Koordinasi Pelaksanaan Sosialisasi dan Pelatihan BPP Model Kostratani

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

Subang (11/08/2020), Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus melakukan gebrakan pembangunan pertanian, salah satunya adalah dengan Konstratani. Komando Strategis pembangunan pertanian yang selanjutnya disebut Kostratani adalah gerakan pembaharuan pembangunan pertanian nasional berbasis Teknologi Informasi.

Dengan satu komando, pembangunan pertanian di Indonesia akan lebih fokus dan dapat termonitor dengan baik hingga level kecamatan. Sistem pelaporan yang berjenjang mulai dari level Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga level Nasional diharapkan mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi pertanian di Indonesia secara faktual dan komprehensif. Komando strategis petani yang selanjutnya disebut Kostratani adalah gerakan pembaharuan pembangunan pertanian kecamatan, melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian.

Kostratani merupakan pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP dalam mewujudkan kedaulatan pangan Nasional. Tujuan jangka panjang Kostratani adalah mengoptimalkan Tugas, Fungsi dan Peran BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) sebagai Pusat pembangunan Pertanian tingkat Kecamatan dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional. Selanjutnya tujuan jangka pendek Kostratani adalah pemenuhan sarana, prasarana, kelembagaan, kapasitas SDM Pertanian dan penyelenggaraan pembangunan pertanian di Kecamatan berbasis teknologi informasi.

Di tingkat Kementerian Pertanian pelaksana BPP Kostratani mandatkan ke BPPSDMP, Balitbangtan dan Barantan dengan dukungan 6 Unit Kerja, 132 Unit Pelaksana Teknis dan jumlah BPP 290 sasaran I. Kostratani memiliki peran penting sebagai: Pusat data dan informasi, Pusat gerakan pembangunan pertanian, Pusat pembelajaran, Pusat konsultasi agribisnis dan Pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) mendapat peran mendampingi BPP Model Binaan didua lokasi yaitu BPP Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Jawa Barat dan BPP Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Sesuai arahan Kepala BPPSDMP (10/08/2020) dalam rangka percepatan implementasi Kostratani, Kepala Puslitbang Perkebunan Ir. Syafaruddin, Ph.D., beserta Kepala Bidang KSPHP dan Kepala Sub Bidang Kerja Sama bergerak langsung ke Kabupaten Subang (11/08/2020) melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Subang dalam rangka Sosialisasi dan Pelatihan BPP Ciater Model Kostratani.

Dalam diskusi dan sekaligus arahan Kapus, Puslitbang Perkebunan akan melaksanakan mandat pendampinan tersebut dengan serius dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada dalam rangka menyukseskan Kostratani untuk swasembada pangan/penyediaan pangan untuk 267 juta jiwa, kesejahteraan petani (produktivitas, kualitas dan kontinuitas) dan mendongkrak ekspor. Selain itu, Kapus berharap perlunya sinergi dan kerja sama yang baik dalam proses pelaksanaan kegiatan terutama dukungan Dinas Pertanian, penyuluh, perangkat kecamatan/desa dan dukungan teknologi IT.

Selanjutnya, Sekretaris Dinas Pertanian Dra. Nenden Setiawati, M.Si., menyambut dengan baik atas kedatangan tim Kostratani Puslitbang Perkebunan dan siap bersinergi dan mendukung sepenuhnya kegiatan Kostratani serta pelaksanaan sosialiasi dan pelatihan yang akan dilaksanakan di BPP Kecamatan Ciater (12/08/2020).

Dalam, sosialisasi dan pelatihan BPP model Kostratani tersebut akan dihadiri peserta sebanyak 25 orang dari unsur Kepala Dinas Pertanian, Camat, Danramil, Kapolsek, Babinsa, Kepala Desa, penyuluh, ketua kelompok tani dan petani. Materi yang akan disampaikan terkait kebijakan dan program Kostratani, pemanfaatan informasi teknologi (IT) sebegai media komunikasi dan penyuluhan, dan langkah-langkah pelaporan kostratani berbasis online dan terhubung dengan Argriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian.

Syafaruddin menegaskan, bahwa sesuai arahan Kepala BPPSDMP, output dari pelatihan harus terkoneksi data dan informasi BPP dengan AWR Kementan sebelum 16 Agustus 2020. Kegiatan tersebut berjalan efektif dan lancar serta hasil dari sosialisasi dan pelatihan mampu menjadi pemicu dan semangat pelaksanaan dilapang sesuai dengan tujuan Kostratani dan pembangunan pertanian yaitu maju, mandiri dan modern, imbuh Syafaruddin. (Sae dan TIM Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *