Menggali Lebih Dalam Potensi Kolaborasi: Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Kab. Sinjai Berkunjung ke Puslitbangbun

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Bimbingan Teknis teknis budidaya, pascapanen sampai pengolahan kopi yang dilakukan Puslitbang Perkebunan di Kabupoaten Sinjai, dan untuk mendapatkan informasi teknologi inovasi komoditas lain serta fasilitas penelitian dan pengembangan perkebunan di Puslitbangbun, Balitbangtan, sebanyak 18 orang pejabat dari Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura (TPH) serta anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dan kelompok tani binaan Dinas Kabupaten Sinjai berkunjung ke Puslitbangbun pada hari Senin (16/9/2019). Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Dinas TPH Kab. Sinjai Ir. Hj. Marwatiah, M.Si menyampaikan tujuan kunjungan kerja dan mengapresiasi sambutan dan pelayanan prima dari Puslitbangbun.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) sebagai salah satu unit kerja (UK) Balitbangtan, Kementan terus melakukan pembenahan baik di bidang penelitian dan pengembangan. Hal ini guna menghasilkan inovasi teknologi pertanian, khususnya bidang perkebunan melalui perbaikan program-program kegiatan maupun peningkatan kegiatan di bidang diseminasi hasil penelitian.

Rombongan diterima oleh Kabid KSPHP yang diwakilkan oleh Kasubbid PHP Sudarsono, SE., beserta Ketua Kelompok Peneliti Puslitbangbun Dr. Ir. I Ketut Ardana, M.Si. dan peneliti Dr. Ir. Siswanto, Dipl. MPhil., Dr.Ir. R.R. Sri Hartati, MP., Dr. Iwa Mara Trisawa, M.Si., dan Dr. Sri Suhesti, serta Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Dr. Ir. Gusmaini, M.Si. dan Ir. Agus Ruhnayat. Rombongan akan berkunjung selama dua hari (16-17 September 2019) di Puslitbangbun, Balittro, dan Balittri.

Dalam sambutannya Sudarsono mengucapkan selamat datang dan mengapresiasi kedatangan rombongan dari Kabupaten Sinjai. Selanjutnya pemaparan Profil Puslitbangbun disampaikan oleh Ketua Kelti (Dr.Ir. I Ketut Ardana, M.Si.). Dalam paparan tersebut disampaikan hasil-hasil inovasi teknologi yang telah dihasilkan serta peluang-peluang hasil litbang yang bisa dikerjasamakan nantinya.

 

 

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura (TPH) Kab. Sinjai (Ir. Hj. Marwatiah, M.Si) menyampaikan bahwa di Kab. Sinjai telah dikembangkan komoditi kopi, lada, cengkeh, kakao, pala, panili, dan tembakau. Komoditas perkebunan ini sangat berpotensi dan sangat menjanjikan di Sinjai. Terkait dengan RPJP dan Renstra Kab. Sinjai memprioritaskan kegiatannya pada pengembangan komoditi perkebunan ini dengan sasaran untuk diekspor pada tahun 2022. PDB Kab. Sinjai cukup besar diperoleh dari sub sektor perkebunan. Sesuai arahan Bupati Sinjai sebelum kami berangkat, dan visi misinya harus fokus pada sub sektor perkebunan, ujar Kadis.

Masalah-masalah yang dihadapi oleh petani di Kab. Sinjai dari sisi inovasi teknologi baik dari budidaya, hama dan penyakit, pascapanen sampai pengolahan serta pasar masih tetap menjadi kendala. Dalam kesempatan ini kami berharap dapat mengadopsi inovasi teknologi yang sudah dihasilkan oleh Balitbangtan di bidang perkebunan untuk diterapkan di Kab. Sinjai nantinya, harap Kadis.

Selanjutnya rombongan dari Kabupaten Sinjai ini diajak berkunjung ke Unit Pengelola Benih Unggul Pertanian (UPBUP) Balitbangtan Kementan yang terletak tidak jauh dari kantor Puslitbangbun. UPBUP ini merupakan unit perbanyakan masal tanaman secara kultur jaringan (Somatik Embriogenesis) milik Badan Litbang Pertanian dimana pengelolaannya oleh Pusltbangbun. Rombongan diterima oleh Kepala Lab. Dr. Sri Suhesti yang memberikan penjelasan tentang aktivitas di unit ini. Setelah berkunjung ke UPBUP, rombongan diajak ke Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) milik Balittro. Di sini peserta melihat aktivitas perbanyakan benih lada dan vanili. Mengakhir kunjungan hari pertama ini, rombongan diajak mengunjungi Kawasan Wisata Ilmiah Tanaman Rempah dan Obat (KWITO) milik Balittro. di KWITO ini terdapat 400 jenis tanaman rempah, obat dan atsiri seperti: serai wangi, akar wangi, brotowali, dan lain-lain, tamanan sandrigo yang konon berasal dari Sulsel ini menarik perhatian peserta pria karena khasiatnya penambah stamina.

Hari kedua rombongan mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) di Sukabumi. Rombongan diterima oleh Kasie Jaslit sekaligus Plh. Kepala Balittri Dr. Samsudin. Dr. Samsudin dalam sambutannya menyambut baik kedatangan rombongan Dinas TPH dan petani binaan dari Kab. Sinjai. Kami siap memberikan informasi tentang inovasi teknologi kopi yang telah dihasilkan serta melihat lokasi perbenihan, bioindustri kopi dan ke Cafe Balittri, ujar Samsudin.

Setelah berdiskusi, Dr. Samsudin mengajak rombongan berkeliling lokasi Agro-Widya Wisata Ilmiah (AWWI) Balittri. Sambil mendengarkan penjelasan, para peserta sangat antusias dengan banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Selanjutnya peserta diajak ke unit Bioindustri Pengolahan Kopi dan Kakao. Di sini peserta dapat menyaksikan berbagai hasil olahan kopi dan kakao beserta produknya. Produk olahan kopi antara lain : ARABICA COFFEE, ROBUSTA COFFEE, RABITA, dan SIERRA. Sedangkan produk olahan Kakao seperti : COKELAT HITAM (DARK CHOCOLATE), COKELAT SUSU (MILK CHOCOLATE), BUBUK KAKAO (COCOA POWDER). Para peserta tertarik dengan hasil olahan ini dengan membawanya pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga.

Rombongan mengakhir kunjungan dua hari ini di Cafe Balittri. Semoga kami dapat menerapkan informasi yang telah diberikan selama 2 hari ini dengan tindakan nyata di lapangan nanti, harap peserta. SEMOGA….. (Sudarsono & Bur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *