Mengakselerasi Peningkatan Produktivitas Kelapa Rakyat di Gorontalo, Balitbangtan Menyelenggarakan BIMTEK Inovasi Teknologi Kelapa

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Kelapa merupakan salah satu tanaman perkebunan yang sebagian besar (98%) kepemilikannya adalah rakyat kecil dengan luasan hanya sekitar 1-2 ha. Kelapa memiliki nilai ekonomi, sosial dan budaya bagi masyarakat Indonesia. Perannya dalam pertumbuhan ekonomi bangsa sebagai sumber pangan, pakan, papan, bioenergi terbarukan, sumber devisa negara, dan berperan dalam kehidupan sosial, budaya dan keamanan bangsa. Semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan sehingga tanaman kelapa disebut sebagai “the tree of life” /tanaman kehidupan.

Kelapa tersebar luas di 90 negara di dunia, dengan total luas areal sekitar 12 juta ha. Sekitar 3,6 juta ha atau 31% dari total luas kelapa di dunia berada di Indonesia. Indonesia merupakan Negara penghasil buah kelapa terbesar kedua di dunia setelah India, kemudian diikuti oleh Filipina, Brazil dan Sri Lanka. Kelima Negara ini menjadi pemasok terbesar kebutuhan kelapa dunia.

Menurut data BPS, luas perkebunan kelapa di Gorontalo pada tahun 2016 hanya sekitar 48.699 ha atau hanya 1,4% dari total luas areal kelapa yang ada di Indonesia dengan produktivitas sekitar 69.304 ton kopra atau setara 1,42 ton kopra/ha/tahun, lebih tinggi dari rata-rata poduksi kelapa nasional yang hanya 1,1 ton kopra/ha/tahun, namun masih jauh dibawah potensi kelapa unggul yang bisa mencapai lebih dari 3 ton kopra/ha/tahun.

Oleh sebab itu Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menyediakan benih kelapa unggul bersertifikat secara gratis kepada petani kelapa. Benih kelapa yang sudah disalurkan atau yang masih dalam tahap persiapan penyaluran, diharapkan dapat ditanam pada lahan yang baru maupun untuk mengganti tanaman yang sudah tua dan tidak produktif lagi. Disamping itu, pemerintah melalui Badan Litbang Pertanian dan Puslitbang Perkebunan menyiapkan juga bimbingan teknis (Bimtek). Bimtek mulai dari cara pemilihan benih, sampai pemeliharaan dan pasca panen kelapa, dengan tujuan agar petani kelapa benar-benar dibekali dengan inovasi teknologi kelapa untuk diterapkan dengan benar di lapangan agar peningkatan produksi kelapa bisa diakselerasi di Propinsi Gorontalo ini. Demikian yang disampaikan oleh Wakitl Ketua Komisi IV DPR RI, Drs. Roem Kono dalam sambutan pembukaannya (5/5/18).

Peningkatan produksi kelapa yang diikuti dengan pengelolaan pasca panen untuk menghasilkan berbagai produk berkualitas dan berdaya saing tinggi di pasar global dapat mendorong munculnya industri-industri pengolahan produk kelapa skala rumah tangga, bahkan industri besar yang berorientasi ekspor. Dengan demikian, akan terjadi peningkatan pendapatan petani, daya beli petani meningkat (NTP surplus), penyerapan tenaga kerja serta ekspor juga meningkat, yang pada akhirnya bisa mendongkrak pendapatan domestik bruto (PDB) sebagai indikator pertumbuhan ekonomi bangsa.

Dukungan Pemerintah dan swasta serta peran aktif petani sangatlah diharapkan agar Gorontalo bisa menjadi model bagi daerah lain dalam hal pengembangan kelapa terpadu yang berorientasi bioindustri. Saya berharap petani yang mengikuti bimtek ini bisa menjadi model “petani kelapa sukses” bagi petani yang lain, ujar Roem Kono. Keberhasilan tidak akan diraih tanpa kerja keras. “Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui sihir; dibutuhkan keringat, tekad dan kerja keras” (Collin Powel).

Semoga bimtek ini bisa meningkatkan pengetahuan petani untuk diimplementasikan dalam pengembangan kelapa di Gorontalo agar pendapatan petani kelapa meningkat dan Gorontalo bisa menjadi negeri penghasil kelapa terbesar di Indonesia kelak. (JCA)

Berita terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *