Konperensi Nasional Kelapa (KNK) VIII

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Konperensi Nasional Kelapa VIII (KNK VIII) telah dilaksanakan di Shang Ratu Hotel, Jambi, , pada tanggal 21-22 Mei 2014, dengan tema “ Pengembangan Bioindustri Kelapa Berkelanjutan Berbasis Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan”. Tujuan penyelenggaraan KNK VIII adalah: Mewujudkan pengembangan Bioindustri Kelapa yang berwawasan ramah lingkungan, dengan melibatkan berbagai pihak terkait, meliputi pengambil kebijakan, swasta, peneliti, petani, berbagai stakeholder lainnya.

Peserta konperensi lebih dari 200 orang, meliputi peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian, Kementrian Pertanian, Kementrian Perindustrian, Kementrian Perdagangan, DEKINDO, APCC, para pakar dari Perguruan Tinggi, BUMN, Pemerintah Daerah, Asosiasi-asosiasi Petani, Media Masa, Pemuka Masyarakat, pengusaha swasta dan industri kelapa, serta praktisi dan pengguna lainnya yang terkait dengan perkelapaan. KNK VIII menyajikan 1 makalah kunci, 6 makalah utama yang diplenokan, 12 makalah penunjang yang dipresentasi, 21 makalah poster, serta 10 stand pameran yang berkaitan dengan kelapa, berasal dari instansi pemerintah daerah Jambi, pengusaha, peneliti, dan praktisi.

Konperensi ini terlaksana melalui kerjasama Badan Litbang Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Jambi. Konperensi dibuka secara resmi oleh oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Dirjen Perkebunan Ir. Gamal Nasir, MM. Dalam arahannya, Menteri Pertanian mengharapkan agar forum KNK VIII ini dapat:

  1. Merumuskan konsep untuk mewujudkan sistem pertanian-bioindustri berkelanjutan berbasis tanaman kelapa.
  2. Menjadi wadah diskusi bagi para pengambil kebijakan, peneliti/ ilmuwan untuk menyamakan persepsi bahwa Pertanian – Bioindustri Berkelanjutan memandang lahan pertanian tidak semata-mata merupakan sumberdaya alam namun juga industri yang memanfaatkan seluruh faktor produksi untuk menghasilkan pangan, bahan industri serta produk lain dengan prinsip zero waste.
  3. Mengajak  para investor untuk berinvestasi di bioindustri kelapa dalam rangka penyediaan pangan,  energi terbarukan, dan meningkatkan kesejahteraan petani kelapa.

Gubenur Jambi dalam Sambutannya menyampaikan terima kasih dan perhargaan yang tinggi kepada Kementrian Pertanian yang telah memilih Provinsi Jambi sebagai lokasi penyelenggaraan KNK VIII. Bagi masyarakat Jambi, tanaman kelapa memegang peranan penting bagi perekonomian, dan kehidupan masyarakat. Luas tanaman kelapa di Jambi pada tahun 2011 adalah 118.388 ha atau 8,6 % dari luas areal perkebunan, yang biasanya diantara kelapa ditanami kopi, kakao, dan pinang.

Dalam KNK VIII ini juga telah diserahkan secara simbolis,  benih kelapa unggul kepada petani dari 3 Provinsi berbasis pengembangan kelapa, sebanyak 15.000 benih oleh Menteri Pertanian RI.

Mengacu pada tema dan tujuan diselenggarakannya KNK VIII, sambutan dan makalah kunci Menteri Pertanian, sambutan Gubenur Provinsi Jambi, Pengantar Kepala Badan Litbang Pertanian,  makalah utama, makalah kelompok, serta hasil diskusi peserta konperensi, maka dirumuskan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan adalah konsep pembangunan pertanian masa mendatang, memandang lahan pertanian tidak semata-mata merupakan sumberdaya alam namun juga industri yang memanfaatkan seluruh faktor produksi untuk menghasilkan pangan guna mewujudkan ketahanan pangan dan non pangan yang dikelola menjadi bioenergi, pakan, dan pupuk dengan prinsip zero waste.
  2. Pemerintah bertekad mewujudkan “Pengembangan Pertanian Bioindustri Berkelanjutan Berbasis Tanaman Kelapa”, yang memproduksi aneka ragam produk kelapa bernilai ekonomi tinggi, ramah lingkungan, berkelanjutan, dengan menerapkan berbagai komponen teknologi unggulan. Selain itu juga perlu dikembangkan diversifikasi horizontal melalui penanaman tanaman sela dan pemeliharaan ternak diantara kelapa.
  3. Bioindustri kelapa berkelanjutan mendukung ketahanan pangan yang tangguh dan berdayasaing perlu dikembangkan dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa.
  4. Pengembangan bioindustri kelapa nasional harus memakmurkan petani kelapa, melalui diversifikasi produk yang optimum, mencukupi kebutuhan konsumen, keuntungan yang seimbang dari hulu sampai ke hilir, kestabilan harga, bersahabat dengan lingkungan hidup, dan dukungan kebijakan moneter dan fiskal.
  5. Kebijakan pemerintah Provinsi Jambi pada program pengembangan kelapa berkelanjutan yang mendesak adalah percepatan peremajaan kelapa dengan benih unggul, pengembangan industri kelapa bernilai tambah tinggi dan pemasaran hasil produknya, peningkatan pendapatan petani melalui tanaman sela kopi, kakao, dan pinang di antara kelapa.
  6. Tanaman kelapa merupakan komoditas perkebunan utama di Kabupaten Banyumas, dengan gula kelapa merupakan salah satu produk unggulan yang dikembangkan oleh 29.000 unit usaha rumah tangga atau 74% dari total unit usaha kecil di Banyumas, dengan pemasaran Dalam Negeri dan Luar Negeri.
  7. Dekindo menyampaikan paradigma perkelapaan dengan pendekatan nilai tambah yang maksimum, nir limbah dan berkelnjutan melalui distribusi keuntungan dan risiko berkeadilan, aliansi hulu-hilir, investasi ranah rantau dan maksimum produksi tanaman dan kebun. Potensi untuk itu dengan memilih bisnis perkelapaan menjadi 3 generasi yaitu pemibitan, budidaya, dan agroindustri.
  8. Peranan APCC dalam meningkatkan kerjasama Internasional dan pemasaran produk-produk kelapa Indonesia, melalui berbagai kegiatan seperti: Pertemuan APCC tingkat menteri setiap tahun bergantian di 16 negara anggota, Festival dan Pertemuan Teknis Kelapa setiap dua tahun di Negara anggota, promosi pasar Internasional, pelatihan, seminar dan workshop di Indonesia dan luar negeri, serta publikasi yang reguler, yaitu COCOINFO INTERNATIONAL, dan the COCOMMUNITY newsletter setiap bulan.
  9. Dengan kecendrungan harga kopra yang terus menurun, minat petani terhadap kelapa akan semakin tererosi. Tanpa program pengembangan Bioindustri Kelapa, maka industry kelapa Indonesia pasti akan died. Diharapkan dukungan dari semua pihak guna Pengembangan Bioindustri Kelapa Berkelanjutan Berbasis Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan dapat diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Hari kedua pelaksanaan KNK VIII tanggal 22 Mei 2014 diisi dengan acara field trip ke lokasi kebun kelapa rakyat di Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan dialog antara Badan Litbang Pertanian, Pemprov Jambi, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dan Dinas Perkebunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan kelompok tani tentang kebijakan perkelapaan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *