Kunjungan Lapang Pra Purna Bakti Kemenlu ke KWI Balittro

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Kebun Wisata Ilmiah (KWI) Tanaman Obat, Balittro yang terletak di Kampus Pertanian Cimanggu, Bogor ini kembali dikunjungi rombongan Peserta Pelatihan Pra Purna Bhakti ke-8 Kementerian Luar Negeri RI hari Senin (23/3/15). Rombongan sebanyak 50 orang yang terdiri dari para Duta besar, Pejabat dan Pegawai Kemenlu, dimana dalam waktu 2 sampai 3 tahun lagi akan memasuki masa pensiun. Balittro selain dijadikan tempat pembukaan Pelatihan juga dijadikan tempat agenda kunjungan lapang.

Rombongan dipimpin Kepala Biro Kepegawaian Kemenlu, Dra. Rosmalawati Chalid, M.Si., dan diterima oleh Dr. Sukamto. Dalam sambutannya pimpinan rombongan menyampaikan kegiatan pelatihan Pra Purna Bhakti ke-8 ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas wawasan dan pengetahuan para Pra Purna Bhakti Kemenlu. Dalam kesempatan ini mengharapkan Balittro dapat memberikan pembekalan materi dan demo praktek mengenai pentingnya rempah dan obat untuk kesehatan keluarga kepada para peserta.

Dr. Sukamto yang mewakili Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan kunjungan Pra Purna Bhakti Kemenlu ini dan menyampaikan selayang pandang mengenai Profil Balittro. Di akhir sambutannya melanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada pimpinan rombongan dari Kemenlu, berupa terbitan Publikasi majalah ilmiah hasil penelitian Balittro.

Pemaparan materi Tanaman Rempah dan Obat disampaikan oleh Ir. Ana Bagem Sembiring selaku peneliti obat di Balittro. Dalam paparannya menyampaikan bahwa guna meningkatkan pemanfaatan tanaman obat diperlukan harmonisasi di bidang standar dan mutu obat tradisional, maka langkah untuk antisipasi standarisasi bahan baku harus diupayakan secara maksimal. Diantaranya standarisasi simplisia diperlukan untuk mendapat efek yang terulangkan (reproducible). Mutu sediaan Herbal sangat dipengaruhi oleh mutu simplisia yang digunakan diantaranya sumber simplisia, cara pengolahan dan penyimpanan harus dilakukan dengan cara yang baik berpedoman pada GAP (Good Agriculture Practices). Dan dapat memenuhi 3 paradigma seperti produk kefarmasian lainnya yaitu Quality – safety –Efficacy (Mutu – Aman – Khasiat). Peranan SOP budidaya untuk menjadikan bahan baku menjadi lebih bermutu dari sumber bahan tanaman merupakan aspek penting, karena kualitas bahan baku tanaman obat dipengaruhi oleh faktor internal genetik dan eksternal (lingkungan, budidaya, cara panen, proses pasca panen).

Rangkaian kegiatan kunjungan dilanjutkan dengan demo pembuatan sabun herbal dan demo pembuatan minuman herbal secang fit. Adapun cara pembuatan pembuatan sabun herbal dan minuman herbal secang yang juga dibagikan kepada para Pra Purna Bhakti adalah :

Sabun Transparan, Dosis 1 Kg Sabun

Bahan :

  • Asam Stearat (perekat) : 120 g
  • Minyak Kelapa                  : 170 ml
  • Minyak Jarak                   : 170 ml
  • Na OH (pengeras)           : 100 g
  • Gliserin (pelunak)          : 220 ml
  • Gula Putih                        : 125 g
  • Asam Sitrat (pengawet)  : 50 g
  • Alkohol (96%)                     : 250 ml
  • DEA (Minyak Aminon)    : 50 ml (pelembab)
  • Garam                                   : 3,5 g
  • Aquadest                               : 310 ml
  • Minyak Serai Wangi         : 15 ml

Cara Pembuatan:

  1. Larutan NaOH (100 g) campurkan ke dalam Aquades (250 ml) diaduk sampai NaOH mencair. Setelah NaOH mencair masukkan gula (125 g) sampai larut (Larutan A)
  2. Larutan Asam Sitrat (50 ml) dan Garam (1/2 sendok) masukkan ke dalam Aquades (60 ml), diaduk sampai larut (Larutan B).
  3. Panaskan Asam Stearat (120 g) → panci stainless), Diaduk sampai mencair. Masukkan minyak kelapa (170 ml) dan minyak jarak (170 ml), diaduk hingga homogen. Setelah homogen masukkan berturut-turut DEA (50 ml), Gliserin (220 ml), Larutan A, Larutan B, diaduk sampai homogen).
  4. Matikan api, masukkan alkohol (250 ml) ditambah pewangi minyak serai wangi (15 ml), aduk hingga homogen, dicetak (tuangkan ke dalam wadah plastik dan biarkan hingga membeku ± 24 jam)

RESEP MINUMAN SECANG

Bahan:

  • 10 gram secang
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya, bakar, memarkan
  • 150 gram jahe, bakar
  • 6 cm kayumanis
  • 10 butir cengkeh
  • 2 butir kapulaga
  • 200 gram gula batu
  • 1.750 ml air

Cara membuat Wedang Secang :

  1. Rebus air, secang, serai, jahe, kayumanis, cengkeh, daun cengkeh, daun pala di atas api kecil sampai harum. Angkat. Saring.
  2. Tambahkan gula batu. Sajikan hangat.
  3. Untuk 7 porsi.

Khasiat:

  • Untuk memperlancar peredaran darah
  • Menghangatkan tubuh

Agenda terakhir Pra Purna Bakti ke-8 tahun 2015 Kementerian Luar Negeri adalah kunjungan lapang ke Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Obat dan Griya Jamu, yang dipandu oleh Bapak Dedi Rosadi dan Bapak Entjep Rahmat. (Foto & naskah/Efiana-Balittro).

Foto: Acara Pembukaan Pelatihan Pra Purna Bakti ke-8 tahun 2015 Kementerian Luar Negeri . Foto kiri: Dr. Sukamto/Kasie Yantek Balitro (kiri), dan Dra. Rosmalawati Chalid, M.Si./Ka Biro Kepegawaian Kementerian Luar Negeri (kanan). Foto kanan: Peserta Pelatihan Pra Purna Bakti ke-8 Kemenlu.

Foto. Demo Pembuatan sabun herbal transparan dan minuman secang.

Foto. Kunjungan ke Griya Jamu (kiri. Kunjungan lapang ke Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Rempah dan Obat (kanan).

Foto Bersama di Aula Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor.

Info terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *