Pelatihan Model Pengembangan Kakao Terpadu

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Kakao

SOPPENG, PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Soppeng, Propinsi Sulawesi Selatan melaksanakan  Pelatihan Petani pada Model Pengembangan Kakao Terpadu bertempat di Desa Tinco Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng pada tanggal 27  – 28 Juni 2011.

Laporan Pelaksanaan kegiatan Model Pengembangan Kakao Terpadu ini disampaikan oleh Kepala Puslitbang Perkebunan, Dr. M. Syakir, MS. Pelatihan di buka oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Abdul Haris, SH, MM, dihadiri oleh Asisten Daerah Bagian Ekonomi, Kepala Dinas Kabupaten Soppeng dan staf, Pejabat Eselon II dan III Kabupaten Soppeng, Para Kepala Desa Kecamatan Citta, Kelompok Tani Kecamatan Cittta  dan perwakilan petani Kakao Kecamatan Citta kurang lebih 150 orang. Acara ditutup oleh Kepala Dinas Kabupaten Soppeng Bapak Ir, Suriyadi, MP.

 

Tujuan dari model pengembangan kakao terpadu ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mutu kakao di tingkat petani. Berbeda dengan kegiatan Gernas, pengembangan kakao yang akan dilaksanakan di Soppeng ini dipadukan dengan pemanfaatan limbah ternak dan limbah kakao, sehingga diharapkan dapat peningkatan pendapatan petani.

Pelatihan  dilaksanakan selama dua hari, pada hari pertama disampaikan teori dengan nara sumber : (1) Budidaya tanaman kakao oleh Dr. Rubiyo Puslitbang Perkebunan Bogor, (2) Pengendalian Hama kakao oleh Dr. Siswanto Puslitbang Perkebunan Bogor, (3) Pengendalian Penyakit Kakao oleh Prof. Dr. Elna Karmawati Puslitbang Perkebunan Bogor, (4) Pemanfaatan Limbah Kelapa disampaikan oleh Dr. Sahardi Mulia BPTP Makassar, (5) Pertanian Tekno Ekologis disampaikan oleh Ir. Satrio Guntoro BPTP Bali dan (6) Kelembagaan dan Sistem Usahatani Kakao disampaikan oleh Ir. Darwis Ali, MS Universitas Hasanudin Makassar.

Pada hari kedua dipraktekkan secara langsung yang meliputi : (1) Budidaya Pertanaman  Kakao, (2) Pembuatan pakan ternak dari limbah kakao dan kelapa dan (3) pembuatan pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *