Mengangkat Kesejahteraan Petani dan Menjadikan Kritik Sebagai Vitamin

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Rapat Kerja Nasional Kementan dilaksanakan pada Senin 15  Januari 2018 di  Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Tema Raker yang diselenggarakan pada awal tahun ini yakni “Mengangkat Kesejahteraan Petani”, dengan tujuan untuk: 1) Membahas upaya percepatan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani miskin; 2) Membahas operasionalisasi konsep integrasi pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran untuk percepatan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani miskin; dan 3) Mengarahkan pelaksanaan program sesuai sasaran dan peraturan yang berlaku.

Rakernas dihadiri oleh sekitar 1700 orang dari lingkungan Kementan (esselon 1-3), pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Propinsi/Kabupaten/Kota, KPK, TNI, Aster KSAD, Danrem dan Dandim, Dirjen Sumber daya air, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat desa, Dirjen Pananganan fakir miskin.

Menteri Pertanian, Dr. Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan beberapa capaian Kementan pada tiga tahun terakhir antara lain bahwa Indonesia tidak impor beras selama dua tahun, 2016-2017, mampu mengekspor bawang, dan jagung serta tidak impor cabe.  Keberhasilan ini berkat kerja, kerja dan kerja serta sinergi yang baik antara Kementan,  petani dan TNI.

Selanjutnya menurut Amran yang dikenal akrab dengan petani, peningkatan kesejahteraan petani sebagai fokus program Kementan pada tahun 2018 ini akan dilaksanakan dengan berbagai strategi.  Seluruh Dirjen lingkup Kementan, Dirjen Operasional, Peternakan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan diarahkan untuk memberi bantuan benih unggul, ternak bahkan alsintan yang dibutuhkan oleh masyarakat miskin, atau kepada 17 juta penerima rastra (beras sejahtera), serta melakukan pendampingan teknologi.  Lahan-lahan tidur seperti lahan pasang surut (sekitar 10 juta hektar) yang selama ini belum dimanfaatkan akan diubah menjadi lahan produktif.

Menteri Pertanian mengapresiasi beberapa daerah yang sukses melaksanakan program Kementan antara lain, Sumatera Selatan yang sudah memanfaatkan sekitar 1000 ha lahan yang sering kebanjiran pada saat musim hujan dan rawan kebakaran pada musim kering menjadi lahan sawah produktif.

Mentan menghimbau seluruh jajaran Kementan untuk menjadikan setiap kritik sebagai vitamin dan mengajak untuk memfokuskan program dan kerja untuk memberi yang terbaik bagi bangsa Indonesia.

Evaluasi dan Penajaman program 2018 disampaikan secara umum oleh masing-masing pejabat esselon 1. Balitbangtan diharapkan dapat menyiapkan varietas unggul baru serta teknologi lain yang dibutuhkan oleh sejumlah Dirjen.  KPK dalam paparannya menghimbau agar kuantitas harus diikuti dengan kualitas, serta menempatkan outcome sebagai faktor lebih penting dari sekedar output pada pencapaian setiap program kedepan.

 

Materi Rakernas dari berbagai narasumber dapat diakses disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *