Masyarakat Tasikmalaya, Jawa Barat Mengapresiasi Program BEKERJA Kementerian Pertanian

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight Upsus

Tasikmalaya, PERKEBUNAN – Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) merupakah salah satu media yang digunakan Balitbangtan di dalamnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Baltbangtan), Kementerian Pertanian, untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan pengembangannya kepada para stakeholder termasuk masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pertanian. Program BEKERJA sudah dimulai pada Tahun 2018 dengan membagikan bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan bibit ayam kampung unggul lainnya, benih komoditas perkebunan seperti Kopi dan Kelapa Dalam dan Hortikultura kepada Rumah Tangga Miskin (RTM). Lima Kabupaten di Jawa Barat antara lain Tasikmalaya, Garut, dan Cirebon, dari sekitar 100 kabupaten di Indonesia menjadi target program BEKERJA pada Tahun 2018.

Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, hadir di Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat 11 Januari 2019 untuk melihat dari dekat hasil dan progress dari program BEKERJA tersebut dan berdialog langsung dengan penerima bantuan termasuk masyarakat di Tasikmalaya. Selain Mentan, hadir juga para pejabat di lingkungan Kementan, Balitbangtan, Wakil Gubernur Jawa Barat, Anggota DPR RI, Danrem 062 Tarumanegara, para santri dari SD, SMP, dan SMK dan undangan lainnya. Puslitbangbun sebagai Unit Kerja (UK) yang terlibat dalam program BEKERJA di Jabar juga turut hadir mendukung kegiatan.

Kehadiran Menteri Pertanian Amran Sulaiman disambut antusias oleh ribuan warga yang hadir terdiri atas tokoh masyarakat, agama, petani, penyuluh pertanian dan pelajar. Mentan mengucapkan syukur Alhamdulillah bahwa pasca distribusi ayam KUB, program ini sudah memberikan pengaruh bagi warga dalam menghasilkan telur ayam yang sudah dapat dikonsumsi dan di jual oleh RTM penerima bantuan program BEKERJA.

Mengawali arahan dan apresiasi atas program BEKERJA, Mentan Amran mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya dengan memakan telur hasil program BEKERJA bersama RTM dan masyarakat yang hadir pada saat itu. Telur ayam memilki kadar protein tinggi dan sangat bagus dikonsumsi sesuai kebutuhan yang dipersyaratkan dari sisi kesehatan oleh masyarakat terutama untuk kecerdasan generasi penerus bangsa. Bantuan ayam kampung sebanyak 20 juta ekor kepada seluruh rakyat Indonesia pada tahun 2018 diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan gizi melalui penjualan telur dan konsumsi daging ayam oleh masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, tegas Amran.

Dalam pidatonya, disampaikan bahwa kedatangannya bersama jajarannya ke Tasikmalaya untuk meyakinkan bahwa apakah bantuan ayam diberikan pada tahun yang lalu sudah menghasilkan. Ayam yang telah didistribusikan telah menghasilkan dan tentu ini adalah berkat kerja sama banyak pihak termasuk pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat. Khusus untuk Jawa Barat, pemerintah menambahkan dua juta ekor pada tahun 2019 untuk dibagikan kepada masyarakat yang miskin yaitu masyarakat yang tidak mampu untuk meningkatkan pendapatan mereka. Berbagai bantuan lain juga didistribusikan pada saat itu kepada para pelajar, santri, PPL, kelompok tani dan masyarakat lainnya sebagai kerja sama pemerintah dengan BRI dan Bank Mandiri. Masyarakat sangat mengapresiasi program ini sebagai tanda kepedualian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat miskin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *