Kunjungan Kerja Wamen Pertanian ke BALITTRI

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Wakil Menteri Pertanian, Dr. Rusman Heriawan, pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2013 berkenan mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Badan Litbang Pertanian di Pakuwon Sukabumi, Jawa Barat. Wamentan disambut oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Dr. Muhammad Syakir), Kepala Balittri (Dr. Rubiyo), peneliti, dan para pejabat lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamentan dan rombongan langsung meninjau ke lapangan (Kebun Percobaan Pakuwon).  Tidak hanya berdiskusi seputar bahan bakar nabati (BBN) seperti biodiesel dari tanaman kemiri sunan (Reutealis trisperma),  tetapi juga komoditas lainnya yang terdapat di kebun tersebut.  Berbagai komoditas mandat Balittri  seperti kopi, kakao, dan karet tidak luput dari perhatian beliau. Di samping itu juga berbagai komoditas lain yang dikembangkan seperti tanaman penghasil minyak atsiri, yaitu serai wangi.  Pada intinya, Wamentan mengharapkan bahwa komoditas yang ada merupakan show window sehingga perlu terus dipelihara dan dikembangkan, termasuk komoditas yang bukan mandat penelitian Balittri, seperti kemiri sunan yang saat ini menjadi mandat Balittas.  Hal ini menurut beliau adalah untuk menunjukkan prestasi kerja yang maksimal dan memelihara aset hasil penelitian, tidak dibatasi oleh tupoksi.

Kunjungan Wamentan ke Balittri merupakan tindak lanjut kepedulian beliau, khususnya terhadap upaya-upaya alternatif pengembangan bahan bakar baru dan terbarukan. Cadangan minyak bumi yang kian menipis dan makin tingginya kebutuhan pemenuhan bahan bakar minyak dalam negeri, menimbulkan beban anggaran berat bagi negara, karena biaya subsidi harus terus diberikan untuk mempertahankan harga jual yang terjangkau oleh konsumen. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk menghasilkan energi baru dan terbarukan, mempunyai nilai ekonomis sehingga layak diproduksi, dan mempunyai peran dalam pengembangan lingkungan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan, perlu didukung dan direalisasikan. Kondisi ini menjadi perhatian Wamentan dan beliau memberikan aspirasi terhadap upaya penelitian dan pengembangan tanaman BBN oleh Badan Litbang Pertanian. Beliau berharap bahwa perlu terus dikembangkan berbagai tanaman penghasil BBN potensial seperti  tanaman kemiri sunan.

Kepala Puslitbang Perkebunan dalam kesempatan itu juga menjelaskan bahwa tanaman kemiri sunan telah dikembangkan dan sudah ditanam di beberapa daerah. Populasi tanaman kemiri sunan dalam 1 ha dapat mencapai 150 pohon,  mulai berbuah pada umur 3-4 tahun dan produksi tinggi dicapai mulai umur 8 tahun. Tanaman kemiri sunan dapat hidup selama puluhan bahkan ratusan tahun. Produksi biji kering dapat mencapai 15 ton/ha atau kurang lebih 8 ton minyak/ha/tahun. Badan Litbang Pertanian melalui Puslitbang Perkebunan mampu menyediakan benih kemiri sunan untuk pengembangan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Usai meninjau lapangan, Wamentan melakukan pertemuan dengan para peneliti di aula Balittri. Pertemuan diawali dengan pemaparan Kepala Puslitbang Perkebunan yang dilanjutkan dengan pemaparan Kepala Balittri tentang mandat penelitian dan pengembangan komoditas perkebunan.  Dengan didukung oleh empat balai lingkup Puslitbangbun, yaitu Balittro, Balittri, Balittas, dan Balit Palma, Puslitbangbun senantiasa mendukung visi dan misi yang diemban oleh Badan Litbang Pertanian.

Wamentan dalam arahannya menyampaikan bahwa secara kelembagaan, Balittri sudah “tua” tetapi tupoksinya ”muda”. Oleh karena itu, sekali lagi Wamentan menegaskan perlunya tetap mempertahankan komoditas yang ada disini sekalipun komoditas tersebut bukan menjadi mandat/tupoksi lagi.  Hal ini juga dapat  mencerminkan bentuk kearifan lokal.   Wamentan dalam kesempatan tersebut juga menyinggung tiga pilar pengembangan perkebunan yang perlu bersinergi yaitu (1) Badan Litbang Pertanian,(2) Dirjenbun, dan (3) Riset Perkebunan Nusantara.  Perlu ada suatu dialog di antara ketiga pilar perkebunan tersebut sehingga terbangun suatu persepsi yang tidak menunjukkan adanya kompetisi.

Menurut Wamentan, terdapat kemungkinan beberapa kegiatan di ketiga pilar tersebut dilakukan suatu kegiatan yang sama sehingga terkesan ada suatu kompetisi.  Suatu hal yang harus dipahami adalah, Badan Litbang Pertanian (termasuk di dalamnya Puslitbangbun) sebagai representatif dari Pemerintah, senantiasa menciptakan inovasi teknologi yang tidak bersifat komersial dan dapat diimplementasikan kepada perkebunan rakyat. “ Inovasi adalah untuk rakyat dan sebesar besarnya untuk kesejahteraan rakyat, serta tidak dikomersialkan” demikian imbuh Wamentan.

Selanjutnya Wamentan juga meminta kepada para peneliti agar memperkuat UPTnya masing-masing dengan kemampuan yang dipunyai, dan meminimalkan bentuk-bentuk program yang tidak tepat yang tidak memperhitungkan kemampuan masyarakat/petani yang menjadi target program tersebut.  Program kegiatan yang tidak cermat tanpa memperhitungkan kemampuan petani, dapat berakibat tidak tercapainya sasaran. Di samping itu perlu ada evaluasi terhadap perbandingan jumlah inovasi teknologi yang telah dihasilkan dan jumlah inovasi teknologi tersebut yang digunakan oleh masyarakat. Sebagai contoh, telah banyak varietas tertentu dihasilkan, tetapi kenapa jumlah varietas tersebut yang diadopsi oleh petani sedikit.

Dalam akhir arahannya, Wamentan senantiasa mengajak para peneliti untuk terus bekerja pantang menyerah dan meningkatkan kemampuannya.  Jika hal ini berhasil, maka indeks penilaian kinerja diharapkan juga meningkat.  Jangan melakukan pekerjaan yang sia sia, tapi lakukanlah kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat.

 

Kepala Puslitbang Perkebunan (Dr. Muhammad Syakir)                                Wamentan berdiskusi di lokasi Kebun Percobaan

bersama Kepala Balittri (Dr. Rubiyo) menyambut kedatangan                           Pakuwon (latar belakang reaktor biodiesel dan

Wamen Pertanian (Dr. Rusman Heriawan)                                                                       tanaman kemiri sunan)

Wamentan Mengamati buah Kakao di KP. Pakuwon                     Wamentan berpose bersama Kepala Puslitbangbun, Kepala Balittri,

Balittri, Sukabumi                                                                                   dan Peneliti menunjukkan buah kakao hasil panen.

Wamentan mengamati tanaman serai wangi menyaksikan proses penyulingan minyak serai wangi

Wamentan didampingi Kepala Puslitbangbun, dan Kepala Balittri memberikan arahan pada pertemuan dengan peneliti Balittri.

Wamentan berkenan berfoto bersama para peneliti Balittri didampingi Kepala Puslitbang Perkebunan, dan Kepala Balittri.

Berita terkait :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *