Lakukan Kerjasama untuk Mempercepat Hasil Inovasi Teknologi Berbobot

Aktifitas Puslitbangbun

Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Muhammad Syakir dalam arahan dan pembukaan Raker Puslitbang Perkebunan yang dilaksanakan pada tanggal 11-13 Oktober 2015 di Malang. Raker dengan tema “Sinkronisasi dan Penajaman Program Litbang Perkebunan Mendukung Akselerasi Pencapaian Swasembada Gula dan Peningkatan Produktivitas Komoditas Unggulan Kementan”  diikuti oleh para pejabat struktural, koordinator program, ketua kelti, dan peneliti lingkup Puslitbangbun, Kepala BPTP daerah sentra perkebunan, Kasubdit Perbenihan Tanaman Semusim Ditjenbun, dan Kasubdit Perbenihan Tanaman Rempah dan Penyegar, Ditjenbun.

Tujuan dari Raker ini adalah meningkatkan kinerja Puslitbang Perkebunan dalam rangka memperkuat dukungan terhadap pencapaian target sasaran utama Kementerian Pertanian melalui upaya sinkronisasi dan penajaman program Puslitbang Perkebunan tahun 2015-2019 serta penguatan Rencana Aksi Program dan Anggaran TA 2016. “Untuk mempercepat hasil inovasi teknologi yang berbobot, agar mengoptimalkan skim kerjasama litbang yang telah ada. Untuk keperluan tersebut, Badan Litbang akan mengakomodasi dan mengembangkan hasil penelitian unggulan dari berbagai lembaga penelitian nasional” imbuh Ka Balitbangtan.

Lebih lanjut disampaikan oleh Ka Balitbangtan bahwa semua kontrak penelitian harus berbasis output dengan target inovasi. Fokus litbang adalah mengatasi lahan-lahan suboptimal dengan prioritas komoditas tebu dan kakao untuk perkebunan. Oleh sebab itu, anggaran yang disediakan untuk penelitian 60% top down, 40% bottom up. Perguruan Tinggi akan diundang untuk menyusun kontrak sesuai dengan keunggulannya. Sinkronisasi kegiatan penelitian dan pengembangan perkebunan dengan balit-balit, lembaga penelitian dan intitusi terkait lainnya diperlukan agar lebih sinergis dan fokus dalam menghasilkan produk dan rekomendasi teknologi yang lebih berkualitas untuk menjawab tantangan dan permasalahan di lapangan yang semakin komplek. Beberapa isu strategis yang perlu dilihat lagi dalam kegiatan raker ini antara lain terkait dengan dukungan pihak luar dalam pengembangan hasil litbang perkebunan mendukung akselerasi pencapaian target sukses pembangunan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Balitbangtan, Dr. Agung Hendriadi dalam pemaparannya mengatakan bahwa terkait dengan keinginan PT. RPN untuk menjadi bagian dari Kementerian Pertanian, Badan Litbang Pertanian menyambut baik dan mendukung keinginan tersebut dengan mengusulkan  kepada Menteri Pertanian untuk menugaskan Puslit-Puslit Perkebunan eks LRPI tersebut untuk melakukan penelitian terkait komoditas kelapa sawit, tebu, kopi dan kakao, karet, teh dan kina, serta bioteknologi dan bioindustri perkebunan. Konsorsium penelitian akan segera dibentuk dan diformalkan dalam suatu keputusan yang tugasnya adalah mengkoordinasikan substansi penelitian, mengatur pemanfaatan asset Kementan yang digunakan oleh puslit-puslit Perkebunan, membuat usulan pendanaan dan mengelola kegiatan penelitian perkebunan yang dimaksud. Penyelesaian masalah SDM dan Sarana belum dapat dilakukan pada tahun 2016.

Kepala Puslitbang Perkebunan dalam penyampaian tentang  Strategi penelitian dan pengembangan perkebunan, mengatakan bahwa sinkronisasi program harus dilakukan bersama lembaga penelitian lainnya. Strategi yang telah dilakukan untuk menghasilkan lompatan dan percepatan adopsi teknologi adalah a) optimalisasi kinerja UPT,b) Percepatan inovasi teknologi, c) Pemanfaatan inovasi lokal, d) Penguatan jejaring litbang, e) Akselerasi penyampaian inovasi ke petani dan f) Dukungan operasional ASP dan TTP.

Kegiatan Utama Litbang perkebunan adalah UPSUS Gula dan Upsus Kakao yang dilaksanakan di beberapa propinsi. Kegiatan untuk mendukung UPSUS Gula meliputi pendampingan, penyediaan varietas unggul, penyediaan benih unggul, SITTN (sistem informasi tebu terpadu nasional) dan teknologi alsin serta pasca panen. Terkait dengan strategi litbang perkebunan perlu disusun grand design gelar inovasi teknologi untuk mendukung kebijakan Badan Litbang yang wajib dilakukan UK/UPT dengan memanfaatkan teknologi informasi. Sedangkan untuk UPSUS kakao meliputi rehabilitasi, intensifikasi dan peremajaan. Program litbang komoditas selain kedua komoditas tersebut adalah Lada, BBN, pestisida nabati, kopi, kelapa sawit, cengkeh, nilam. Ditambahkan pula bahwa kegiatan litbang ditujukan untuk perkebunan rakyat. Kegiatan ini setidaknya ada yang overlap dengan lembaga litbang lainnya, oleh sebab itu pentingnya melakukan sinergi. Selain itu Konsorsium penelitian Kelapa Sawit harus dilanjutkan karena kegiatan-kegiatan litbang kelapa sawit akan dihentikan.

Dalam raker Puslitbang Perkebunan kali ini diundang narasumber dari Direktur Tanaman Semusim dan Rempah mewakili Dirjenbun yang  menyampaikan kegiatan UPSUS percepatan dan pengembangan industri gula nasional yang merupakan prioritas program Kementan. Disamping itu kebijakan Ditjen Perkebunan dalam pengembangan tanaman semusim dan rempah meliputi peningkatan produktivitas dengan mengoptimalkan pemanfaatan SDA, pemberdayaan SDM, kelembagaan kemitraan, investasi, dan sistem informasi, dengan fokus program pada : swasembada gula nasional, pengembangan komoditas kapas, cengkeh, tembakau, nilam, lada, dan pala. Lebih lanjut, strategi peningkatan produksi tersebut adalah melalui  existing area dan pengembangan baru.

Pada tahun 2016, Puslitbang Perkebunan akan melaksanakan Gelar Teknologi (Geltek) dan Pembangunan Taman Sains Pertanian (TSP). Gelar teknologi kakao oleh Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI) akan dilaksanakan di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan seluas 5 ha areal pengungkit dan 100 ha areal terdampar yang terintegrasi dengan kawasan mandiri benih.

Gelar Teknologi oleh Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) untuk komoditas tebu akan dilakukan di Kabupaten Blora dan Malang. Komponen teknologi yang akan digunakan adalah varietas unggul yang sesuai untuk gula merah dengan produktivitas dan mutu tinggi. Di Malang akan dibangun demplot perbenihan seluas 2 ha dan demplot budidaya seluas 10 ha, sedangkan di Blora akan dibangun denfarm perbenihan seluas 1 ha dan budidaya seluas 9 ha.

Gelar teknologi oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) untuk komoditas lada dilakukan di tiga lokasi yaitu Bangka Tengah, Bangka Barat dan Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Demplot dibangun 3 ha dan areal pembinaan 60 ha. Aplikasi teknologi sesuai GAP dan GMP.  Taman Sains Pertanian akan dibangun Balit Palma di Kebun Percobaan Kima Atas seluas 60 ha dengan mengintegrasikan hasil inovasi tanaman kelapa dengan membangun sarana dan prasarana mendukung agribisnis kelapa secara terpadu.

Dengan pelaksanaan Gelar Teknologi dan Pembanguan Taman Sain Pertanian diharapkan akan lebih meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi, terselenggaranya pelatihan/magang inovasi teknologi kepada masyarakat pengguna, penguatan kelambagaan petani, serta terjadi peningkatan adopsi teknologi yang yang telah dihasilkan Badan Litbang Pertanian.

Kepala Puslitbang Perkebunan, Dr. M. Syakir sedang memberi arahan dalam pembukaan Raker Puslitbang Perkebunan 2015 (kiri). Pemaparan materi dari Direktorat Jenderal Perkebunan (kanan).

Pemaparan materi dari masing-masing balai lingkup Puslitbang Perkebunan (kiri). Sebagian para peserta Raker Puslitbang Perkebunan 2015 (kanan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *