Mentan: Program 500 Juta Benih untuk Peremajaan Tanaman Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN, Indonesia punya potensi perkebunan cukup besar, diantaranya kelapa sawit sebagai komditas yang paling dominan dan cukup besar, kemudian diikuti oleh kakao, karet, sagu, tebu, kelapa, dan lada. Melalui konferensi internasional ini diharapkan akan ada sharing teknologi dan pengetahuan, dan networking diantara para peserta. Terkait peremajaan tanaman perkebunan, Kementan memiliki program 500 juta tanaman tiap tahun selama 5 tahun yang disebut program bun500.

Melalui program tersebut diharapkan tanaman tua bisa diremajakan dan produktivitas tanaman akan meningkat. Misal untuk kakao diatas 3 ton, kopi 2 ton, ujar Menteri Pertanian dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry pada acara The 1st International Conference on Sustainable Plantation, 2019 di di IPB International Convention Center, Bogor (20/8/19).

The 1st International Conference on Sustainable Plantation, 2019 yang dilaksanakan selama 3 hari 20-22 Agustus 2019 merupakan
Simposium International pertama tentang komoditas strategis perkebunan atas kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan dengan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sebelumnya Rektor IPB, Dr.Ir. Arif Satria dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memahami perspektif Pertanian di era teknologi 4.0. Kegiatan pertanian di lahan pertanian dengan teknologi industri 4.0 akan mengarah pada pencapaian kuantitas minimum pemanfaatan air, pupuk dan pestisida. Targetnya adalah area yang lebih spesifik melalui bantuan teknologi yang ramah lingkungan dan pencitraan iklim. citra udara, teknologi informasi dan GPS, ujar Rektor IPB.

Simposium International pertama komoditas strategis perkebunan ini dihadiri peserta luar Negeri dari Australia, Belanda, India, dan Jepang. Peserta dalam negeri yaitu para peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian Kementan, dosen IPB, praktisi, organisasi profesi antara lain : Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), International Society of South-East Asia Agricultural Scientist (ISSAAS), Japan Society of Tropical Agricultura (JSTA), The Society of Sago Palm Studies (SPSS). Kedepan kita akan rutin menggelar acara konferensi seperti ini, ujar Ketua Panitia Dr. Ahmad Junaedi yang juga adalah Wakil Dekan Fakuktas Pertanian IPB. Indonesia kaya akan komoditas perkebunan yang mendunia, untuk itu kami ingin mengangkat potensi keunggulan komoditas strategis yang ada di Indonesia seperti, kelapa, kelapa sawit, kakao,teh, sagu, lada.

Selain itu dalam konferensi ini juga akan membahas secara saintific isu negatif terkait lingkungan terhadap komoditas sawit. Kita mengundang Prof. Dr. Meine Van Noordwijk, chief Scientist of The World Agroforestry Center (ICRAFT) narasumber terkait komoditas yang diangkap sebagai salah satunya yang berkontribusi terhadap lingkungan adalah kelapa sawit, isu lingkungan juga terkait keamanan pangan, kita ungkap secara saintifiknya seperti apa. Kita bangun jejaring secara ilmiah melalui konferensi ini. Kita mengundang narasumber kunci di berbagai komoditas perkebunan, imbuhnya.

Adapun agenda acaranya, pada hari pertama dengan agenda pembukaan, pemaparan makalah utama (plenary session) 1 – 3. Pada malamnya kegiatan “Gala Dinner”. Hari kedua, dengan agenda pemaparan makalah dalam Paralel session yang terbagis atas 2 kelompok yaitu : A dan B. Sedangka pada hari Ketiga dengan agenda keiatan Excursion ke Museum Tanah dan Pertanian serta ke Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) di Sukabumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *