Kunjungan Penerima Penghargaan Teladan dan Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2015 ke Kebun Agro Wisata Ilmiah Balittri, Sukabumi

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Kebun Agro Wisata Ilmiah Balittri, di Sukabumi mendapatkan kunjungan penerima penghargaan bagi para teladan dan berprestasi tingkat nasional tahun 2015. Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kementan tersebut berjumlah 300 orang, terdiri dari para petani, Gapoktan, kelembagaan ekonomi berprestasi, penyuluh PNS, penyuluh THL, penyuluh swadaya, Kepala BP3K, juara lomba KTI, Guru, Dosen, P4S. Rombongan diterima oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI) Prof.Dr. Risfaheri bersama peneliti dan pejabat struktural.

Panitia rombongan menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungan ini. Dimana para peserta penerima penghargaan ini ingin mengetahui lebih jauh bagaimana kegiatan penelitian di Balittri ini, karena menurut informasi bahwa disinilah pertanian masa depan. Disamping itu, juga ingin melihat apa-apa saja yang telah dilakukan. Dia berharap mudah-mudahan akan menginspirasi teman-teman untuk menerapkan apa-apa yang diperoleh dari hasil kunjungan ini.

Kepala Balittri dalam sambutannya menyatakan sangat berbahagia sekali atas kunjungan ini. Prof. Risfaheri menyampaikan sebagai gambaran bahwa di Balittri ada Kebun Agro Wisata Ilmiah. Dalam kebun tersebut terdapat tanaman kopi, kakao, karet, serta kemiri sunan yang akan menjadi fokus dari kunjungan ini. Selain itu juga ada tanaman atsiri, serai wangi. Disamping dikembangkan sebagai kegiatan penelitian, juga dikembangkan sebagai kebun agro wisata ilmiah. Kondisi saat ini masih dalam tahap pembangunan secara bertahap dengan melengkapi beberapa fasilitas agar para pengunjung dapat merasa lebih nyaman.

Mudah-mudahan kunjungan ini akan mempererat hubungan antara dunia penelitian dan dunia penyuluhan maupun para petani. Kunjungan ini bisa bermanfaat dan bisa menambah ilmu, kami juga ingin mendapat masukan dari para pengunjung, karena bapak/ibu sebagai pelaksana pembangunan pertanian di lapangan juga ingin mendapat umpan balik dari bapak/ibu, ujar Prof. Risfaheri. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa terdapat juga unit prosessing kakao, kopi, serai wangi, dan di puncak kebun ada unit prosessing biodiesel kemiri sunan untuk dikunjungi.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kementan dalam sambutannya menekankan kepada para rombongan, bahwa kita akan belajar bio-energi, yaitu pengolahan kemiri sunan menjadi bio-diesel.Harapannya setelah pulang nanti di setiap BPP mempunyai stasiun-stasium pengisian bahan bakar bio-diesel. Yang menanamnya para petani, kemudian dikumpulkan oleh lembaga ekonomi petani, dibeli, diproses, kemudian dibuat SPBU nya di BPP. Pokoknya di 33 provinsi harus bikin SPBU, ujarnya. Mudah2an kita akan menjadi orang sukses. Ini bukan ladang biasa, tapi ladang “duit”. Mari kita bikin ladang duit di masing2 provinsi kita. Harapannya 1 tahun suah harus jadi.

Selanjutnya rombongan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok satu melihat pengolahan serai wangi, kopi, kakao, dipandu oleh Ir. Dibyo Pranowo. Kelompok dua yang dipandu oleh Ir. Abdul Muis Hasibuan, M.Si., melihat prosessing kopi dan kakao, serai wangi, terakhir bersama kelompok satu melihat prosesing kemiri sunan di puncak kebun.

Foto: Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kementan memberikan sambutan (kiri), Peserta rombongan Penerima Penghargaan Teladan dan Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2015 (tengah), dan Kepala Balittri Prof.Dr. Risfaheri memberikan sambutan (kanan).

Foto: Pemandu Rombongan Ir. Abdul Muis Hasibuan, M.Si. (kiri), Rombongan memasuki ruang pengolahan kakao (tengah), dan penjelasan proses pengolahan kakao oleh peneliti kepada rombongan (kanan).

Foto: Rombongan saat berada di lokasi perbenihan kopi dan kakao (kiri), rombongan di bawah pohon kemiri sunan (tengah), dan penjelasan oleh pemandu Ir. Dibyo Pranowo tentang prosessing kemiri sunan menjadi biodiesel (kanan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *