Pati Sagu dan Produk Olahan Bagea

Artikel Sagu Berita Perkebunan Inovasi Teknologi

WARTA PERKEBUNAN – Pati sagu merupakan makanan pokok hanya pada sebagian daerah di Indonesia, sehingga secara nasional konsumsi pati sagu di kawasan perkotaan hanya 0,08 kg/kapita/tahun, se-dangkan di pedesaan 0,71 kg/ kapita/tahun. Dibandingkan dengan konsumsi terigu tahun 2009 mencapai 12.88 kg/kapita/tahun di kota, sementara di desa 9,05 kg/kapita/tahun. Oleh karena itu diperlukan upaya diversifikasi produk pangan dari pati sagu.

Salah satu produk pangan dari pati sagu adalah kue Bagea yang proses pengolahannya masih secara tradisional. Prosesnya hanya mencampurkan pati sagu, santan, gula pasir, telur, kenari, kayumanis sampai membentuk adonan, dicetak, dibungkus daun sagu dan dipanggang.

Proses pemanggangan, menggunakan sumber panas langsung, menggunakan bahan bakar limbah kelapa. Pemerintah setempat sangat men-dukung usaha pengolahan kue Bagea dengan memberikan bimbingan cara pengolahan yang baik dan higienis, sehingga produk ini telah memperoleh sertifikat dengan P-IRT.No. 606710502000419 dan sering diikut sertakan dalam kegiatan-kegiatan pameran baik lokal maupun nasional.

Pemasaran kue Bagea masih terbatas di pasar swalayan, seperti Golden, Jumbo, Multimart, Freshmart dan toko-toko souvenir di Propinsi Sulawesi Utara. Perbaikan fasilitas produksi masih diperlukan melalui dukungan dana dari Pemerintah Daerah.

Gambar. Pati sagu basah (a) dalam kemasan tradisional dan pati sagu kering (b) dalam kemasan plastic, 2. Adonan bagea (a), daun sagu (b), pencetakan dan pembungkusan bagea (c), bagea siap dibakar (d), proses pembakaran (e), proses pemanggangan (f), bagea siap dikemas (g) dan bagea dalam kemasan berlogo (h) dan 3. produk kue bagea di salah satu etalase pasar swalayan.

Selengkapnya Download full text: perkebunan_WartaVol23No3-2017.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *