Koordinasi dan Konsolidasi Program BEKERJA Provinsi Jawa Barat

Aktifitas Puslitbangbun Highlight Upsus

BEKERJA, PERKEBUNAN – Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) sebagai penanggung jawab supervisi program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) Kementerian Pertanian di Kabupaten Garut mengikuti Rapat koordinasi Program BEKERJA Provinsi Jawa Barat di Bandung (15/8/18). Rakor dipimpin oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dr.Ir. Dewi Sartika, M.Si. Rakor dihadiri oleh Kepala Puslitbangnak Dr. Atien Priyanti sebagai Penjab. kegiatan BEKERJA di Provinsi Jawa Barat, Direktur Pakan Ditjen PKH, Kepala Dinas Kabupaten dan Kota, dan para Penanggung jawab Supervisi 5 Kabupaten penerima bantuan di Kab. Garut, Kab. Cianjur, Kab. Tasikmalaya, Kab. Indramayu, dan Kab. Cirebon. Rakor yang digagas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar merupakan upaya untuk mensinergikan kegiatan BEKERJA oleh Pusat dan daerah serta mensukseskan salah satu program NAWACITA Presiden Jokowi-JK yakni peningkatan produktivitas dan taraf hidup rakyat. Nawacita ini kemudian dijabarkan oleh Menteri Pertanian Dr. Amran Sulaiman dalam salah satu program bantuan langsung kepada rumah tangga miskin (RTM) berbasis pertanian agar ada peningkatan produktivitas dan percepatan penurunan tingkat kemiskinan. Bantuan benih ternak (ayam kampung, itik dll), benih tanaman sayuran, buah-buahan dan komoditi perkebunan serta sarana pendukungnya diberikan secara gratis. Sesuai dengan Permentan nomor 27/PERMENTAN/RC.120/5/2018, BEKERJA adalah program Nasional pengentasan kemiskinan berbasis pertanian di 10 provinsi yang angka kemisikinannya tertinggi. Jawa Barat merupakan salah satu propinsi target. Lima Kabupaten penerima bantuan di Jawa Barat, yaitu: Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Indramayu, dan Cirebon. Kepala Puslitbang Peternakan Dr. Atien Priyanti sebagai penanggung jawab program BEKERJA di provinsi Jabar mensosialisasikan Program BEKERJA dan memaparkan progress serta rencana kegiatan sampai Agustus 2018. Balitbangtan sudah mulai mendistribusikan bantuan berupa anak ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), pakan, vaksin, obat-obatan dan sarana pendukung lainnya, benih sayuran dan buah-buahan serta tanaman tahunan. Kandang akan disiapkan oleh Ditjen PSP dan diberikan juga secara gratis. Untuk menghindari kesalahan target maka data RTM yang dikeluarkan oleh Kemensos diverifikasi terlebih dahulu. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa RTM yang layak menerima bantuan program BEKERJA berbasis pertanian berkisar antara 85 sampai 97 %. Kepala Puslitbang Perkebunan yang diwakili oleh Kabid KSPHP. Ir. Jelfina C. Alouw, MSc. PhD memaparkan progress dan rencana kegiatan BEKERJA di Kab. Garut, bersama dengan empat penanggung jawab supervisi Program Bekerja di Jabar. Beberapa Point penting hasil Rakor antara lain perlunya koordinasi antara pusat dan daerah untuk menunjang keberhasilan Program BEKERJA di Jabar. Dalam sambutannya Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Prop. Jabar menyampaikan komitmen untuk mendukung program BEKERJA dengan memberikan bantuan antara lain dana bagi kegiatan koordinasi bagi para staf dinas di kabupaten penerima bantuan program BEKERJA. Peserta rapat menyepakati pentingnya legalisasi semua yang terkait dalam program BEKERJA termasuk para tenaga pendamping di desa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga program ini berhasil demi kesejahteraan rakyat yang masih berada di bawah garis kemiskinan.(Bur).    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *