Mengubah Kompor Bertekanan dari BBM Menjadi BBN

Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Kompor bertekanan telah banyak digunakan, salah satunya adalah kompor semawar. Kompor ini dioperasikan menggunakan bahan bakar minyak tanah. Komponen utama kompor ini adalah, tangki bahan bakar yang dilengkapi dengan pengukur tekanan udara dan kran pengatur bahan bakar, kerangka, komponen pengabut (vaporizer), nozel atau spuyer, serta tempat spiritus.

Untuk mengoperasikan kompor ini, tangki bahan bakar harus diberi tekanan udara hingga mencapai tekanan tertentu agar bahan bakar dapat keluar dari nozel dengan mudah.

Sebelumnya (vaporizer) dipanaskan dengan menyalakan spiritus dalam jangka waktu tertentu sampai bahan bakar minyak yang keluar dari nozel sudah dalam bentuk gas. Saat ini, kompor bertekanan berbahan bakar minyak tanah masih banyak digunakan di warung makanan dan penjual kue gorengan.

Ketersediaan minyak tanah yang tidak menentu mengancam usaha mereka, sehingga sebagian pengguna kompor bertekanan beralih dari minyak tanah ke jenis bahan bakar yang lain, seperti: arang, kayu bakar, LPGdan lain-lain.

Bagaimana dengan nasib kompor bertekanan yang masih ada dengan jumlah ratusan ribu buah. Kompor bertekanan berbahan bakar minyak tanah yang sekarang tersedia, masih dapat dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar minyak nabati.

Pengubahan jenis bahan bakar ini dapat dilakukan dengan mengubah beberapa komponen, yaitu: (1) memperluas cawan spiritus hingga dapat menampung spritus sebanyak 50 ml, dan (2) menambah pipa penahan panas untuk menjaga kestabilan temperatur pada vaporizer. Perubahan ini diperlukan karena sifat fisik dan kimia minyak tanah sangat berbeda dengan minyak nabati.

Minyak nabati mempunyai suhu pembakaran dan viskositas kinematis yang jauh lebih besar dibanding minyak tanah. Sifat ini menyebabkan minyak nabati tidak dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar kompor. Jika menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar, dibutuhkan waktu pemanasan awal (preheating) sekitar 4 menit.

Untuk minyak nabati, preheating membutuhkan waktu lebih lama yaitu antara 5 – 7 menit, karena suhu pembakarannya mencapai sekitar 300 C. Agar preheating menjadi lebih lama, ukuran cawan spiritus harus diubah menjadi lebih luas, sehingga bisa menampung spiritus lebih banyak.

Pengubahan kompor berbahan bakar minyak tanah menjadi berbahan bakar minyak nabati akan mempunyai dampak besar, yaitu (1) terjadinya penghematan yang sangat besar, karena kompor yang ada dengan jumlah ratusan ribu unit tidak perlu dibuang, (2) mendorong program nasional pengembangan bahan bakar nabati, dan (3) mengurangi pencemaran lingkungan serta menjaga kesehatan, (4) dapat memanfaatkan minyak sawit/kelapa bekas (jelantah) yang semula tidak akan dimanfaatkan kembali karena mengandung bahan berbahaya namun dapat dijadikan sebagai sumber bahan bakar nabati.

Kelemahan penggunaan bahan baku nabati untuk kompor semawar ini adalah terjadinya kerak sisa pembakaran yang menyebabkan nozel tersumbat dan pada kompor jenis ini agak sulit dibersihkan. Masih perlu diperbaiki pada bahan bakar nabati untuk mengurangi kerak sisa pembakaran sebelum direkomendasikan penggunanya secara luas (Abi Dwi Hastono/Peneliti Balittas).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *