Mentan Ajak Masyarakat untuk Terlibat dalam Mengembangkan Benih Unggul

Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN -Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa untuk mencegah impor benih dan bibit berkelanjutan, masyarakat diajak untuk terlibat dalam mengembangkan benih unggul tanaman. Karena bibit/benih unggul dapat mendukung target pemerintah dalam mencapai swasembada pangan nasional. Hal itu disampaikannya sebagai keynote speaker pada acara Seminar Nasional “Pengembangan Teknologi Perbenihan dan Perbibitan Nasional serta  Penguatan Kelembagaannya” di Auditorium Kementan, Jakarta (21/08/2017).

Seminar Nasional tersebut dalam rangka menunjang tahun perbenihan dan menjawab tuntutan pembangunan pertanian masa depan yang modern, berdaya saing dan berkelanjutan. Kegiatan seminar dirangakaikan dengan pengukuhan dewan pengurus pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI)  periode 2017-2022.  Pengukuhan sebanyak 73 Dewan Pengurus Pusat periode 2017-2022 oleh Ketua Umum MPPI Dr.Ir. Herman Khaeron, M.Si., selain dihadiri oleh Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Ketua Komisi IV DPR, Pejabat Eselon I Kementan, undangan lainnya.

Pada acara tersebut Menteri Pertanian yang didampingi Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Muhammad Syakir juga melepas dua Varietas Unggul Baru (VUB) padi “Inpari 42 dan 43 Agritan GSR (Green Super Rice)”. Kedua VUB  tersebut memiliki daya hasil tinggi dengan produktivitasnya mencapai 10 ton per hektar. Disamping itu kedua varietas tersebut juga lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi penggunaan input seperti pestisida, pupuk kimia, dan air.

Kelebihan dari kedua VUB hasil Balitbangtan tersebut lebih tahan wereng, rendaman dan kekeringan. Ketahanannya terhadap wereng telah teruji pada ledakan wereng cokelat tahun ini di Karawang, Indramayu, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen. Kedua varietas tersebut berumur genjah lebih cepat panen 3-5 hari dari varietas Ciherang, rendemen beras tinggi lebih dari 65 persen serta bertipe malai lebat dengan posisi malai di tengah daun bendera, sehingga terhindar dari serangan burung.

Pada acara Seminar Nasional juga menampilkan 3mpat Pembicara Utama diantaranya Kepala Badan Litbang Pertanian yangmenyampaikan makalah utama dengan judul “Peran perbenihan dan perbibitan nasional dalam pertanian modern”.

Untuk lebih memasyarakatkan berbagai benih dan bibit yang telah dihasilkan, Badan Litbang Pertanian mengadakan gelar expo di sela-sela kegiatan seminar perbenihan dan perbibitan tersebut. Gelar Expo Pengembangan Inovasi Teknologi Perbenihan menampilkan berbagai benih dan bibit serta berbagai produk inovasi teknologi lainnya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) menggelar VUB Tebu Amphibi, Kelapa Bido, Kelapa Puan Kalianda (KPK), Lada, Kopi dan Kakao.

Foto: Pengukuhan 73 Dewan Pengurus Pusat periode 2017-2022 oleh Ketua Umum MPPI Dr.Ir. Herman Khaeron, M.Si.

Foto: Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaeman saat memberikan arahan dan Keynote Speech.

 

Foto: Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir saat menyampaikan Makalah Utama dengan judul “Peran perbenihan dan perbibitan nasional dalam pertanian modern”.

Foto: Kunjungan Pembinaan MPPI Jafar Hapsah ke stand mini expo Puslitbangbun.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *