Meningkatkan Keberhasilan Penyambungan Jarak Pagar Melalui Pendekatan Karakteristik Tanaman dan Lingkungan

Inovasi Teknologi Terpopuler

INOVASI PERKEBUNAN – Salah satu upaya meningkatkan produksi jarak pagar dapat dilakukan melalui teknologi penyambungan (grafting). Dengan menggabungkan keunggulan dari calon bagian tajuk yang memiliki potensi produksi tinggi sebagai batang atas dengan calon batang bawah dari bahan tanaman yang mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan biotik dan abiotik marginal.

Penyambungan tanaman (grafting) adalah proses penggabungan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda, sehingga tercapai persenyawaan, terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka pertautan sambungan, dan tumbuh sebagai tanaman baru.

Tanaman baru yang dihasilkan diharapkan memiliki kombinasi sifat unggul dari batang bawah dan  batang atas yang disambung. Bagian bawah yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock). Bagian atas tanaman yang disambungkan disebut batang atas (scion). Batang bawah berupa pangkal batang yang memiliki perakaran, sedang batang atas merupakan batang yang memi-liki lebih dari satu mata tunas, baik itu berupa tunas pucuk atau tunas samping.

Penyambungan bertujuan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil tanaman, rehabilitasi tanaman yang rusak atau kurang produktif, mengubah kultivar dari tanaman yang telah berproduksi, mempercepat waktu berbu-nga dan berbuah, serta memodifikasi bentuk pertumbuhan tanaman (Gambar 1).

Gambar 1. Tanaman hasil penyambungan batang bawah dengan perakaran yang kekar dan atang atas yang memiliki produktivitas dan kadar minyak tinggi

Batang bawah (rootstock) yang dipilih diharapkan memiliki karakter sebagai berikut: (1) mempunyai kemampuan bersenyawa atau kompatibel dengan berbagai varietas; (2) mempunyai perakaran yang kuat dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit didalam tanah; (3) kecepatan tumbuhnya sesuai dengan batang atas yang digunakan; (4) tidak mempunyai pengaruh pada batang atas; (5) mempunyai batang yang kuat dan kokoh. Batang atas (scion) yang dipilih diharapkan memiliki karakter sebagai berikut: (1) cabang dari pohon yang kuat, pertumbuhannya normal dan bebas dari serangan hama dan penyakit; (2) bentuk cabang lurus, diameternya disesuaikan dengan batang bawah, yaitu sama atau lebih kecil dari diameter batang bawah; (3) cabang dari pohon induk yang karakternya dikehendaki (produksi dan kadar minyak tinggi); (4) bisa menyesuaikan diri dengan batang bawah sehingga sambungan kompatibel.

Pengaruh batang bawah terhadap batang atas antara lain (1) mengontrol kecepatan tumbuh batang atas dan bentuk tajuknya, (2) mengontrol pembungaan, jumlah tunas dan hasil batang atas, (3) mengontrol ukuran buah, kualitas dan kemasakan buah, dan (4) meningkatkan resistensi terhadap hama dan penyakit tanaman.

Pengaruh batang atas terhadap batang bawah juga sangat nyata. Namun pada umumnya efek tersebut timbal balik sebagaimana pengaruh batang bawah terhadap batang atas. Batang bawah ada yang berasal dari biji dan ada yang berasal dari stek.

Keuntungan batang bawah asal biji umumnya tidak membawa virus dari pohon induknya, dan sistem perakarannya bagus, sedang kele-mahannya secara genetik tidak seragam. Variasi genetik ini dapat mempengaruhi penampilan tanaman batang atas setelah ditanam.

Oleh karena itu perlu dilakukan seleksi secermat mungkin terhadap batang bawah asal biji. Sedang batang bawah yang berasal dari stek akan seragam secara genetik dengan pohon induk sumber batang bawahnya.

(Mohammad Cholid, Heri Istiana, Mohamad Safi’i/ Peneliti Balittas).

Sumber : Infotek Perkebunan Volume 4, Nomor 10, Desember 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *