Kunjungan Kerja Dewan Energi Nasional ke Laboratorium Lapang Balitbangtan di Pakuwon

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN.  SUKABUMI. Sebanyak  ± 30 anggota Dewan Energi Nasional (DEN) yang berasal dari  unsur pemerintah/wakil tetap, pemangku kepentingan, kementerian/lembaga  dan pihak lain terkait, serta dari Sekretariat Jenderal DEN, telah berkunjung ke Laboratorium Lapang Bioenergi di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Pakuwon Sukabumi pada tanggal 24 April 2014.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi dan Kunjungan Kerja Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Penyediaan Bahan Bakar Nabati (BBN) yang diselenggarakan oleh DEN. “Kunjungan ini bertujuan untuk melihat inovasi dan teknologi yang dihasilkan oleh Kementerian Pertanian, perkembangan, dan informasi lain terkait dengan bioindustri, khususnya penelitian dan pengembangan kemiri sunan sebagai sumber bahan baku biodiesel”, demikian disampaikan oleh Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi, Sri Raharjo M.Eng., SE.  yang mempimpin kunjungan DEN tersebut.

Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Teknologi Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Mat Syukur, MS, dan Kepala Puslitbang Perkebunan, Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS yang mewakili Kepala Balitbangtan, menjelaskan tentang kebijakan Kementerian Pertanian mendukung pengembangan bahan bakar nabati. Salah satu komoditas yang saat ini diteliti dan dikembangan oleh Balitbangtan, Kementerian Pertanian adalah kemiri sunan sebagai sumber bahan baku biodiesel yang potensial, karena produktivitasnya tinggi (15 ton biji = 6-8 ton biodiesel), dapat dikembangan di lahan sub optimal, sebagai penyerap karbon, dan banyak manfaat lain dari sisa pengolahan seperti bungkil untuk pupuk, biogas, dan briket. Faktor lain yang penting adalah bahwa penanaman kemiri sunan tidak bersaing DENGAN pangan.  Saat ini Kementan telah melepas Kemiri Sunan 1 dan 2, serta sedang memproses usulan varietas unggul baru.

Dalam kesempatan itu, Prof. Ir. Mukhtasor, M. Eng., Ph.D salah satu anggota DEN mengatakan bahwa pengembangan bioenergi dan implementasinya sangat penting dan perlu didukung. Bioenergi menjadi salah satu substitusi energi pengganti energi dari fosil yang cadangannya semakin menipis.  Koordinasi dari berbagai pihak terkait sangat diperlukan. Ke depan, bahkan bahan bakar nabati harus menjadi modal negara, menjadi komoditi ekspor untuk devisa negara, mendorong industri baru, dan mendorong pendapatan negara.  Kondisi yang terjadi saat ini, yaitu dimana kebutuhan bakan bakar minyak di dalam negeri lebih besar (1,4 juta barrel) dibanding kemampuan produksi semua kilang minyak yang ada di Indonesia (800 ribu barrel) menyebabkan Indonesia mengimpor kekurangnnya. Kondisi ini tentu akan lebih parah jika tidak dilakukan upaya upaya mencari alternatif pengganti BBM asal fosil dengan sumber energi terbarukan.  Bahkan jika hal ini berlanjut, maka tahun 2022 diprediksi Indonesia benar-benar mengalami krisis BBM yang parah.

Anggota DEN sangat antusias saat melakukan kunjungan ke lokasi pertanaman dan pengolahan kemiri sunan di Kebun Percobaan Pakuwon, dan mendapat penjelasan langsung dari Dr. M. Syakir, MS dan para peneliti Balittri.

Dr. Ir. M. Syakir, MS sedang menjelaskan tentang kebijakan Kementerian Pertanian mendukung pengembangan bahan bakar nabati.

Suasana pertemuan di dalam ruangan sebelum menuju lapangan.

Kunjungan di laboratorium lapang bioenergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *