Kontribusi Roselindo Tea Dalam Penanggulangan Covid-19

Berita Perkebunan Highlight Inovasi Teh Inovasi Teknologi

ROSELINDO TEA adalah jenis lain minuman herbal yang ada saat ini. ROSELINDO TEA terbuat dari ekstrak calyx bunga rosela herbal (Hibiscus sabdariffa var sabdariffa) varietas Indonesia, yaitu Roselindo. Varietas unggul rosela herbal telah dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2013 dengan SK No. 4568/Kpts./SR.120/8/2013 (Roselindo 1-calyx warna merah), 4567/Kpts./SR.120/8/2013 (Roselindo 2-calyx warna ungu), dan 4566/Kpts. /SR.120/8/2013(Roselindo 3-calyx warna hijau). ROSELINDO TEA merupakan pengembangan produk dari varietas unggul rosela herbal Indonesia tersebut.

ROSELINDO TEA dibuat dari rosela herbal Indonesia yang dibudidayakan dengan menerapkan cara budidaya Good Agricultural Practices (GAP), tanpa penyemprotan pestisida, serta proses penanganan pasca panen yang ramah lingkungan.

ROSELINDO TEA adalah bahan minuman penyegar yang dibuat dari blending calyx rosela herbal varietas seri Roselindo dengan komposisi campuran tertentu, sehingga diperoleh warna ekstrak calyx yang menarik dan rasa yang menyegarkan. ROSELINDO TEA diformulasi dalam bentuk serbuk calyx kering yang dikemas dalam kantong teh.

Dalam minuman ROSELINDO TEA terdapat vitamin C, β-carotene, antosianin, kalsium, besi, dan senyawa-senyawa fitokimia lain yang dipercaya mempunyai aktivitas anti bakteri, anti fungi, anti inflamasi, anti diabetes, anti oksidan dan anti hipertensi.\

Kadar vitamin C dalam ROSELINDO TEA (21,99 ppm) jauh lebih tinggi dibandingkan yang pernah dilaporkan Ahmed et al. (2019) dalam reviewnya. Perbedaan tersebut dimungkinkan karena perbedaan varietas, genetik, lingkungan, agroekologi, dan kondisi waktu panen (Da-Costa-Rocha et al., 2014). Vitamin C dosis tinggi disebut-sebut sebagai salah satu suplemen yang diberikan pada pasien yang terinfeksi Covid 19 untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal perkembangan infeksi virus dalam tubuh.

Salah satu jenis flavonoid yang terdapat dalam ekstrak ROSELINDO TEA adalah quercetin. Hasil studi Khaerunnisa et al. (2020) menunjukkan potensi quercetin memberikan harapan dapat memblokir coronavirus novel SARS-CoV-2 (Covid 19) untuk memasuki sel. Mekanisme pemblokiran oleh quercetin mirip dengan pemblokiran oleh curcumin.

Konsumsi ROSELINDO TEA merupakan salah satu alternatif usaha yang dapat dilakukan untuk membangun kekuatan tubuh menangkal infeksi Covid 19.

ROSELINDO TEA yang dikemas dalam kantong teh membuat minuman ini lebih praktis untuk konsumsinya.

ROSELINDO TEA telah dipromosikan ke luar negeri dalam program Indonesia Innovation Day 2018 (Indonesia ID 2018) di Kobe, Jepang dan Indonesia ID 2019 di Saarbrucken Jerman. Kedua event ini adalah program dari Kemenristekdikti dalam memperkenalkan produk-produk inovasi Pusat Unggulan Iptek (PUI) di tingkat Internasional.

Referensi:

Ahmed, F.A.M., Satti, N.M.E., Eltahir, S.E.H., 2019, A Comparative Study on Some Major Constituents of Karkade (Hibiscus Sabdariffa L.–Roselle Plant), Int. J. Life Sci. Pharma Res. 9(1): 1-12 (doi: 10.22376/ijpbs/lpr.2019.9.1.L1-12).

Da-Costa-Rocha, I., Bonnlaender, B., Sievers, H., Pischel, I., Heinrich, M., 2014, Hibiscus sabdariffa L. – A phytochemical and pharmacological review, Food Chemistry 165: 424–443. (doi:10.1016/j.foodchem.2014.05.002).

Khaerunnisa, S.; Kurniawan, H.; Awaluddin, R.; Suhartati, S.; Soetjipto, S., 2020, Potential Inhibitor of COVID-19 Main Protease (Mpro) from Several Medicinal Plant Compounds by Molecular Docking Study. Preprints 2020, 2020030226 (doi: 10.20944/preprints202003.0226.v1).

Penulis: Prof. Nurindah, Ph.D. (Balittas)

 

Sumber : http://balittas.litbang.pertanian.go.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *