Manajemen Pemupukan Nilam dalam Upaya Pertanian Berkelanjutan

Artikel Nilam Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Nilam (Pogostemon cablin Benth) tumbuh dan berproduksi baik pada tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Jenis tanah yang baik adalah regosol, latosol, dan aluvial. Tekstur tanahnya liat berpasir atau liat berdebu dan mempunyai daya resapan yang baik dan tidak tergenang air pada musim hujan. Untuk menghasilkan daun nilam dengan kandungan minyak yang tinggi diperlukan sinar matahari penuh.

Ketinggian tempat yang sesuai untuk budidaya nilam mulai dataran rendah sampai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl), dan optimum pada 100-400 m dpl. Di dataran rendah, kadar minyak lebih tinggi daripada didataran tinggi, sebaliknya kadar patchouli alkohol lebih rendah.

Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman nilam berkisar 2300 – 3000 mm/tahun dengan penyebaran yang merata sepanjang tahun. Kelembapan udara, suhu, dan pH yang sesuai untuk pertumbuhan nilam masing-masing 70-90%, 24-28oC, dan 5.5-7.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, nilam diusahakan oleh lebih dari 65.000 petani dengan luasan lahan 24.718. Tersebar di beberapa provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Nilam dikenal sebagai tanaman yang sangat responsif terhadap pemupukan. Serapan unsur hara pada nilam tergolong cukup tinggi, yaitu N 5,6%, P2O5 4,9%, K2O 2,8%, CaO 5,3%, dan Mg 3,4%. Dengan rata-rata produksi bahan kering 4 ton/ha/tahun, unsur hara yang terangkut masing-masing sebanyak 232kg N, 196 kg P2O5, 120 kg K2O, 212 kg Ca dan 135 kg Mg.

Tingginya unsur hara yang terangkut setiap panen dan biomas yang hampir tidak pernah dikembalikan ke tanah menyebabkan produktivitas menurun. Untuk menjaga agar budi daya nilam berkelanjutan maka pemupukan pada budi daya nilam perlu mendapat perhatian khusus.

Manajemen pemupukan yang sudah diterapkan pada tanaman padi yang dikenal dengan istilah 5 T yaitu tepat waktu, tepat dosis, tepat jenis, tepat cara, dan tepat tempat pantas dipertimbangkan pada tanaman nilam.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *