Optimasi dan Evaluasi Metode Kriopreservasi Purwoceng

Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Optimasi dan evaluasi metode kriopreservasi perlu dilakukan dalam menentukan protokol standar untuk penyimpanan jangka panjang biakan purwoceng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan pratumbuh, prakultur, dan formulasi media pemulih terhadap daya tumbuh dan daya regenerasi tunas in vitro dan kalus embriogenik serta untuk mengevaluasi metode kriopreservasi melalui observasi morfologi, anatomi, dan sitologi.

Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Kelompok Peneliti Biologi Sel dan Jaringan BB Litbang Biogen pada tahun 2008-2009. Teknik kriopreservasi yang digunakan adalah vitrifikasi (untuk apeks) dan enkapsulasi-vitrifikasi (untuk kalus embriogenik). Pada teknik vitrifikasi, tunas pucuk diberi perlakuan pratumbuh dengan sukrosa (3, 4, 5, dan 6%) selama 1 dan 2 minggu, perlakuan prakultur dilakukan pada media yang mengandung sukrosa 0,3 M selama 1 dan 3 hari, perlakuan dehidrasi dengan PVS2 diberikan selama 15 dan 30 menit, dan media pemulih yang diujikan adalah media dasar MS atau DKW dengan dan tanpa penambahan adenin sulfat 20 ppm. Pada teknik enkapsulasi-vitrifikasi, kalus embriogenik dienkapsulasi terlebih dahulu dengan Na-alginat 3%, perlakuan dehidrasi dengan PVS2 diberikan selama 0, 30, dan 60 menit. Evaluasi metode teknik kriopreservasi dilakukan melalui pengamatan morfologi secara visual, anatomi meristem dengan scanning electron microscope (SEM), pengujian viabilitas dengan fluorescein diacetate (FDA), dan analisis ploidi secara flowcytometry.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik enkapsulasi-vitrifikasi lebih baik daripada teknik vitrifikasi untuk kriopreservasi purwoceng. Walaupun persentase keberhasilan kriopreservasi rendah (10%), kalus embriogenik purwoceng mampu berproliferasi dan beregenerasi menjadi ribuan embrio somatik dewasa. Evaluasi metode kriopreservasi dengan SEM dan FDA dapat diterapkan untuk memperkirakan keberhasilan teknik kriopreservasi secara dini sedangkan analisis flowcytometry dapat diterapkan untuk menguji stabilitas genetik bahan tanaman pasca-kriopreservasi. (\Ika Roostika, Ireng Darwati, dan Rita Megia)

Sumber : Jurnal Littri Puslitbang Perkebunan Vol. 19 No. 3, 2013

Download Fulltext: perkebunan_jurnal-littri_Vol19313_6.-Ika-Roostika_2.pdf

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *