Memacu Kemajuan Bangsa Melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI)

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Negara negara di dunia saat ini tidak hanya dihadapkan pada tingkat ketersediaan pangan dan persaingan dalam mendapatkan keuntungan ekonomi dari aktivitas sektor. Pada saat yang bersamaan dalam menghadapi hal tersebut diperlukan strategi dan langkah-langkah sistematis terutama dalam pengusaaan tenologi dari berbagai bidang. Pengusaan dan kemajuan teknologi suatu bangsa mencerminkan tingkat ketahanan dalam menghadapi berbagai kemungkinan perubahan dan persaingan global terutama dalam mendapatkan dan mekasimalkan potensi atau pengelolaan sumberdaya untuk mencapai tingkat kesejahteraan suatu negara.

Selain itu llmu pengetahuan dan teknologi atau iptek merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, menjadi kekuatan utama dalam persaingan global dan sarana mencapai kemakmuran bangsa. Berbekal keyakinan ini, negara Barat dan Macan Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, yang konsisten mengerahkan sejumlah besar dana dan para ilmuwannya, berlomba menguasai iptek. Dari sana muncul inovasi yang diterapkan industri untuk meningkatkan daya saing produk dan meraup devisa. Proses ini pada ujungnya akan mengangkat kualitas hidup dan kesejahteraan bangsa.

Pencapaian itu terlihat dalam Indeks Pencapaian Teknologi dan Indeks Pembangunan Manusia yang disusun United Nations Development Programs (UNDP), yang menempatkan negara industri maju dan baru itu pada peringkat papan atas. Sedangkan laporan UNDP tentang Indonesia menunjukkan pencapaian teknologi kita ada pada urutan ke-60 dari 72 negara. Indonesia berada di urutan terbawah negara yang masuk kategori dynamic adopter, hanya terpaut satu tingkat di atas kelompok negara di Afrika yang termarjinalkan dalam pencapaian teknologi.

Realita ini bukan untuk melemahkan Indonesia, namun untuk memacu ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berbenah, produktif dan maju dimasa mendatang. Untuk itu salah satu program Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi adalah pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI), yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan, sumberdaya dan jaringan iptek dalam bidang-bidang prioritas spesifik agar terjadi peningkatan relevansi dan produktivitas serta pendayagunaan iptek dalam sektor produksi untuk menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tiga program utama PUI mencakup 1) penguatan kapasitas internal, 2) penguatan kapasitas riset, dan 3) penguatan kapasitas diseminasi. Data tiga tahun terakhir akan digunakan sebagai bahan evaluasi.

Sampai akhir tahun 2017, telah bergabung dalam pembinaan kelembagaan PUI sebanyak 102 lembaga penelitian dan pengembangan baik yang berasal dari Lembaga Pemerintah Kementerian (LPK), Lembaga Pememrintah Non-Kementerian (LPNK), Perguruan Tinggi maupun Badan Usaha. Dari 102 lembaga tersebut, 46 diantaranya telah ditetapkan sebagai PUI, sementara selebihnya masih dalam proses pembinaan menjadi PUI. Setiap tahunya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan seleksi pembinaan PUI.

Empat Balai Penelitian (Balit) Lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Balitbangtan Kemtan, hingga akhir tahun 2017 yang telah ditetapkan PUI adalah Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) sudah dalam tahap pembinaan, sementara untuk Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) akan diajukan pada tahun 2018 dengan fokus bidang teknologi unggulan bahan bakar nabati (BBN). Proses seleksi sudah dimulai per 1 Maret 2018 dan akan diumumkan atau ditetapkan pada awal tahun 2018 setelah memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan.

Adapun indikator PUI selama rentang waktu 2011-2015 terdiri atas 2 indikator yaitu academic excellence (35%) dan komersialisasi dan pemanfaatan (65%). Academic excellence terdiri atas 7 aspek yaitu 3 undangan untuk menjadi pembicara dalam konferensi internasional, 5 undangan sebagai pemakalah internasional, 3 kunjungan lembaga internasional ke PUI, 20 publikasi ilmiah per tahun dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi, 5 publikasi ilmiah per tahun dalam jurnal ilmiah internasional, 1 paten terdaftar atau rezim HKI lainnya yang terkait teknologi (khusus untuk lembaga litbang yang telah ditetapkan sebagau PUI minimal 1 paten granted), dan 2 lulusan S2/S3 per tahun berbasis riset.

Sementara untuk kriteria komersialisasi  dan pemanfaatan terdiri atas 7 aspek yaitu: 3 kontrak riset pada tingkat nasional, 1 kontrak riset pada tingkat internasional, 15 kontrak non riset  (pelatihan, transfer teknologi dan jasa konsultasi), 1 produk berbasis sumber daya lokal, 1 produk yang dilisensikan dan atau dimanfaatkan, 1 kontrak bisnis dalam rangka komersialisasi produk dengan industri dan 1 unit bisnis yang melayani jasa sesuai dengan kompetensi inti lembaga.

Pada kesempatan sosialisasi seleksi Pusat Unggulan Iptek (PUI) tahun 2018, pada tanggal 1 Maret di Gedung BPPT Jakarta Pusat,  Puslitbangbun hadir dan berkonsultasi dengan pihak pengelola PUI yaitu Kepala Bidang KSPHP Dr. Jelfina C Alouw di dampingi oleh Kasubid KSP Dr. Saefudin terutama dalam upaya mengajukan Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagai salah satu fokus unggulan dari salah satu Balit di lingkup Puslitbangbun untuk tahun 2018. Untuk memantapkan langkah tersebut, Dr. Jelfina berharap Balit segera berkoordinasi dengan pengelola PUI dan melakukan proses register sebagai langkah awal melalui proses seleksi hingga penetapan/deklarasi akhir tahun 2018. Untuk itu dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi sekaligus pendampingan oleh tim seleksi PUI  pada bulan Maret 2018.

Semoga seluruh Balai Penelitian Lingkup Puslitbang Perkebunan tahun 2018 akan menjadi PUI dan terus meningkatkan inovasi teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat serta memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa dan negara terutama dalam kesejahteraan. (Sae.1/2/2018)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *