MENTAN Buka AGRINEX Expo 2012

Aktifitas Puslitbangbun

JAKARTA, PERKEBUNAN – Mentan Pertanian Dr. Suswono membuka Agrinex Expo 2012 yang berlangsung dari tanggal 30 Maret sampai dengan 1 April 2012 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Agrinex Expo 2012 diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Performax yang didukung oleh Kementerian Pertanian dan Coop Indonesia. Agrinex expo keenam kali ini mengusung tema “Agribisnis untuk Semua”.

Agrinex expo adalah media bagi penyelenggara untuk menunjukan pencapaian di sektor agribisnis Indonesia, di samping itu juga sebagai media edukasi masyarakat untuk mengenal dan mencintai agribisnis Indonesia.

Dalam sambutannya Mentan berharap agar kegiatan promosi produk-produk pertanian kita dapat memberikan dampak positif yang nyata dalam pengembangan produk pertanian dan akhirnya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku agribisnis terutama para petani/produsennya.

Pelaksanaan Agrinex expo di JCC dilaksanakan di Hall A untuk display dan Hall B untuk penjualan produk hortikultura. Hall A dalam klaster “Bumi Horti” yang diisi oleh para pelaku usaha hortikultura, Dewan Hortikultura Nasional dan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, sedangkan di Hall B dalam klaster “Agribisnis” diisi oleh para pelaku usaha besar, PKBL,BUMN, 10 Kementerian terkait dan urusan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.

Round Table Meeting

Pada siang harinya, rangkaian kegiatan Agrinex Expo tepat pukul 13.00 WIB dilaksanakan Round Table Meeting (RTM) di “Nuri Room”. RTM merupakan kegiatan mempromosikan hasil inovasi teknologi/produk Badan Litbang Pertanian kepada pelaku usaha.

RTM yang sedianya akan dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, diwakilkan kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Dr. M. Syakir, MS. Dalam sambutannya Ka Badan mengatakan bahwa berbagai inovasi teknologi yang diperoleh oleh para peneliti Badan Litbang merupakan kontribusi yang positif bagi perkembangan pertanian di Indonesia.

Kontribusi tersebut secara khusus untuk kesejahteraan petani dan umumnya masyarakatan Indonesia. Inovasi-inovasi  tersebut  yang ditangkap oleh pelaku usaha diharapkan dapat memudahkan petani dalam mendapatkan produknya di pasaran karena diproduksi secara massal dan memiliki keunggulan komparatif.

 

Kegiatan RTM dipandu oleh Prof.Dr. Kusumo menampilkan 6 inventor yang akan mempromosikan produknya yang terbagi atas produk pupuk hayati dan pestisida.

Pupuk hayati dengan 2 produk”Biosure” yaitu pupuk hayati lahan rawa, dan “Trichocompost yaitu biofungisida Trichoderma sp., pengendali penyakit tanaman. Pestisida pestisida nabati yang dipromosikan sebanyak 6 produk yaitu : “Organeem” yaitu pestisida nabati ekstrak biji Mimba, “Bio-Lec” yaitu biopestisida efektif terhadap berbagai jenis OPT, “Metabron” yaitu bio-insektisida pengendali hama Brontispa, dan “Latricid” yaitu pestisida hayati pengendali CVPD serangga vektor (Diaphorina citri Kuw).

Talkshow

Pada sore harinya dari rangkaian kegiatan Agrinex Expo dilakukan Talkshow yang menampilkan Menteri Pertanian sebagai nara sumber. Mentan berhalangan hadir dan diwakilkan kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Dr. M. Syakir, MS.

Mentan dengan topik makalah “Petani Kita Miskin Apa Jalan Menuju Sejahtera” menyampaikan tentang kondisi petani dan kesmiskinan, permasalahan mendasar, peran strategis sektor pertanian dalam pembangunn nasional, dan program penanganan kemiskinan.

 

 

Permasalahan mendasar sektor pertanian dan petani adalah (a) kepemilikan lahan yang sempit rata rata < 0,5 ha, (b) keterbatasan infrastruktur, sarana prasarana, lahan, dan air, (c) keterbatasan akses petani terhadap permodalan dan lahan, (d) kemampuan manajerial dan kewirausahaan yang terbatas, (e) meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global, (f) lemahnya kapasitas kelembagaan petani dan penyuluh, dan (g) nilai tukar petani tidak menunjukkan kemajuan yang berarti.

Kondisi-kondisi tersebut memerlukan penanganan secara terintegrasi dari beberapa sektor yang terkait. Hal ini menjadi sangat penting mengingat peran strategis sektor pertanian dalam pembangunan nasional sebagai (a) penghasil pangan, (b) sumber pendapatan penduduk, (c) penyumbang PDB, (d) penyerapan tenaga kerja, (e) penyedia bahan baku industri, (f) sumber devisa, dan (g) pasar bagi produk dan jasa sektor non pertanian.

Oleh karena itu, program penanggulangan kemiskinan dengan target peningkatan kesejahteraan petani diarahkan terhadap upaya peningkatan pendapatan per kapita. Rata-rata laju peningkatan pendapatan per kapita pertanian adalah 11,10% per tahun. Guna mensejahterakan petani tersebut maka prioritas kebijakan pertanian adalah:

  1. Sebagai produsen hasil pertanian, petani harus mendapat perlindungan dari struktur pasar yang tidak sempurna, oleh karena itu subsidi, proteksi dan kemudahan harus diberikan kepada petani dalam menghadapi negosiasi perdagangan internasional.
  2. Petani harus diupayakan sebagai net produser dan mempunyai skala usaha yang cukup.
  3. Peningkatan SDM petani. Petani harus mempunyai kemampuan manajerial, kewirausahaan dan penguasaan teknologi untuk mengembangkan usahanya.
  4. Dibangun industrialisasi pertanian yang merupakan subsistem dalam sistem agribisnis, untuk ini dibutuhkan dukungan sektor di luar pertanian.
  5. Pemanfaatan lahan dan sumberdaya secara optimal. Lahan kritis perlu direhabilitasi agar dapat berfungsi melestarikan ekosistem.
  6. Infrastrutur pertanian yang memadai seperti fasilitas irigasi untuk pertanian, jalan untuk mengangkut hasil dan sarana produksi usahatani, pasar hasil maupun pasar sarana produksi, perkreditan yang sesuai dengan usaha pertanian dan agribisnis
  7. Pembenahan kelembagaan petani.
  8. Kondisi ekonomi maktor yang kondusif bagi pengusahaan pertanian dan agribisnis
  9. Anggaran pembangunan pertanian ditingkatkan sesuai dengan jumlah penduduk yang terlibat.

 

(Redaksi Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *