Pelepasan Aren Varietas Akel Toumuung, Komoditas Alternatif Penghasil Gula dan Bio-Etanol

Inovasi Aren Inovasi Teknologi Varietas Varietas Aren

INFO TEKNOLOGI – Aren merupakan salah satu komoditas yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan gula maupun bio-etanol. Tanaman ini memiliki tipe penyerbukan  terbuka, sehingga diduga memiliki  keragaman genetik yang tinggi. Meskipun data rinci mengenai potensi dan sebaran aren masih sulit diperoleh, namun penyebaran tanaman aren sangat luas di Indonesia.

Di Indonesia terdapat beberapa provinsi sentra pertanaman aren di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Di Provinsi Sulawesi Utara, tanaman aren banyak ditemui di  Kota Tomohon yang terletak ± 25 km dari Manado. Kota Tomohon memiliki pertanaman aren seluas 756 ha dengan produksi gula 710,73 ton atau rata-rata 0, 94 ton per hektar per tahun. Tanaman aren di kota Tomohon cukup beragam secara genetik, salah satunya adalah Aren Tipe Dalam. Aren tipe ini  sudah ada sejak lama dimanfaatkan baik sebagai bahan baku pembuatan gula maupun dalam pembuatan minuman beralkohol lokal (dikenal dengan cap Tikus).

Penelitian Aren Dalam di kota Tomohon telah dilakukan sejak tahun 2008 dan dilanjutkan observasinya pada tahun 2012 sampai tahun 2014 oleh Balai Penelitian Tanaman Palma, Badan Litbang Pertanian dan didukung oleh Pemerintah Kota Tomohon. Pada akhir tahun 2014, Balai Penelitian Tanaman Palma bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tomohon telah melepas varietas unggul aren dalam Tomohon dengan nama Aren Varietas Akel Toumuung. Pelepasan varietas tersebut dikukuhkan melalui SK Menteri Pertanian No. 1059/Kpts/SR.120/10/2014.

Varietas ini memiliki produksi nira tinggi yaitu > 30 liter per mayang per hari dan kurun waktu penyadapan per mayang cukup lama yaitu > 3 bulan, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai komoditas alternatif penghasil gula dan bio-etanol. Nilai tambah tersebut memberi peluang pengembangannya di daerah sentra aren lainnya di Indonesia untuk meningkatkan pendapatan petani.

Untuk pengembangan aren varietas Akel Toumuung, saat ini telah dipilih pohon induk sebanyak 33 pohon yang sangat potensial untuk dijadikan sumber benih. Produksi benih per mayang rata-rata 7.200 butir, sedangkan produksi benih per pohon 54.700 butir. Dengan demikian dari pohon induk terpilih akan menghasilkan benih aren yang dapat digunakan untuk pengembangan aren seluas 136,7 hektar.

 

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *