan buyer 1 bags 10, 25, atau 50 kg, 11) Penggudangan DC bags menunggu hasil lab keluar sehari setelahnya jika terkontaminasi akan di karantina dan reproses, 12) Permintaan banyak ekspor Eropa Jerman, Turki, dan Timur Tengah.

Adapun narasumber dalam seminar online seri ke-11 ini yaitu Direktur Utama PT. RCI, Harry Azhar, SE yang menyampaikan “Succes Story dan Peluang Pengembangan Agribisnis Kelapa”. Produk DC dari PT. RCI juga telah tersertifikasi SNI, Halal MUI, KOSHER, dan HACCP untuk memastikan setiap tahapan proses manufacture berjalan dengan baik. Tersertifikasi KOSHER berarti Halal menurut bangsa Yahudi. Kemudian aspek keamanan pangan, uji laboratorium seperti kadar air dan bakteri jika memenuhi syarat baru boleh di ekspor. Produk lain yang diproduksi PT. RCI selain DC adalah produk air kelapa “Beta Coco”, produk santan kelapa “Santang” yang dikemas dengan tetra pack teknologi kemasan aseptic untuk menjaga nutrisi dan minuman kelapa.

Alit Pirmansah dari International Coconut Community (ICC) menyampaikan terkait “Peluang Pasar Global Desiccated Coconut Dikala Pandemi” Pada Tahun 2019 (Sebelum Pandemi Covid-19) pasar dunia DC sebesar 42% disuplai oleh Philippines, kemudian Indonesia 19%, Sri Lanka 12%, dll, banyak permintaan ke negara USA 11,2%, Netherlands 7,8%, Singapore 5,6%, dll. Di kala pandemi COVID-19 terjadi Penurunan eksport di Sri Lanka sebesar -13%. Data BPS Januari-Mei 2020 ekspor seluruh produk kelapa Philippines dan Indonesia terjadi peningkatan (tidak terdampak). Permintaan DC di USA, dan Uni Eropa terjadi penurunan masing-masing volume permintaan -27 sampai -19%. Ekspor DC Philippines dari Januari-Mei 2019 dan 2020 terjadi peningkatan 20%, sedangkan di Indonesia dari Bulan Januari-July 2019 dan 2020 terjadi kenaikan ekspor 28%. Permintaan DC besar karena bahan pangan selalu dibutuhkan di Pandemi.

Paparan Narasumber kemudian dibahas oleh peneliti Pascapanen Balit Palma Patrik M. Pasang, STP, MT. Pasar DC sangat luas/terbuka dalam negeri maupun luar negeri, kelapa parut kering home produk snack sangat banyak. Data-data supermarket 11 industri yang menggunakan DC yaitu Cocola, Nissin paling banyak varian, Aneka Indo Makmur, Arnold yang produksi Good Time rasa coconut gabung dengan sereal, garuda food (Gery, Malkist kelapa), Khong-Guan, Hatari, Cap Orang Tua, Mayora (Roma Biscuit Kelapa), Vercade, dan Kalpa campuran Coklat dan kelapa. Pembahas juga menyinggung selain pemanfaatan sebagai produk pangan, untuk produk non pangan DC digunakan sebagai bahan kosmetik karena masih ada kandungan minyak di dalamnya. Hampir semuanya Industri, karena penanganan DC tidak mudah untuk skala kecil. Harga butiran kelapa untuk dibuat DC cukup stabil dibandingkan dengan kopra. Beliau juga menjelaskan bahwa proses di DC mulai dari kelapa basah, setengah basah, dan kering, kemudian DC didinginkan dulu sebelum dikemas. Terdapat 3 ukuran DC yaitu Medium, fine (halus), dan extra fine yang paling diminati medium dan extra fine Pengemasan dengan bagian luarnya kertas 3 lapis kemudian baru plastik untuk menjaga mutunya. Sebaiknya ada program peremajaan kelapa oleh perusahaan untuk membantu petani pemasok kelapa.

Moderator kali ini adalah Dr. Asthutiirundu, S.Hut., MP yang memandu acara seminar online dengan energik dan menarik.

Closing Statement dari Nara Sumber: 1) Pak Azhar perlu sinergi semua pihak pemerintah dan pengusaha untuk memikirkan semua hal terkait kelapa, di Sulut masih terjadi pengurangan lahan kelapa, 2) Pak Alit mengajak mari kita meningkatkan kesejahteraan petani, dan 3) Pak Patrik mari kita semua bekerjasama untuk membawa petani kita lebih sejahtera lagi. Salam Kelapa Kayalah Petani Kelapa Indonesia (AYP, AI,16092020)

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *