Misi Bank Dunia: Memastikan SMARTD Project di Puslitbangbun Memberikan Dampak Positif bagi Stakeholders

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

BOGOR, PERKEBUNAN – SMARTD (Sustainable Management of Agricultural Research and Technology Dissemination) Project merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas institusi untuk mengembangkan dan mendiseminasikan teknologi inovatif yang dibutuhkan masyarakat. Project ini telah diimplementasikan di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, termasuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) beberapa tahun yang lalu. Project ini berakhir pada pada Tahun 2019. Dalam rangka mengevaluasi dan memastikan bahwa project yang sudah diimplementasikan di Puslitbangbun dan unit kerja lain lingkup Balitbangtan benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, produksi komoditas pertanian dan penderasan informasi teknologi kepada masyarakat, maka pada hari Rabu 2 Oktober 2019, perwakilan Bank dunia datang berdialog dengan pimpinan dan staf Puslitbangbun.

 

Tim Bank dunia yang terdiri atas Mr. Norman Messar dan Mrs. Anne Ckastele merupakan pakar ekonomi dan pertanian di FAO ROME yang diminta oleh Bank Dunia untuk mewakili lembaga internasional ini dalam melakukan review SMARTD Project di lingkup Balitbangtan. Tim didampingi oleh Ibu Mariam Rikhara dan management SMARTD Balitbangtan. Tim disambut oleh Kepala Puslitbangbun yang diwakili oleh Kepala Bidang KSPHP, Ir. Jelfina C. Alouw, MSc, PhD, dan tim peneliti yang terlibat pada project SMARTD, serta beberapa pejabat esselon 4 dan staf Bidang KSPHP.

Alouw memberikan informasi singkat tentang Puslitbangbun dan memaparkan kegiatan SMARTD di Puslitbangbun yang terdiri atas beberapa komponen antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan jangka panjang dan pendek, training dan keikutsertaan sebagai nara sumber dalam seminar dan konferensi baik nasional maupun internasional, pembangunan laboratorium dan rumah kaca, dan kegiatan penelitian dan pengembangan serta diseminasi hasil-hasil penelitian. Dampak yang diperoleh cukup banyak antara lain peningkatan produktivitas dan nilai tambah beberapa komoditas perkebunan yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kemiskinan.

Tim Bank dunia dan management SMARTD mengapresiasi laporan yang dipandang sangat informatif seraya berharap untuk menyertakan hasil analisis ekonomi terhadap peningkatan nilai tambah. Jenis teknologi dan bantuan yang masih dibutuhkan untuk mengisi gap antara kebutuhan dan realita menjadi bahan perbincangan sebagai bahan masukan bagi rencana kedepan. Semoga dampak jangka panjang bagi upaya mengembalikan kejayaan rempah dan komoditas perkebunan dapat segera terwujud (JCA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *