Kunjungan Kerja Wamen Pertanian ke Bangka

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Bangka dikenal sebagai daerah penghasil timah terbesar di Indonesia.  Mineral timah ini telah lama ditambang baik oleh pemerintah maupun masyarakat setempat.  Tindakan pertambangan yang tidak ramah lingkungan menyebabkan kondisi Bangka saat ini cukup memprihatinkan.  Lahan-lahan bekas tambang dibiarkan terbuka tanpa ada upaya untuk memperbaikinya.

Melihat kondisi demikian, pada tanggal 3-5 Januari 2014 Wakil Menteri Pertanian Dr. Rusman Heriawan, berinisiatif melakukan kunjungan kerja ke Bangka untuk melihat langsung potensi dan peluang pengembangan komoditas pertanian, khususnya di lahan bekas tambang.  Salah satu tanaman yang mempunyai potensi untuk dikembangkan di lahan bekas tambang adalah kemiri sunan (Reutealis trisperm). Kemiri Sunan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif karena memiliki kandungan minyak mencapai 52 % (disebut minyak kasar kemiri sunan (MKKS) atau Crude Trisperma Oil (CTO)) atau 40 % dari biji/gelondong.

Selain itu, tanaman ini juga multiguna karena dapat digunakan sebagai obat, cat, pernis, tinta, pewarna batik, pelapis perahu, minyak lampu, pestisida nabati, pupuk organik, pelapis sepatu dan lain-lain. Dari 100 pohon Kemiri Sunan dapat diperoleh minyak biodiesel 6-8 ton/tahun. Dari hasil analisis laboratorium, kadar minyak mentah biji Kemiri Sunan sampai 49-59 persen dan setelah melalui transesterifikasi mencapai 88-91 persen. Minyak diesel dari Kemiri Sunan bisa dipakai untuk mesin generator dengan bahan bakar 100 persen minyak dari biji Kemiri Sunan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pertanian, bersama-sama dengan Bupati Bangka Tengah dan Kepala Badan Litbang Pertanian menanam kemiri sunan di lahan bekas tambang timah.  Pada kesempatan tersebut Wakil Menteri Pertanian menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah dan swasta yang mau mencoba menanam kemiri sunan di lahan bekas tambang.  Dikemukakan pula bahwa Kementerian Pertanian akan sangat mendukung upaya daerah untuk mengembangkan kemiri sunan sebagai salah satu sumber bahan bakar nabati, dengan menyediakan bibit.

Wakil Menteri Pertanian, bersama-sama dengan Bupati Bangka Tengah dan Kepala Badan Litbang Pertanian menanam kemiri sunan di lahan bekas tambang timah.

Wakil Menteri Pertanian juga berkesempatan meninjau pertanaman kemiri sunan yang mulai berbuah.  Tanaman yang diusahakan oleh petani setempat telah berumur 3 tahun dan menunjukkan pertumbuhan yang baik, walaupun tanpa menggunakan pupuk kimia.  Pertanaman ini diharapkan dapat menjadi media percontohan bagi petani sekitarnya untuk mengembangkan kemiri sunan. Wakil Menteri Pertanian berharap kemiri sunan dapat dikembangkan sebagai komoditas di lahan bekas tambang.

Berita Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *