Launching BASTP: Peneliti Balittas Terima Royalti “Kenaf”

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Launching Bogor Agro Science Techno Park (BASTP) ditandai dengan penekanan tobol sirine oleh Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaeman di Bogor (14/8/2018). BASTP yang terletak di Kawasan Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor, Jawa Barat ini merupakan “destinasi baru” di Kota Bogor yang menghadirkan kawasan wisata antara lain: Agrosinema, Gerai Inovasi pascapanen, Tagrimart, Kawasan Wisata Ilmiah Tanaman Obat (KWITO), dan Griya Jamu & Spa.

Dalam rangka peresmian BASTP tersebut juga diselenggarakan beberapa kegiatan, antara lain: (1) Senam bersama, (2) Peresmian BASTP, (3) Pemberian Royalti oleh Menteri Pertanian kepada inventor Balitbangtan, dan (4) Penyajian teknologi dalam bentuk pameran: teknologi unggul pertanian masa depan, teknologi yang sudah diadopsi, teknologi prospektif, produk teknologi hasil tenant dan lisensi. Puslitbangbun bersama UPT-nya menampilkan inovasi teknologi perkebunan.

Pemberian Royalti oleh Menteri Pertanian kepada 14 inventor Balitbangtan, salah satunya adalah invensi “Kenaf KR 15” oleh tim peneliti dari Balittas Malang (Dr.Drs. Mardjani, MP., Dr.Ir. Sudjindro, MS., Dr.Ir. Rully Dyah Purwati, M.Phil., dan Ir. Untung Setyo Budi, MP.), dengan mitra lisensi PT. Global Agrotek Nusantara. Royalti diterima oleh Kabid KSPHP Puslitbangbun, Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc., Ph.D., mewakili tim peneliti Balittas Malang yang berhalangan hadir. Penyerahan royalti oleh Mentan ini didampingi Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir, disaksikan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Dr. Agung Hendriadi, Kepala Puslitbangbun Dr.Ir. Fadjry Djufry, perwakilan Pemkot Bogor, pejabat eselon II, III, dan peneliti lingkup Balitbangtan serta undangan.

[Baca: Kenaf Varietas Karangploso (KR) 15]

Dalam sambutannya, Mentan mengatakan, “kami bangga dengan kalian, ini kemajuan yang luar biasa, mendapatkan royalti, bahkan ada yang mendapatkan royalti 2 Milyar” ujarnya, sekaligus mendapatkan tepuk tangan dari para hadirin. Mentan berharap ini jangan dilepas, ini 10 tahun kedepan bisa 100 Milyar royaltinya. Diharapkan kedepan konglomerat baru dicetak dari Kementerian Pertanian, imbuhnya. (Bur)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *