Kontak Pengunjung

Pertanyaan: Yth Penanggung Jawab Majalah Ilmiah Perspektif Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.
Selamat sore bapak/ibu, mohon maaf saya mendapatkan email bapak/ibu dari website deptan.go.id . Saya ingin menanyakan mengenai prosedur pendaftaran untuk bisa bergabung dan mengirimkan naskah tulisan di jurnal ini pak/bu. Mohon bantuannya. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamannya. Salam (Parama Tirta Wulandari Wening Kusuma, S.TP, Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna, LIPI )
Jawaban:Terimakasih atas kunjungan Saudari ke web site kami. Silahkan membuat Surat Permohonan secara resmi untuk dapat mempublikasikan tulisan di Perspektif melalui Instansi Saudari, yang ditujukan kepada Kepala Puslitbang Perkebunan. Untuk Kemudian kami tindak lanjuti. Terima kasih
Pertanyaan:Kami memproduksi barang kerajinan berupa sapu halaman dibuat dari lidi dengan tongkat bambu. Tongkat bambu berdiameter 3 sampai 4 cm dengan panjang 50 sampai 60 cm. Ujung bambu dipotong dekat ruas dengan maksud agar ujung tongkat tertutup oleh dinding ruas. Setelah
lebih dari 3 hari pada ujung bambu yang dipotong tersebut terdapat serbuk putih lembab, makin hari makin bertambah, yang akan mengganggu estetika tongkat sapu tersebut.
Pertanyaan kami :
Benda apa yang timbul berwarna putih pada ujung potongan bambu tersebut? Apakah jamur ataukah getah bambu atau lainnya?
Bagaimana cara menghindari timbulnya serbuk lembab putih tersebut agar estetika sapu lidi tetap baik?
Terima kasih atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu. Salam hangat dari kami.
(Susanto, Swasta).

Jawaban:Terimakasih atas kunjungan saudara ke website kami. Berkaitan dengan permasalahan saudara disampaikan bahwa agak sulit bagi kami untuk dapat memastikan penyebab timbulnya serbuk putih lembab pada bambu hasil kerajinan saudara tanpa melihatnya secara langsung. Bisa saja serbuk putih yang bertambah banyak tersebut adalah kotoran hama penggerek bambu. Bila memang keadaaannya demikian maka beberapa cara untuk menekan serangan hama penggerek ini adalah sebagai berikut:

  1. Bambu sebaiknya dipanen pada saat musim kemarau dan hanya saat bambu telah berumur 3 tahun atau lebih sehingga kadar gulanya sudah sangat rendah,
  2. Pohon bambu ditebang lalu membiarkannya di dalam rumpun selama 4-6 minggu hingga daunnya rontok dengan sendirinya. Hal ini dilakukan agar kadar gula di dalam batang bambu menjadi sangat rendah.
  3. Bambu selanjutnya diawetkan dengan merendamnya di dalam air mengalir selama 2-3 minggu. Air akan menghilangkan hampir semua kandungan gula. Setelah perendaman, batang bambu harus dikeringkan secara perlahan pada tempat yang teduh. Jangan menjemurnya di terik matahari karena batang bambu bisa pecah atau retak.

Demikian tips yang dapat kami sampaikan semoga dapat memecahkan permasalahan saudara.

Pertanyaan: Saya bersama 2 teman saya adalah mahasiswa dari Binus University yang sedang melakukan penelitian ilmiah (skripsi) mengenai aplikasi Sistem Pakar untuk mendeteksi penyakit pada tanaman kopi. Untuk itu kami butuh survey ke departemen terkait untuk mewawancarai pakar yang ahli
dalam bidang penyakit pada tanaman kopi dan membutuhkan data-data terkait dengan penyakit-penyakit yang ada pada tanaman kopi, seperti gejala-gejala yang ada, gambar contoh tanaman-tanaman yang terjangkit suatu penyakit, dsb.
Apakah Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan menerima survey semacam ini? Jika ya, bagaimana prosedur nya? Apakah ada rekomendasi pakar yang bisa kami temui? Atas perhatiannya, kami haturkan banyak terima kasih.
(Miranty Lestari, Binus University).
Jawaban:Terimakasih atas kunjungan sdri Myranty Lestari ke web site kami. Salah satu Unit Pelaksana Teknis kami adalah Balai Penelitian Tanaman Industri yang terletak di Jl. Raya Pakuwon – Parungkuda km.2, Sukabumi 43357, Jawa Barat – Indonesia, Telp. (0266) 7070941 Fax. (0266) 6542087. Setelah mengirimkan surat maksud dan tujuan ke instansi tersebut, saudari bisa langsung datang ke Balittri dan melakukan wawancara ke salah satu pakar yang akan ditunjuk kemudian.
Pertanyaan: Apakah tersedia data spasial tentang persebaran perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau ? Terima Kasih. (Purbosari, Swasta).
Jawaban:Terimakasih atas kunjungan Saudara ke website kami. Silahkan di download  “Peta Sebaran Perkebunan Kelapa Sawit Propinsi Riau (pdf)” Terimakasih.

Pertanyaan: Dalam rangka feasibility study untuk mendirikan pabrik biomasa, kami memerlukan info sebagai berikut:

  • Apakah ada data harga biomasa dari Tebu (Bagasse), Kelapa Sawit (Palm Kernel Shell & Empty Fruit Bunch) dan Karet ?
  • Berapakah konversi dari setiap 1 kg Tandan Buah Segar Kelapa Sawit menjadi kernel dan tandan kosong ? Juga untuk Tebu menjadi Bagasse ?

(Rudy Wasono, AIMS Consultants ).

Jawaban:Harga biomasa ada di kisaran Rp 795 sampai dengan Rp975, sedangkan hasil konversi dari 1 Kg tandan buah segar kelapa sawit adalah CPO = 25% dan PKO/ Kernel = 1-2%. Hasil konversi tebu menjadi bagasse adalah sebagai berikut; 1 ton tebu menjadi nira 15 %, ampas = 45-60%, tetes = 3% dan Hablur=10-15%.
Pertanyaan: Saya guru Sekolah Citra Indonesia Bintaro, ingin mengajak anak-anak kelas 6 (berjumlah 7 orang) untuk berkunjung ke Lab kultur jaringan, melihat cara pembibitan kultur jaringan di Litbang Deptan. Bagaimana prosedurnya? Apa persyaratannya? Kegiatan ini akan dilakukan di bulan November 2012. Terima kasih banyak atas kerjasamanya. (Yuliyana, Sekolah Citra Indonesia ).
Jawaban:Terimakasih atas kunjungan ibu Yuliyana ke website kami. Silahkan Ibu mengirimkan surat permohonan berkunjung ke Laboratorium Kultur Jaringan yang ditujukan kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan dengan alamat : Jl.Tentara Pelajar No.1, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia . Terimakasih.
Pertanyaan: Apakah Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan memiliki peta konsesi perkebunan di Indonesia (contohnya peta konsesi kelapa sawit)? Bagaimana cara mendapatkan peta tersebut? (Wira, GreenPeace Indonesia ).
Jawaban:Terimakasih atas kunjungan saudara ke web kami. Sehubungan dengan pertanyaan saudara dengan ini kami sampaikan bahwa Puslitbang perkebunan tidak meneliti dan menerbitkan peta berkaitan dengan konsesi lahan untuk perkebunan.. Terimakasih.


Berikutnya >>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *