Mentan: Ilmu yang Dihasilkan oleh Peneliti Harus Turun ke Bumi

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaeman menyampaikan apresiasinya kepada para peneliti dan perekayasa yang telah banyak menghasilkan inovasi teknologi. Tanpa teknologi pasti kita tidak bisa bersaing, dan masyarakat kita tidak mungkin bisa sejahtera, ujar Mentan. Dalam arahannya Mentan berpesan agar ilmu yang dihasilkan oleh para peneliti harus ‘turun ke bumi’ dan dinikmati oleh masyarakat.

Hal ini disampaikan Mentan dalam arahannya pada Rapat Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Cimanggu Bogor (30/10/2015). Sebelumnya Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir membuka Raker ini dengan tema “Percepatan Hilirisasi Inovasi Pertanian untuk mewujudkan Swasembada Pangan” yang dilaksanakan di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Cimanggu Bogor tanggal 30 – 31 Oktober 2015.

Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa Kementerian Pertanian telah melakukan upaya dan kerja keras untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui pencapaian swasembada pangan secara berkelanjutan. Dalam persaingan global ini, tuntutan penerapan teknologi merupakan suatu keharusan. “Tanpa teknologi pasti kita tidak bisa bersaing, dan masyarakat kita tidak mungkin bisa sejahtera” ujar Mentan. Para peneliti harus turun ke lapangan ‘hand in hand’ dengan sinergi yang kuat termasuk dengan Perguruan Tinggi dan Pemda, imbuh Mentan. Mentan juga terus mendorong agar para peneliti dari Balitbangtan dan Perguruan Tinggi untuk bersemangat mengembangkan inovasi teknologi pertanian.

Rapat kerja dihadiri oleh lebih kurang 400 orang peserta dan juga dihadiri oleh 2 orang dari DPD RI yaitu Ketua Komite II yang membidangi pertanian (Parlindungan Purba SH., MM.) dan Anggota dari Sumatera Barat. Dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, dan upaya Kementan mengajak mitra Perguruan Tinggi untuk sama-sama menyukseskan pembangunan pertanian.

Hadir sebagai nara sumber antara lain : Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Inovasi Teknologi (Dr. Mat Syukur); Kepala Biro Perencanaan (Dr. Kasdi Subagiyono); Kepala Biro Pangan dan Pertanian Bappenas; Direktur Sistem Penganggaran, Ditjen Anggaran; Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan, Sekretariat Jenderal; Direktur  Akuntansi dan Pelaporan Keuangan DJPN.

Pada raker ini juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala Balitbangtan dengan 15 Perguruan Tinggi yang disaksikan oleh Menteri Pertanian. Nota kesepahaman tentang Pengembangan TTP dan GLIP, dengan UNILA, UNSRI, IPB, UNPAD, UNSOED, Universitas Pancasakti, UGM, UB, Universitas Palangkaraya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Tompotika Raya, Universitas Tadulako, Universitas Al Khairat, Universitas Hasanuddin, Universitas Muslim Indonesia.Materi utama yang dibahas pada Raker ini adalah Fokus Program 2016 dan Arah Penelitian Pertanian Modern; Model Pengembangan Pertanian Bioindustri; progres 2015 dan rencana 2016; Konsep Gelar Lapang Inovasi Pertanian Modern dan Pengembangan Desa Mandiri Benih Pajale, Babe, Teka, SITT.

Semoga kerja keras Kepala Badan Litbang beserta jajarannya di seluruh Indonesia dalam upaya Percepatan hilirisasi inovasi pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan, peningkatan daya saing produk pertanian di pasar global serta peningkatan kesejahteraan petani diridhoi Allah SWT. Aamiin.

Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaeman memberikan arahan pada Rapat Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Cimanggu, Bogor (30/10/2015).

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir dengan 15 Perguruan Tinggi yang disaksikan oleh Menteri Pertanian (30/10/2015).

Foto Kepala Badan Litbang Pertanian bersama pejabat Eselon II dan III lingkup Balitbangtan (30/10/2015).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *