Minyak Pelumas dari Produk Samping Kemiri Sunan

Berita Perkebunan

WARTA PERKEBUNAN – Minyak pelumas berbasis senyawa polyolester dapat diproduksi dari bahan bakar senyawa gliserol hasil samping pembuatan biodiesel kemiri sunan dan senyawa asam oleat minyak kemiri sunan.

Pembuatan minyak pelumas ini melalui proses polimerisasi gliserol, konversi asam oleat menjadi estolida, serta esterifikasi produk kedua reaksi sebelumnya, polyolester yang diperoleh memenuhi spesifikasi pelumas SAE 30 – SAE 60 untuk pelumas mesin otomotif.

 

Hasil formulasi polyolester dengan bahan-bahan aditif antifoaming, overbased detergent, anti oxidant, dispersant, corrosion inhibitor, antiwear, friction modifier, pour point depressants, menghasilkan minyak pelumas yang secara umum memenuhi syarat karakteristik pelumas SNI 06-7069.1-2005.

Semakin meningkatnya kebutuhan minyak pelumas untuk industri dan otomotif, serta semakin menipisnya cadangan minyak bumi, maka pembuatan produk minyak pelumas berbasis polyolester berbahan baku minyak nabati khususnya minyak kemiri sunan sangat layak untuk dikembangkan di Indonesia. Hal tersebut mengingat dalam pemanfaatan tanaman ini tidak berkompetisi dengan tanaman pangan.

Pembuatan minyak pelumas berbahan baku nabati akan menghemat devisa negara, mengingat akan terjadinya pengurangan impor bahan baku minyak pelumas maupun minyak pelumas sintetis. (Juniaty Towaha, BALITTRI).

Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *