Mensinergikan Perencanaan dan Anggaran Riset Untuk Mewujudkan Indonesia yang Berdaya saing dan Berdaulat Berbasis Riset

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) yang diwakili oleh Kabid KSPHP Ir. Jelfina C. Alouw, MSc., Ph.D., bersama dengan beberapa Unit Kerja lingkup Balitbangtan menghadiri rapat koordinasi Riset nasional yang diselenggarakan oleh Kemenristek DIKTI pada Kamis 9 Agustus 2018 di Pekanbaru, Riau.

Tujuan Rakor nasional Riset tahun 2018 meliputi 1) mendapatkan masukan dari Lembaga Litbang, Perguruan Tinggi dan Para Pakar tentang perencanaan program dan anggaran riset tahun 2020-2024, 2) menyampaikan informasi Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentang prioritas Riset nasional 2017-2019, dan 3) untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan sebagai bahan penyusunan Prioritas Riset Nasional 2020-2014.

Hadir memberikan sambutan dalam rakornas adalah Menristek Dikti, dan Presiden RI ke-3 Prof. Dr. H. BJ. Habibie. Narasumber antara lain berasal dari perwakilan Menko Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan yang menyampaikan topik ‘ Kebijakan Litbang Nasional”, Pimpinan Pansus DPR dengan topik “Sistem Inovasi Nasional Ilmu Pengetahuan Teknologi” serta “Riset sosial humaniora oleh Prof.Dr. Siti Zuhro, MA. Para peserta Rakornas berasal dari Kemenristek Dikti, Kementan, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kemenko bidang Pembangunan manusia dan kebudayaan, kemenkominfo, Kemenko bidang Kemaritiman, Jementerian ESDM, BMKG, BPPT, BATAN, LIPI, BIG, LAPAN, BSN, BAPETEN, BAPPEDA, Balitbang Propinsi, LPPM, Balitbang Kementerian dan Dewan Riset Daerah.

Menristek Dikti menyampaikan persoalan yang dihadapi bangsa saat ini, sehingga Perguruan tinggi dan lembaga litbang dituntut untuk mengembangkan kemampuannya agar dapat menghasilkan invensi dan inovasi yang bermanfaat bagi penyelesaian berbagai kebutuhan masyarakat akan teknologi yang efektif, efisien, mudah dan murah dengan kualitas yang lebih baik.

Peserta dibagi sesuai fokus riset untuk berdiskusi, berkoordinasi serta saling tukar menukar informasi dalam rangka menetapkan tema riset, topik riset, institusi pelaksana, target capaian dan rencana alokasi anggaran. 10 fokus riset yang dibahas adalah: 1) Pangan-Pertanian, 2) Kesehatan, 3)Energi, 4) Transportasi, 5) TIK, 6) Pertahanan keamanan, 7) kemaritiman, 8) Kebencanaan, 9) Material maju, 10) sosial humaniora. Bidang pangan-pertanian mencakup teknologi hulu sampai hilir termasuk fokus pada lahan suboptimal. Bidang energi mencakup Substitusi energi ke sumber energi terbarukan dengan memanfaatkan limbah produk pertanian dan mikroba.

Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 juga telah disusun untuk menciptakan sinergi perencanaan disektor riset yang selaras dengan perencanaan pembangunan nasional. Pemerintah mendorong kemajuan iptek dan mengharapkan adanya peningkatan kontribusi riset bagi ekonomi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *