Konsorsia Mikroba Menekan Penyakit BPB Lada di Lapang

Artikel Lada Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Pertanaman lada yang diberi perlakuan tunggal maupun kombinasi beberapa mikroorganisme bermanfaat menunjukkan perlakuan Trichoderma yang menunjukkan tanaman mati yang paling rendah,. Jumlah tanaman lada yang mati lebih 20% lebih rendah dibanding perlakuan kontrol. Hasil uji secara statistik juga menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara perlakuan Trichoderma dengan yang lainnya.

Perlakuan P. Fluorescen tunggal, maupun setelah dikombinasi dengan Trichoderma dan mikoriza tidak menunjukkan penekanan kejadian busuk pangkal batang yang lebih tinggi dibanding kontrol.

Hasil pengujian efektivitas antar perlakuan yang dibandingkan dengan kontrol, perlakuan Trichoderma menunjukkan penekanan yang relatif stabil di tiap bulan pengamatan. Hasil pengamatan populasi mikroba pada setiap perlakuan menunjukkan adanya pola yang relatif sama setiap parameter mikroba yang diamati. Populasl mikroba yang diamati (Trichoderma, total jamur dan total bakteri) berada diantara bulan Maret dan April 2013.

Reinfestasi (pemberian inokulum tambahan) menjelang akhir musim hujan menunjukkan adanya kenaikan populasi khususnya pada antara bulan April dan Mei. Pengamatan lebih lanjut, populasi total bakteri dan jamur juga menurun dan cenderung datar selama musim kemarau; dan meningkat lagi seiring musim hujan.

Hasil yang lain ditunjukkan pada populasi Trichoderma yang cenderung terus menurun meskipun pengamatan dilakukan di awal musim hujan (September dan Oktober 2013) . Hasil yang diperoleh saat ini mengindikasikan bahwa mikroba yang diinokulasikan di pembibitan dan efektif mampu menekan kejadian BPB pada bibit lada, tidak menunjukkan performa yang sama saat diaplikasikan di lapang.

Sumber : Balai Penelitian Tanamn Rempah dan Obat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *