MP2T3 Disiapkan Untuk Dukung Produktivitas Gula Nasional

Artikel Tebu Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono, berkesempatan melaksanakan panen tebu tanggal 12 Juli 2014 di Jaken, Pati, Jawa Tengah, yang telah menerapkan Model Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (MP2T3). Sebelumnya gelar teknologi pendukung pencapaian swasembada gula  dan pencanangan MP2T3 tersebut telah dilakukan oleh Bapak Menteri Pertanian, Dr. Suswono pada tanggal 29 Juni 2013 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya Ka Badan menyampaikan, ketika berbicara mengenai tebu berarti juga berbicara mengenai gula. Artinya dari dulu, pertebuan merupakan paket yang tidak terpisah dan selalu harmonis dengan gula, dan tebu merupakan komoditas prioritas Kementerian Pertanian. Oleh karenanya, Balitbangtan ikut mendorong mengalirkan teknologi pertebuan yang dihasilkan Balitbangtan ke petani tebu.

Asisten Dua Bupati Pati, Pujo Winarno menyampaikan bahwa Kabupaten Pati merupakan pemasok tebu untuk 3 (tiga) pabrik gula (PG), dengan luas pertanaman tebu ± 160.000 ha dan menyerap tenaga kerja hingga 120.000 orang. Persoalan yang dihadapi adalah rendemen yang menjadi patokan pabrik 7,5 sementara dari panen yang diperoleh adalah 6,4. Oleh karenanya diharapkan dengan teknologi diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat atas permasalahan tersebut.

Pada prinsipnya, penentu besarnya rendemen adalah prestasi petani dan prestasi PG. Prestasi petani tercermin pada kualitas tebu, yaitu nilai yang menunjukkan jumlah gula potensial yang dapat diperah menjadi gula (recoverable sugar). Prestasi PG merupakan efisiensi teknis yang ditunjukkan oleh besarnya overall recovery (OR), yaitu persentase gula yang dapat diperah dari gula yang ada pada tebu.

Model Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (MP2T3) telah dicanangkan oleh Menteri Pertanian pada tahun lalu, dan telah diawali dengan panen tebu G2 hasil kultur jaringan di Kebun Percobaan (KP) Muktiharjo, Kabupaten Pati pada akhir Juni 2013 lalu. Badan Litbang Pertanian berperan aktif dalam hal penyediaan dan memperbanyak bibit tebu yang berasal dari kultur jaringan G2 dan kemudian dikembangkan menjadi bibit G3.

Tentunya ke depan apabila produktivitas bisa ditingkatkan dengan intensifikasi, maka berikutnya adalah peningkatan industri gula. Sehingga yang dibutuhkan adalah koordinasi yang sinergis dengan berbagai pihak, simplifikasi, dan komunikasi. Balitbangtan siap untuk menghasilkan varietas dengan rendemen tinggi dari hasil kultur jaringan, dengan didukung oleh alat pengukur rendemen di pabrik dan teknologi perbanyakan bibitnya.

Sumber: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *